<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Forum Diskusi</title>
	<atom:link href="http://forumn.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://forumn.wordpress.com</link>
	<description>Setiap nafas adalah ibadah</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 22:32:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='forumn.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/661c213cbb1f1183914d455e11cbff75?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Forum Diskusi</title>
		<link>http://forumn.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://forumn.wordpress.com/osd.xml" title="Forum Diskusi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://forumn.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Metoda Dakwah</title>
		<link>http://forumn.wordpress.com/2009/02/22/metoda-dakwah/</link>
		<comments>http://forumn.wordpress.com/2009/02/22/metoda-dakwah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Feb 2009 01:12:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forumn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forumn.wordpress.com/?p=199</guid>
		<description><![CDATA[  Sepanjang kurun sejarah, Allah telah mengutus para rasul silih berganti untuk menyampaikan fakta tentang eksis­tensi-Nya dan adanya hari akhir secara jelas, dan menyu­ruh mereka menyembah hanya Dia. Allah memberitahukan kita bah­wa para utusan-Nya, beserta orang-orang beriman, sudah di­­percayakan dengan tugas ini,   “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forumn.wordpress.com&amp;blog=6333701&amp;post=199&amp;subd=forumn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"> </p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Sepanjang kurun sejarah, Allah telah mengutus para rasul silih berganti untuk menyampaikan fakta tentang eksis­tensi-Nya dan adanya hari akhir secara jelas, dan menyu­ruh mereka menyembah hanya Dia. Allah memberitahukan kita bah­wa para utusan-Nya, beserta orang-orang beriman, sudah di­­percayakan dengan tugas ini,</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="ayat" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-style:normal;font-family:&quot;" lang="IN">“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar….” (Ali Imran [3]: 104)</span></strong></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Orang-orang beriman hanya disuruh mempermaklumkan Islam. Maknanya, mereka hendaknya menyampaikan perintah Allah kepada manusia dan menyeru mereka menuju kepada moralitas Al-Qur`an. Allah membimbing dan memberikan pengertian ke­pa­da manusia. Dalam hubungan ini, orang-orang beriman diberi kewajiban hanya untuk penggunaan metode-metode yang di­sebutkan di dalam Al-Qur`an; mereka tidak berkewajiban untuk mempercayainya atau tidak.</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Untuk mempermudah tugas mereka, Allah memberi petunjuk kepada orang-orang beriman melalui perintah-perintah yang mudah dimengerti dan terdapat di dalam Al-Qur`an. Tingkah perbuatan para utusan Allah juga jadi contoh untuk umat beriman. Di dalam bab ini, kita akan mengulas metode-metode mendakwahkan pesan itu dan cara mengatasi situasi-situasi yang berubah-ubah dalam melaksanakan tugas mulia ini.</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="JudulSubBab" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">Tidak Ada Upah dalam Urusan Ini</span></strong></p>
<p class="JudulSubBab" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong></strong></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Pendakwah hen­daknya mampu menganalisis dengan pikiran bebas dan masuk akal, dan tanpa dipengaruhi oleh buruk sangka dalam bentuk apa pun, ragu, atau rasa tertekan. Untuk tahap ini, mereka harus yakin pada keikhlas­an orang yang menyampaikan amanah itu.</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span>Mereka yang tidak akrab dengan pendakwah dan hanya ta­hu sedikit tentang mereka mungkin bisa keliru menentangnya dan meragukan maksud mereka, karena mereka berada di ba­­wah pengaruh lingkungan masyarakat yang acuh tak acuh. Pa­da tahap tertentu, keadaan ini mungkin dapat diterima. Misalnya, barangkali mereka ingin tahu tentang mengapa oang orang beriman bekerja terlalu keras untuk memperkenalkan Is­lam kepada mereka. Karena segala sesuatu di dalam dunia me­re­ka didasarkan pada kepentingan pribadi, mungkin saja be­lum terjangkau di otak mereka, mengapa orang-orang yang berkeyakinan tentang adanya Tuhan hanya mencari ridha Allah. Atau, mungkin saja mereka bertanya-tanya, apakah in­for­masi yang disampaikan para dai memang akurat. Untuk alas­an-alasan yang disebutkan ini, para dai hendaklah ber­upa­ya sebaik mungkin untuk mendahului dengan menampik semua ke­ra­guan dan keprihatinan tanpa menanti pihak lain me­nga­ta­kan keberatan tersebut. </span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Sesungguhnya, Al-Qur`an meyampaikan kepada kita bahwa se­mua rasul Allah memberikan prioritas utama pada pelaksana­an misi suci ini. Mereka mempunyai keyakinan khusus pada Ke­mahakuasaan Allah dan hari akhir. Karena itu, mereka meng­ab­­dikan seluruh hidupnya untuk mendapatkan restu-Nya. De­ngan keyakinan adanya surga dan neraka, para utusan meng­kha­­wa­tirkan tiap manusia yang mereka temui akan kepastian men­­dapat siksaan pedih di neraka, kecuali mereka mematuhi se­mua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Misi utama me­reka adalah untuk mengajak orang lain bergabung dalam ke­ba­ik­an (makruf) dan menjauhi keburukan (mungkar), serta me­nyam­paikan kepada semua manusia tentang kebesaran dan ke­per­kasaan<em> </em>Allah<em>. </em>Imbalannya, mereka berupaya keras hanyalah de­mi mendapatkan ridha Allah. Selain dari itu, mereka tidak meng­harapkan keuntungan duniawi.</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Al-Qur`an menekankan perhatian kita pada poin ini dan me­nandaskan bahwa para Utusan Allah selalu berusaha keras un­­tuk melenyapkan keragu-raguan manusia. Berikut ini sejumlah ayat yang ber­­kait dengan hal ini.</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="ayat" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-style:normal;font-family:&quot;" lang="IN">“Aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.” (asy-Syu’araa` [26]: 180)</span></strong></p>
<p class="ayat" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"><em> </em></span></p>
<p class="ayat" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-style:normal;font-family:&quot;" lang="IN">“Mereka itulah orang-orang yang telah diberikan petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Ka­ta­kan­lah, ‘Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyam­pai­kan (Al-Qur`an) itu tidak lain hanyalah peringatan un­tuk segala umat.’” (al-An’aam [6]: 90)</span></strong></p>
<p class="ayat" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-style:normal;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="ayat" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-style:normal;font-family:&quot;" lang="IN">“Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seru­anku ini. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah yang te­lah menciptakanku. Maka tidakkah kamu memikirkan­nya?” (Huud [11]: 51)</span></strong></p>
<p class="ayat" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-style:normal;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="ayat" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-style:normal;font-family:&quot;" lang="IN">“Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki (Habib an-Najjar) dengan bergegas-gegas ia berkata, ‘Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu. Ikutilah orang yang tiada meminta balasan kepadamu, dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.’”</span></strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"><em> </em></span><strong><span style="font-size:11pt;font-style:normal;font-family:&quot;" lang="IN">(Yaasiin [36]: 20-21)</span></strong></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Maka, dalam kepatuhan pada isyarat-isyarat yang disebut dalam ayat-ayat ini, dan yang lain, mereka yang telah men­j­alankan misi mulia itu harus memperjelas hal ini. Kon­di­si dunia saat ini telah memaksa manusia berburuk sangka ter­hadap siapa pun, karena secara primer hubungan an­tar­ma­nu­sia dilandaskan pada kepentingan material. Untuk alasan itu, klarifikasi-klarifikasi demikian akan memperjelas ma­sa­lahnya kepada pihak lain.</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="JudulSubBab" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">Pastikan, Orang yang Menyampaikan Pesan Dapat Diandalkan</span></strong></p>
<p class="JudulSubBab" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong></strong></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Tentang<strong> </strong>bagaimana pesan harus disampaikan, Al-Qur`an menyampaikan pesan yang lain: mereka yang mendakwahkan Islam pertama-tama harus jelas betul kalau mereka orang jujur dan dapat diandalkan. Sesungguhnya, kita maklumi dari Al-Qur`an bahwa semua rasul menggunakan metode ini serta me­nan­das­kan bahwa mereka tidak lain adalah para utusan yang di­tugaskan oleh Allah,</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="ayat" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-style:normal;font-family:&quot;" lang="IN">“Sesungguhnya, aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu.” (asy-Syu’araa` [26]: 107)</span></strong></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Ini penting untuk menghilangkan keragu-raguan mereka sebagai objek dari penyampaian pesan Allah. Kalau orang itu ju­­jur, ikhlas, dan bisa diandalkan, kata-kata mereka patut di­in­dahkan dan dilaksanakan. Tapi, sekecil apa pun keraguan me­ngenai keandalan penyampai pesan, itu bakal menyebabkan pi­hak lain membangun mekanisme bela diri. Apabila metode be­la diri ini dapat dipatahkan oleh metode-metode yang dipaparkan Al-Qur`an, manusia<strong> </strong>akan semakin terbuka untuk menerima dakwah Islam.</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="JudulSubBab" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;" lang="IN">Membuktikan Keyakinan Palsu</span></strong></p>
<p class="JudulSubBab" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong></strong></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Sesudah menghilangkan keprihatinan dan buruk sangka da­­­ri pihak-pihak sasaran dakwah Islam, langkah selanjutnya ada­lah membuktikan ketidakrasionalan dan kepalsuan keyakinan mereka. Menjelaskan jenis kepalsuan keyakinan mereka harus disampaikan secara meyakinkan dan logis, sebab mereka akan rela meninggalkan keyakinan<strong> </strong>lamanya setelah mereka be­tul­-betul dapat diyakinkan kesalahannya.<strong> </strong>Untuk melenyapkan ke­risauan yang menyuramkan pikiran seseorang, Allah meng­ha­dir­kan satu metode. Nafikan kepercayaan palsu lewat metode-me­tode rasional, ilmiah, dan transparan, dengan penjelasan yang berterima dan memuaskan, mencakup ketidakefektifan sis­tem yang dipakai kaum tidak beriman. Metode yang di­gu­na­kan Nabi Ibrahim a.s. untuk menyampaikan pesan kepada ka­um­nya dapat dijadikan contoh,</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="ayat" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-style:normal;font-family:&quot;" lang="IN">“Ketika ia (Ibrahim) berkata kepada bapaknya dan kaumnya, ‘Apakah yang kamu sembah?’ Mereka menjawab, ‘Kami me­nye­m­bah berhala-berhala dan kami sentiasa tekun me­nyem­­bahnya.’ Berkata Ibrahim, ‘Apakah berhala-berhala itu mendengar (do’a)-mu sewaktu kamu berdo’a kepadanya? atau dapatkah mereka memberi manfaat kepadamu atau mem­beri mudharat?’ Mereka menjawab, ‘(Bukan karena<span>  </span>it­u­) sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami ber­bu­at demikian.’ Ibrahim berkata, ‘Maka apakah kamu mem­­perhatikan apa yang selalu kamu sembah, kamu dan nenek moyang kamu yang dahulu?’” (asy-Syu’araa` [26]: 70-76)</span></strong></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Nabi Ibrahim a.s. mengajukan pertanyaan-pertanyaan ter­se­but kepada kaumnya dengan tujuan mengetahui alasan-alasan dan inteligensi mereka, dan secara bertahap membuat mereka me­nyadari tidak validnya keyakinan mereka. Sementara itu, de­­ngan tiap pertanyaan dia harapkan kesadaran kaumnya dan me­mastikan mereka akan mengakui ketidaklogisan kepercayaan me­­reka. Dia gunakan metode ini karena kaumnya, yang telah ja­di penyembah berhala batu yang diwariskan nenek moyang mereka, dan tidak pernah merenungkan hal tersebut. Akan tetapi, se­telah Ibrahim memaparkan fakta-fakta, mereka jadi ter­ce­nung. Betapa tidak wajar dan lemahnya benda yang mereka sem­bah turun-temurun.</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Ibrahim lalu memperkenalkan Allah lewat tanda-tanda cip­ta­an-Nya nan mahaagung. Sehingga, dengan demikian tampak per­bedaan tak terhitung antara berhala batu yang sama sekali tidak punya kekuatan, dengan makhluk-makhluk ciptaan Allah, Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana,</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="ayat" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-style:normal;font-family:&quot;" lang="IN">“Sesungguhnya, apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali Tuhan semesta alam, yaitu Tuhan Yang telah men­ciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku, dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku, dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku, dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan meng­hi­dup­kan aku kembali, dan Yang amat kuinginkan akan meng­am­puni kesalahanku pada hari kiamat.” (asy-Syu’araa` [26]: 77-82)</span></strong></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Metode ini telah memberikan kemampuan kepada kaumnya, penyembah berhala, untuk menyadari situasi tidak rasional yang mereka berada di dalamnya. Tapi, kesadaran itu hanya untuk penggalan waktu tertentu.</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="JudulSubBab" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">Menggunakan Metode Tanya Jawab</span></strong></p>
<p class="JudulSubBab" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong></strong></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Dengan metode serupa, manusia dapat didorong untuk ber­­tanya lebih jauh tentang hal-hal yang belum mereka yakini. Hal itu akan membuat mereka paham betapa indahnya pe­ma­­ham­­an mereka pada informasi yang sudah sampai kepada me­re­ka, bahwa mereka sudah mampu mengerti makna informasi yang telah disampaikan kepada mereka; sehingga memberi peluang lebih lanjut kepada para dai menyampaikan penjelasan tambahan. Menawarkan informasi lanjutan sebelum meng­kla­ri­fi­kasi apa yang sudah disampaikan dapat membingungkan pihak yang di­tuju.</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Sebagai tambahan, membuktikan kesalahan pikiran yang su­dah terdistorsi melalui penyampaian alasan masuk akal dan indah sudah menjadi satu metode Al-Qur`an. Ayat lain meringan­kan kita berkenaan metode ini,</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="ayat" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-style:normal;font-family:&quot;" lang="IN">“Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ib­rahim mengatakan, ‘Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan,’ Orang itu berkata, ‘Saya dapat menghidup­kan dan mematikan.’ Ibrahim berkata, ‘Sesungguhnya, Allah menerbitkan matahari dari timur, maka ter­bit­kan­lah dia dari barat,’ lalu heran terdiamlah orang kafir itu, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (al-Baqarah [2]: 258)</span></strong></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Dengan ucapan singkat-padat dan dalam jangkauannya, Nabi Ibrahim a.s. menunjukkan kelemahan orang kafir di hada­pan keperkasaan Allah yang tak terhingga lewat paparan con­toh­-contoh sangat mengesankan, membuat orang itu kenal si­tu­asinya. Saran Nabi Ibrahim a.s. itu mengejutkan dan men­ja­di­kan orang kafir itu diam seribu bahasa. Pola bijak les­ta­ri ini merupakan contoh bagus untuk orang beriman dalam mendakwahkan Islam kepada pihak lain.</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="JudulSubBab" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">Menyeru Secara Terbuka dan Secara Rahasia</span></strong></p>
<p class="JudulSubBab" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong></strong></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Allah memberi tahu kita bahwa semua utusan-Nya memanfa­atkan beragam metode dan penjelasan untuk memperkenalkan Ke­agungan Allah kepada manusia dan kebutuhan mereka pada aga­ma. Contoh yang ditunjukkan oleh Nabi Nuh a.s. ini dapat dijadikan pedoman oleh semua orang beriman.</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">“Nuh berkata, ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan</span></strong><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></em><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">siang, maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan ba­junya (ke mukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat. Kemudian sesungguh­nya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan, kemudian sesungguhnya aku menyeru mereka lagi dengan terang-terangan dan dengan diam-diam, maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun kebun dan mengadakan pula di dalamnya untukmu sungai-sungai.’’” (Nuh [71]: 5-12)</span></strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> <em></em></span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Do’a ini mengungkapkan bahwa, bila perlu, orang-orang beriman diperkenankan menyampaikan penjelasan baik secara langsung maupun terselubung. Dengan mengingatkan kaumnya tentang hal-hal lumrah yang meninggalkan kesan mendalam pada diri mereka, Nabi Nuh a.s. menguraikan bahwa Allah menganugerahkan rahmat-Nya kepada mereka, agar mereka memikir­kannya. Dia ceritakan pada mereka bahwa Allah menurunkan hujan untuk mengairi tanaman mereka, memberikan harta dan anak-anak kepada mereka, menciptakan sungai-sungai dan kebun-kebun dengan limpahan hasil, dan bahwa hanya Dia pe­mi­lik segala rahmat yang mereka nikmati. Dalam upaya me­na­rik mereka lebih dekat pada konsep agama, dia berusaha keras untuk menjelaskan kepada kaumnya, yang belum mampu menyerap keindahan Islam dan keperluan diri mereka pada agama, bahwa ketamakan mereka akan kepentingan-kepentingan duniawi, semuanya juga berada dalam kendali Allah. Genggaman mereka pada hal-hal mendasar ini akan menjadi fondasi yang tepat untuk pemahaman lebih baik tentang adanya akhirat dan syariat Islam.</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="JudulSubBab" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;" lang="IN">Menjelaskan Tanda-Tanda Penciptaan</span></strong></p>
<p class="JudulSubBab" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong></strong></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Salah satu metode yang Allah perintahkan kepada orang beriman untuk mengaplikasikannya dalam mendakwahkan Islam kepada kaum mereka adalah dengan memperkenalkan tanda-tanda bukti penciptaan. Banyak Nabi, yang disebut dalam Al-Qur`an, membimbing umat mereka agar memikirkan tanda-tanda tersebut. Nabi Nuh a.s. termasuk seorang dari para rasul itu,</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat? Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita? Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya, kemudian Dia mengembalikan kamu ke dalam tanah dan mengeluarkan kamu (darinya pada hari kiamat) dengan sebenar-benarnya. Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan, supaya kamu menjalani jalan-jalan yang luas di bumi itu.” (Nuh [71]: 15-20)</span></strong></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Tanda–tanda penciptaan ini sangat besar maknanya dan mengandung uraian informasi yang bisa mengisi bilangan jilid buku. Coba pikirkan tentang tujuh lapis langit yang merupakan angkasa dan manfaat semua itu pada makhluk-makhluk penghuni bumi dan sitim ekologi, pengaruh sinar mentari dan cahaya bulan terhadap musim, cuaca, pergantian malam dengan siang, dan kehidupan manusia, akan memperlebar jarak pandang dan pada akhirnya orang tambah arif dan makin yakin pada keagungan Al-Qur`an. Dengan memikirkan secara mendalam terhadap bencana-bencana alam, bahwa sekecil apa pun terjadi perubahan pada sistem tata surya akan membawa akibat. Jagat raya kaya dengan rincian-rincian detail, yang diabaikan oleh sebagian terbesar umat manusia. Untuk alasan inilah, menggugah perhatian mereka untuk memikirkan hal-hal yang disebutkan itu dapat dijadikan perangkat dalam membimbing mereka untuk mencermati Mahakuasa dan Mahaperkasanya Allah. Nabi saw. menegaskan pentingnya perbuatan mulia semacam itu, </span></p>
<p class="ayat" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"><em>“Barangsiapa membimbing manusia menuju kebaikan akan mendapat ganjaran dari Allah setara dengan ganjaran yang dinikmati orang-orang yang mempraktikkan bimbingan itu.” </em></span><strong><span style="font-size:11pt;font-style:normal;font-family:&quot;" lang="IN">(HR Muslim)</span></strong></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Sesungguhnya, Al-Qur`an menyeru manusia untuk mensyukuri tanda-tanda ciptaan yang menunjukkan adanya Allah dan Kemahabesarannya, dan agar punya dampak atas diri mereka. Berikut ini adalah sebagian dari banyak ayat yang dapat menarik perhatian manusia pada subjek ini,<em> </em></span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">“Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak- retak sedikit pun? Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata, untuk jadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (mengingat Allah). Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam, dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun-susun, untuk menjadi rezeki bagi hamba-hamba (Kami), dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Seperti itulah terjadi kebangkitan.” (Qaaf [50]:6-11)</span></strong></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">“Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan, dan langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan, Dan bumi bagaimana ia dihamparkan? Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.” (al-Ghaasyiyah [88]: 17-21)</span></strong></p>
<p class="ayat" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"><em> </em></span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? Dan telah kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kukuh supaya bumi itu (tidak) guncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan pula bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk. Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya. Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari, dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (al-Anbiyaa` [21]: 30-33)</span></strong></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">“Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang benar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka darinya mereka makan. Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air, supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur? Mahasuci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.” (Yaasiin [36]: 33-36)</span></strong></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">“Sesungguhnya, pada langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk orang-orang yang beriman. Dan pada penciptaan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini; dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit, lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya, dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal.” (al–Jaatsiyah [45]: 3-5)</span></strong></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="JudulSubBab" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">Mendakwahkan Eksistensi Allah kepada Masyarakat Umum</span></strong></p>
<p class="JudulSubBab" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong></strong></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Seperti sudah dipaparkan sebelumnya, Al-Qur`an menampil­kan beragam-ragam metode untuk memdakwahkan Islam. Keputusan mengenai metode mana yang akan dipakai terserah pada kebijakan dan kearifan orang beriman. Banyak bagian dari Al-Qur`an merujuk pada cara para Rasul Allah menyampaikan Islam kepada orang per orang. Mereka juga menyebutkan satu penyampaian secara terbuka kepada masyarakat awam secara umum.</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Al-Qur`an menyatakan bahwa para utusan Allah menyapa warga masyarakat umum dengan sapaan “umatku”. Salah satu dari ayat-ayat (Qur`an) tentang ini berbunyi,</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">“Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Aad saudara mereka, Huud. Ia berkata, ‘Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertaqwa kepada-Nya?” (al-A’raaf [7]: 65)</span></strong></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Pada umumnya, manusia merasa terhina bila dipengaruhi oleh seseorang yang berbeda pandangan dengan mereka. Sebaliknya, meskipun mereka bisa diyakinkan pada kebenaran pandangan-pandangan itu, mereka tetap cenderung menolak sepenuhnya karena buruk sangka pribadi. Ini sebabnya, orang yang mengetahui adanya persepsi demikian mungkin akan memperoleh hasil yang lebih baik dengan menyapa masyarakat umum ketimbang secara orang per orang, karena reaksi positif dari sejumlah orang mungkin membawa dampak menguntungkan atas orang lain.</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="JudulSubBab" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">“Ibu Kota-Ibu Kota itu”</span></strong></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">“Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibu kota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami&#8230;.” (al-Qashash [28]: 59)</span></strong></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Sepanjang sejarah, Allah telah mengutus para rasul-Nya ke ibu kota-ibu kota untuk menyampaikan kepada para penduduk­nya pesan-pesan-Nya. Ini dapat dijadikan pedoman oleh umat beriman, sebab sebagai satu persyaratan umum adalah lebih efektif memusatkan perhatian pada tempat-tempat utama, lalu mengembangkannya ke kawasan-kawasan lain. Sesungguhnya, Al-Qur`an menegaskan bahwa orang-orang beriman pertama-pertama mengembangkan Islam kepada keluarga mereka. Setelah sanak keluarga merasakan keindahannya, mereka menargetkan pengembangan kepada kelompok yang lebih besar. Inilah cara paling efektif dalam memanfaatkan bakat dakwah mereka dengan sebaik-baiknya.</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Sebagaimana diindikasikan oleh Al-Qur`an, para rasul pada umumnya diutus ke kawasan-kawasan padat penduduk di mana “para pemimpin bangsa”, yakni mereka yang umumnya paling keras kepala, menetap. Para utusan Allah pertama-tama menyeru mereka untuk hanya takut kepada Allah dan tentang keindahan moral Islam, sebab para rasul sadar bahwa kecenderungan para pemimpin terhadap Islam akan memberi dampak positif pada banyak orang lain.</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Seruan Nabi Musa a.s. kepada Fir’aun adalah satu contoh yang bagus,</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">“Sudahkah sampai kepadamu (ya Muhammad) kisah Musa. Tatkala Tuhannya memanggilnya di lembah suci ialah Lembah Thuwa, ‘Pergilah kamu kepada Fir’aun, sesungguh­nya dia telah melampaui batas, dan katakanlah (kepada Fir’aun), ‘Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan). Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar kamu takut kepada-Nya.’’” (an-Naazi’aat [79]: 15-19)</span></strong></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Kearifbijaksanaan yang terpancar dari ayat-ayat ini su­dah bercerita dengan sendirinya: dengan membuktikan kesalah­an pandangan dari orang kafir terkemuka akan membuka pe­luang besar bagi pengikut pemimpin kaum itu untuk menerima ke­benaran.</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="JudulSubBab" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">Pengaruh Kekayaan dan Kegemerlapan</span></strong></p>
<p class="JudulSubBab" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong></strong></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Keindahan fisik lingkungan termasuk faktor penting lain­nya yang menunjang keberhasilan pendakwah dalam misi me­nye­bar­luaskan amanah Allah. Sebetulnya, apakah ini merupa­kan kehendak atau bukan, berupaya mendirikan satu tempat yang indah sudah merupakan satu hal lumrah dari keinginan dan tekad semua orang beriman untuk mendekati keindahan surga; orang-orang beriman senantiasa berusaha menerapkan pemahaman qur`ani tentang estetika dan seni keindahan pada lingkungan mereka dan sekitarnya. Al-Qur`an mengandung urai­an teramat gemerlapan dan menakjubkan tentang puri, ta­man, sungai, dipan, dan beragam keindahan dekorasi lainnya yang semuanya menggetarkan jiwa manusia. Dengan begitu, orang-orang beriman mengadopsi gaya estetika qur`ani ini.</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Lebih jauh, Al-Qur`an memberi perhatian besar terhadap betapa tingginya serapan di lubuk jiwa umat Islam akan dampak positif dari lingkungan megah dan indah. Dengan cara ini, mereka yang baru diperkenalkan pada Islam hendaknya bisa melihat gambaran bentuk surga menyatu di dalam gaya hidup orang-orang beriman dan lingkungan mereka. Ini membawa hati mereka lebih dekat kepada Islam dan, sebagaimana dengan semua aspek lainnya dari Al-Qur`an, mereka dapat meneliti bagaimana konsep qur`ani diamalkan.</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Al-Qur`an memberikan kepada kita sebuah contoh yang tersebut dalam kisah Nabi Sulaiman a.s. dan Ratu Saba, </span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">“Dikatakan kepadanya, ‘Masuklah ke dalam istana.’ Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaiman, ‘Sesungguhnya, ia adalah istana licin terbuat dari kaca.’ Berkatalah Balqis, ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam.’” (an-Naml [27]: 44)</span></strong></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Setelah mendengar bahwa Ratu Saba dan rakyatnya menyembah matahari, Nabi Sulaiman a.s. menyeru mereka supaya memasrahkan diri kepada Allah dan Islam. Ratu Saba yang mengunjungi istana Nabi Sulaiman a.s. setelah menerima surat beliau, sangat terkesan pada keindahan dan kekayaan yang dilihatnya di sana. Kekagumannya pada kemolekan itu menggiring dirinya untuk memasrahkan diri ke jalan kebenaran.</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa lantai istana itu sedemikian tembus pandang sehingga Ratu mengira itu limpahan air, dan karena itu ia menyingkapkan bajunya. Lantai tersebut mengandung unsur kemiripan menakjubkan dengan surga, yang digambarkan Al-Qur`an sebagai sebuah tempat penuh dengan “taman-taman” dengan “sungai-sungai mengalir di bawahnya”, dan meskipun istana itu dibangun oleh manusia, ia memberikan dampak seketika atas mereka yang diserukan Islam. Dengan mengakui bahwa keindahan yang melingkarinya adalah hasil dari kearifbijaksanaan, Balqis menyerahkan dirinya pada keagungan (<em>superiority</em>) Islam.</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Lebih dari itu, estetika penampilan suatu tempat dan ke­ber­sihannya memberikan rasa lega pada jiwa manusia. Tempat-tempat yang terang benderang, lapang, dan bersih menu­kil­kan satu dekorasi estetika tersendiri yang amat menyen­tuh pada kedamaian pikiran dari orang-orang beriman, dan se­ca­ra positif membawa dampak kepada siapa dakwah sedang disampaikan. Di sisi lain, tempat-tempat gelap, suram, dan berantakan dapat menyebalkan setiap orang, meskipun mereka sendiri tidak menyadari kenyataan ini.</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Namun, kita harus ingat bahwa Allah membimbing dan menganugerahkan mata hati kepada tiap manusia. Suasana-suasana demikian hanya dapat berfungsi sebagai suatu do’a, sebab semua itu tidak menjamin bahwa manusia akan memperoleh keyakinan akan adanya Allah. Sementara itu, apa yang sebetulnya perlu diindahkan oleh orang–orang beriman adalah berusaha maksimal untuk mendapatkan ridha Allah dan menyeru manusia kepada Islam sebagai satu amal ibadah. Imbalan untuk pengabdian ini, akan secara adil didapatkan manusia di hari kemudian.</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="JudulSubBab" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">Penampilan Fisik</span></strong></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Melalui penampilan fisik, umat beriman memperlihatkan bah­wa mereka hidup menurut prinsip-prinsip moral Al-Qur`an. Di dalam Al-Qur`an, ada seruan Allah kepada manusia beriman untuk sepenuhnya memberi perhatian pada raga dan merawatnya. Dengan mematuhi semua rekomendasi dan perintah Allah akan membuat semua insan beriman, mereka yang melaksanakan suruhan-suruhan Al-Qur`an, mendapatkan kesan mendalam di mata sekalian manusia.</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Di pihak lain, hanyalah pikiran yang jernih dan terbuka yang mampu memfokuskan perhatian pada subjek tertentu. Oleh sebab itu, makhluk beriman yang menyeru manusia lain kepada Islam haruslah menjauhi apa pun yang dapat membuyarkan perhatian orang-orang tidak beriman, agar mereka dapat memusatkan perhatian pada pesan dan tanda-tanda keberadaan Allah. Penampilan yang tidak necis membuahkan dampak negatif dan tak menyenangkan pada pemirsa­/pendengar, sementara juru dakwah yang berserah diri pada Al-Qur`an akan sentiasa menyenangkan pandangan mata. Ne­cis­nya penampilan dan kebersihan mereka menumbuhkan rasa kagum, hormat, dan menggugah perhatian.</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="JudulSubBab" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">Penuhi Kebutuhan Manusia</span></strong></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Hal lain yang ditunjuk dalam Al-Qur`an adalah agar makhluk beriman memenuhi kebutuhan mereka yang baru saja diperkenalkan kepada Islam. Ini merupakan kecenderungan alami bagi manusia beriman, karena moralitas qur`ani mengajar­kan mereka supaya berbaik hati dan peduli pada sesama<strong> </strong>meskipun kita sepenuhnya asing bagi mereka.</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Surah at-Taubah [9]: 60, “&#8230; para mualaf yang dibujuk hatinya&#8230;,”</span></strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> menyebutkan bahwa mereka ini termasuk dalam kelompok penerima zakat. Oleh sebab itu, apa pun yang diberi­kan kepada mereka yang hatinya hendak direbut kepada Is­lam adalah sejalan dan patuh pada tuntunan Al-Qur`an.</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Di pihak lain, memusatkan perhatian pada suatu subjek penting membutuhkan banyak daya tenaga (<em>energy</em>) baik buat pendengar maupun penceramah. Mengekang energi seseorang kepada topik tertentu untuk waktu lama dapat mendatangkan keletihan raga dan mental. Menawarkan sesuatu kepada mereka untuk dimakan atau diminum dapat meningkatkan daya tenaga ke taraf tertentu dan menolong mereka berkonsentrasi.</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="JudulSubBab" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">Keikhlasan</span></strong></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Al-Qur`an menyediakan banyak metode menguntungkan untuk mendakwahkan pesan. Akan tetapi, yang membuat metode-metode dan upaya ini efektif adalah keikhlasan. Pengertian ikhlas menurut Al-Qur`an agak beda dari apa yang dipahami oleh masyarakat yang jahili. Keikhlasan sejati hanya dapat dirasakan apabila mereka yang berceramah yakin pada apa yang diceramahkan. Ketidakikhlasan akan terungkap manakala ucapan tidak sesuai dengan rekomendasi-rekomendasi Allah, dapat diketahui dengan mudah dari sikap bagaimana seseorang bicara.</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Di pihak lain, sikap dari mereka yang sungguh-sungguh meyakini kebenaran dari apa yang mereka dakwahkan dan hidup dengannya agak sedikit berbeda. Sebagai contoh, orang yang berkeyakinan kuat adanya akhirat menjelaskan neraka dengan sikap meyakinkan. Nada suara, ekpresi, dan tata bicara mereka memaparkan perasaan mereka sesungguhnya, sehingga menggugah pihak lain menerima kebenaran adanya neraka yang menakutkan itu. Penjelasan oleh mereka yang tidak menguasai unsur eksistensinya, di sisi lain, mungkin menghasilkan dampak negatif pada orang lain. Jadi, nilai-nilai, sikap, dan kehidupan orang-orang ini hendaknya mendukung uraian mereka.</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Kita juga perlu ingat bahwa keikhlasan hanya dapat diperoleh melalui keyakinan murni. Allah minta perhatian kita pada ciri sifat<strong> </strong>dari para utusan-Nya sebagaimana disebutkan di dalam banyak ayat. Sesungguhnya, dengan maksud menyangkal pengaruh seruan yang telah disampaikan para utusan Allah pada jiwa mereka, orang-orang kafir sepanjang sejarah memutarbalikkan semua itu dengan menyebut­nya sihir belaka.</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="JudulSubBab" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;" lang="IN">Khotbah yang Menentukan</span></strong></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Mendakwahkan pesan secara arif bijaksana, yakni khotbah singkat, padat, dan efektif, adalah wajah lain dari adil yang sama efektifnya dengan keikhlasan. Pidato seperti ini bermakna menjelaskan satu subjek melalui beberapa kata yang memukau, mengutarakan hal-hal terpenting saja, dan menghindari rincian-rincian yang tak ada kaitannya. Al-Qur`an menegaskan pentingnya pidato yang arif bijaksana, </span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="ayat" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-style:normal;font-family:&quot;" lang="IN">“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya, Tuhanmu Dialah yang lebih mngetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (an-Nahl [16]: 125)</span></strong></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Kunci untuk pidato bijaksana adalah keikhlasan. Dari ayat di bawah ini, kita memahami bahwa kearifan<strong> </strong>tidak dapat dipalsukan. Dan seseorang bisa mendapatkannya hanya dengan Kehendak Allah,</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="ayat" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-style:normal;font-family:&quot;" lang="IN">“Allah menganugerahkan al-hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al-Qur`an dan As-Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah itu, ia benar-benar telah dianugerahi karunia&#8230;.”(al-Baqarah [2]: 269)</span></strong></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Allah menekankan perhatian terhadap pentingnya khotbah yang menentukan, dengan mengatakan itu adalah satu hikmah dari sudut pandang Dia, sebagaimana dapat kita baca di bawah ini,</span></p>
<p class="paragraf" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="ayat" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-style:normal;font-family:&quot;" lang="IN">“Dan setelah cukup umur dan sempurna akalnya, Kami berikan kepadanya (Musa) hikmah (kenabian) dan pengeta­huan. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (al-Qashash [28]: 14)</span></strong></p>
<p class="ayat" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-style:normal;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="ayat" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-style:normal;font-family:&quot;" lang="IN">“Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan kepadanya (Dawud) hikmah dan kebijaksanaan dalam menye­lesaikan perselisihan.” (Shaad [38]: 20)</span></strong></p>
<p class="ayat" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-style:normal;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="ayat" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-style:normal;font-family:&quot;" lang="IN">“&#8230; Allah memberikan kepadanya (Dawud) pemerintahan dan hikmah, (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki&#8230;.” (al-Baqarah [2]: 251)</span></strong></p>
<p class="ayat" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-style:normal;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="ayat" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-style:normal;font-family:&quot;" lang="IN">“&#8230; Kami telah memberikan kitab dan hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar.” (an-Nisaa` [4]: 54)</span></strong></p>
<p class="ayat" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-style:normal;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="ayat" style="text-indent:28.35pt;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-style:normal;font-family:&quot;" lang="IN">“(Allah berkata), ‘Hai Yahya, ambillah Al-Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan Kami berikan ke­pa­danya hikmah selagi ia masih kanak-kanak.’” (Maryam [19]: 12)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/forumn.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/forumn.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/forumn.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/forumn.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/forumn.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/forumn.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/forumn.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/forumn.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/forumn.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/forumn.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/forumn.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/forumn.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/forumn.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/forumn.wordpress.com/199/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forumn.wordpress.com&amp;blog=6333701&amp;post=199&amp;subd=forumn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forumn.wordpress.com/2009/02/22/metoda-dakwah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b36ba6b992d797b0a0e9fa3f5a685178?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">forumn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nenek Moyang Rasulullah Saw</title>
		<link>http://forumn.wordpress.com/2009/02/21/nenek-moyang-rasulullah-saw/</link>
		<comments>http://forumn.wordpress.com/2009/02/21/nenek-moyang-rasulullah-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2009 12:54:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forumn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[Tarikh]]></category>
		<category><![CDATA[Mekkah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forumn.wordpress.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Tatkala Ka&#8217;bah dibangun menurut gambaran yang ada dalam khayal kita &#8211; tidak lebih Mekah hanya terdiri dari kabilah-kabilah Amalekit dan Jurhum. Sesudah Ismail menetap di sana dan bersama-sama dengan ayahnya memasang sendi-sendi rumah itu, barulah Mekah mengalami perkembangan. Untuk beberapa waktu yang cukup lama kemudian ia menjadi sebuah kota atau yang menyerupai kota. Kita katakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forumn.wordpress.com&amp;blog=6333701&amp;post=196&amp;subd=forumn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tatkala Ka&#8217;bah dibangun menurut gambaran yang ada dalam khayal kita &#8211; tidak lebih Mekah hanya terdiri dari kabilah-kabilah Amalekit dan Jurhum. Sesudah Ismail menetap di sana dan bersama-sama dengan ayahnya memasang sendi-sendi rumah itu, barulah Mekah mengalami perkembangan. Untuk beberapa waktu yang cukup lama kemudian ia menjadi sebuah kota atau yang menyerupai kota. Kita katakan menyerupai kota, karena Mekah dengan penduduknya waktu itu masih membawa sifat sisa-sisa keterbelakangan dalam arti yang sangat bersahaja. Beberapa penulis sejarah tidak keberatan dalam menyebutkan, bahwa Mekah itu masih terbelakang sebelum semua urusan berada di tangan Qushayy pada pertengahan abad kelima Masehi itu. Sukar bagi kita akan dapat membayangkan suatu daerah seperti Mekah dengan Rumah Purbanya yang dianggap suci itu akan tetap berada dalam suasana hidup pengembaraan. Padahal sejarah membuktikan bahwa persoalan Rumah Suci itu berada di tangan Ismail dalam lingkungan keluarga Jurhum selama beberapa generasi kemudian. Mereka tinggal di sekitar tempat itu, di samping Mekah masa itu memang tempat pertemuan kafilah-kafilah dalam perjalanan ke Yaman, Hira, Syam dan Najd. Juga hubungannya dengan Laut Merah yang tidak jauh dari tempat itu merupakan hubungan langsung dengan perdagangan dunia. Sukar akan dapat dibayangkan adanya suatu daerah dalam keadaan demikian itu akan tetap tanpa ada pendekatan dari dunia lain dari segi peradabannya. Beralasan sekali dugaan kita, bahwa Mekah, yang sudah didoakan oleh Ibrahim dan ditetapkan Allah akan menjadi suatu daerah yang aman sentosa, sudah mengenal hidup stabil selama beberapa generasi sebelum Qushayy.</p>
<p>Meskipun sudah dikalahkan oleh Amalekit, Mekah masih di tangan Jurhum sampai pada masa Mudzadz bin &#8216;Amr ibn Harith. Selama dalam masa generasi ini perdagangan Mekah mengalami perkembangan yang pesat sekali di bawah kekuasaan orang-orang yang biasa hidup mewah, sehingga mereka lupa bahwa mereka berada di tanah tandus dan bahwa mereka perlu selalu berusaha dan selalu waspada. Demikian lalainya mereka itu sehingga Zamzam menjadi kering dan pihak kabilah Khuza&#8217;a merasa perlu memikirkan akan turut terjun memegang pimpinan di tanah suci itu.</p>
<p>Peringatan Mudzadz kepada masyarakatnya tentang akibat hidup berfoya-foya, tidak berhasil. Ia yakin sekali bahwa hal ini akan menghanyutkan mereka semua. Kemudian ia berusaha menggali Zamzam lebih dalam lagi. Diambilnya dua buah pangkal pelana emas dari dalam Ka&#8217;bah beserta harta yang dibawa orang sebagai sesajen ke dalam Rumah Suci itu. Dimasukkannya semua itu ke dalam dasar sumur, sedang pasir yang masih ada di dalamnya dikeluarkan, dengan harapan pada suatu waktu ia akan menemukannya kembali. Ia keluar dengan anak-anak Ismail dari Mekah. Kekuasaan sesudah itu dipegang oleh Khuza&#8217;a. Demikian seterusnya turun-temurun sampai kepada Qushayy bin Kilab, nenek (kakek) Nabi Muhammad yang kelima.</p>
<p>Fatimah bint Sa&#8217;d bin Sahl kawin dengan Kilab dan mempunyai anak bernama Zuhra dan Qushayy. Kilab meninggal dunia ketika Qushayy masih bayi. Kemudian Fatimah kawin lagi dengan Rabi&#8217;a bin Haram. Kemudian mereka pergi ke Syam dan di sana Fatimah melahirkan Darraj. Qushayy semakin besar juga dan ia hanya mengenal Rabi&#8217;a sebagai ayahnya. Lambat-laun antara Qushayy dengan pihak kabilah Rabi&#8217;a terjadi permusuhan. Ia dihina dan dikatakan berada di bawah perlindungan mereka, padahal bukan dari pihak mereka Qushayy mengadukan penghinaan itu kepada ibunya.</p>
<p>&#8220;Ayahmu lebih mulia dari mereka,&#8221; kata ibunya kepada Qushayy. &#8220;Engkau anak Kilab bin Murra, dan keluargamu di Mekah menempati Rumah Suci.&#8221;</p>
<p>Qushayy lalu pergi ke Mekah, dan menetap di sana. Karena pandangannya yang baik dan mempunyai kesungguhan, orang-orang di Mekah sangat menghormatinya. Pada waktu itu pengawasan Rumah Suci di tangan Hulail bin Hubsyia &#8211; orang yang berpandangan tajam dari kabilah Khuza&#8217;a. Tatkala Qushayy melamar puterinya, Hubba, ternyata lamarannya diterima baik dan kawinlah mereka. Qushayy terus maju dalam usaha dan perdagangannya, yang membuat ia jadi kaya, harta dan anak-anaknya pun banyak pula. Di kalangan masyarakatnya ia makin terpandang. Hulail meninggal dengan meninggalkan wasiat supaya kunci Rumah Suci di tangan Hubba puterinya. Tetapi Hubba menolak dan kunci itu dipegang oleh Abu Ghibsyan dari kabilah Khuza&#8217;a. Tetapi Abu Ghibsyan ini seorang pemabuk. Ketika pada suatu hari ia kehabisan minuman keras kunci itu dijualnya kepada Qushayy dengan cara menukarnya dengan minuman keras.</p>
<p>Khuza&#8217;a sudah memperhitungkan betapa kedudukannya nanti bila pimpinan Ka&#8217;bah itu berada di tangan Qushayy sebagai orang yang banyak hartanya dan orang yang mulai berpengaruh di kalangan Quraisy. Mereka merasa keberatan bilamana masalah pimpinan Rumah Suci berada di tangan pihak lain selain mereka sendiri. Pada waktu Qushayy meminta bantuan Quraisy, beberapa kabilah memang sudah berpendapat bahwa dialah penduduk yang paling kuat dan sangat dihargai di Mekah. Mereka mendukung Qushayy dan berhasil mengeluarkan Khuza&#8217;a dari Mekah. Sekarang seluruh pimpinan Rumah Suci itu sudah di tangan Qushayy dan dia diakui sebagai pemimpin mereka.</p>
<p>Qushayy dan Anak-anaknya<br />
Seperti sudah kita kemukakan, beberapa orang berpendapat, bahwa sampai pada waktu pimpinan Mekah berada di tangan Qushayy, bangunan apapun belum ada di tempat itu, selain Ka bah. Alasannya ialah, karena baik Khuza&#8217;a atau Jurhum tidak ingin melihat ada bangunan lain di sekitar Rumah Tuhan itu, juga karena pada malam hari mereka tidak pernah tinggal di tempat itu, melainkan pergi ke tempat-tempat terbuka. Ditambahkan pula bahwa setelah Qushayy memegang pimpinan Mekah ia mengumpulkan Quraisy dan menyuruh mereka membangun di tempat itu. Dengan dipelopori oleh Qushayy sendiri dibangunnya Dar&#8217;n-Nadwa sebagai tempat pertemuan pembesar-pembesar Mekah yang dipimpin oleh Qushayy sendiri. Di tempat ini mereka bermusyawarah mengenai masalah-masalah negeri itu. Menurut kebiasaan mereka, setiap persoalan yang mereka hadapi selalu diselesaikan dengan persetujuan bersama. Baik wanita atau laki-laki yang akan melangsungkan perkawinan harus di tempat ini pula.</p>
<p>Dengan perintah Qushayy orang-orang Quraisy lalu membangun tempat-tempat tinggal mereka di sekitar Ka&#8217;bah itu, dengan meluangkan tempat yang cukup luas untuk mengadakan tawaf sekitar Rumah itu dan pada setiap dua rumah disediakan jalan yang menembus ke tempat tawaf tersebut.</p>
<p>Anak Qushayy yang tertua ialah Abd&#8217;d-Dar. Akan tetapi Abd Manaf adiknya, sudah lebih dulu tampil ke depan umum dan sudah mendapat tempat pula.</p>
<p>Mekah di Tangan Qushayy<br />
Sesudah usianya makin lanjut, kekuatannyapun sudah berkurang dan sudah tidak kuat lagi ia mengurus Mekah sebagaimana mestinya, kunci Rumah itupun diserahkannya kepada Abd&#8217;d-Dar, demikian juga soal air minum, panji dan persediaan makanan. Setiap tahun Quraisy memberikan sumbangan dari harta mereka yang diserahkannya kepada Qushayy guna membuatkan makanan pada musim ziarah. Makanan ini kemudian diberikan kepada mereka yang datang tidak dalam kecukupan. Qushayy adalah orang yang pertama mewajibkan kepada Quraisy menyiapkan persediaan makanan. Dikumpulkannya mereka itu dan ia sangat merasa bangga terhadap mereka ketika bersama-sama mereka berhasil mengeluarkan Khuza&#8217;a dari Mekah. Ketika mewajibkan itu ia berkata kepada mereka:</p>
<p>&#8220;Saudara-saudara Quraisy! Kamu sekalian adalah tetangga Tuhan, keluarga RumahNya dan Tempat yang Suci. Mereka yang datang berziarah adalah tamu Tuhan dan pengunjung RumahNya. Mereka itulah para tamu yang paling patut dihormati. Pada musim ziarah itu sediakanlah makanan dan minuman sampai mereka pulang kembali.&#8221;</p>
<p>Hasyim dan Abd&#8217;l-Muttalib<br />
Seperti ayahnya, Abd&#8217;d-Dar juga telah memegang pimpinan Ka&#8217;bah dan kemudian diteruskan oleh anak-anaknya. Akan tetapi anak-anak Abd Manaf sebenarnya mempunyai kedudukan yang lebih baik dan terpandang juga di kalangan masyarakatnya. Oleh karena itu, anak-anak Abd Manaf, yaitu Hasyim, Abd Syams, Muttalib dan Naufal sepakat akan mengambil pimpinan yang ada di tangan sepupu-sepupu mereka itu. Tetapi pihak Quraisy berselisih pendapat: yang satu membela satu golongan yang lain membela golongan yang lain lagi.</p>
<p>Keluarga Abd Manaf mengadakan Perjanjian Mutayyabun dengan memasukkan tangan mereka ke dalam tib, (yaitu bahan wangi-wangian) yang dibawa ke dalam Ka&#8217;bah. Mereka bersumpah takkan melanggar janji. Demikian juga pihak Keluarga Abd&#8217;d-Dar mengadakan pula Perjanjian Ahlaf: Antara kedua golongan itu hampir saja pecah perang yang akan memusnakan Quraisy, kalau tidak cepat-cepat diadakan perdamaian. Keluarga Abd Manaf diberi bagian mengurus persoalan air dan makanan, sedangkan kunci, panji dan pimpinan rapat di tangan Keluarga Abd&#8217;d-Dar. Kedua belah pihak setuju, dan keadaan itu berjalan tetap demikian, sampai pada waktu datangnya Islam.</p>
<p>Tugas-tugas Duniawi dan Agama di Mekah<br />
Hasyim termasuk pemuka masyarakat dan orang yang berkecukupan. Dialah yang memegang urusan air dan makanan. Dia mengajak masyarakatnya seperti yang dilakukan oleh Qushayy kakeknya, yaitu supaya masing-masing menafkahkan hartanya untuk memberi makanan kepada pengunjung pada musim ziarah. Pengunjung Baitullah, tamu Tuhan inilah yang paling berhak mendapat penghormatan. Kenyataannya memang para tamu itu diberi makan sampai mereka pulang kembali.</p>
<p>Peranan yang dipegang Hasyim tidak hanya itu saja, bahkan jasanya sampai ke seluruh Mekah. Pernah terjadi musim tandus, dia datang membawakan persediaan makanan, sehingga kembali penduduk itu menghadapi hidupnya dengan wajah berseri. Hasyim jugalah yang membuat ketentuan perjalanan musim, musim dingin dan musim panas. Perjalanan musim dingin ke Yaman, dan perjalanan musim panas ke Suria.</p>
<p>Dengan adanya semua kenyataan ini keadaan Mekah jadi berkembang dan mempunyai kedudukan penting di seluruh jazirah, sehingga ia dianggap sebagai ibukota yang sudah diakui. Dengan perkembangan serupa itu tidak ragu-ragu lagi anak-anak Abd Manaf membuat perjanjian perdamaian dengan tetangga-tetangganya. Hasyim sendiri membuat perjanjian sebagai tetangga baik dan bersahabat dengan Imperium Rumawi dan dengan penguasa Ghassan. Pihak Rumawi mengijinkan orang-orang Quraisy memasuki Suria dengan aman. Demikian juga Abd Syams membuat pula perjanjian dagang dengan Najasyi (Negus). Selanjutnya Naufal dan Muttalib juga membuat persetujuan dengan Persia dan perjanjian dagang dengan pihak Himyar di Yaman.</p>
<p>Mekah sekarang bertambah kuat dan bertambah makmur. Demikian pandainya penduduk kota itu dalam perdagangan sehingga tak ada pihak lain yang semasa yang dapat menyainginya. Rombongan kafilah datang ke tempat itu dari segenap penjuru dan berangkat lagi pada musim dingin dan musim panas. Di sekitar tempat itu didirikan pasar-pasar guna menjalankan perdagangan itu. Itu pula sebabnya mereka jadi cekatan sekali dalam utang-piutang dan riba serta segala sesuatu yang berhubungan dengan perdagangan. Tak ada yang teringat akan menyaingi Hasyim yang kini sudah makin lanjut usianya itu dalam kedudukannya sebagai penguasa Mekah. Hanya kemudian terbayang oleh Umayya anak Abd Syams -sepupunya &#8211; bahwa sudah tiba masanya kini ia akan bersaing. Tetapi dia tidak berdaya, dan kedudukan itu tetap dipegang Hasyim. Sementara itu Umayya telah meninggalkan Mekah dan selama sepuluh tahun tinggal di Suria.</p>
<p>Pada suatu ketika dalam perjalanan pulang dari Suria, ketika Hasyim melalui Jathrib dilihatnya seorang wanita baik-baik dan terpandang, muncul di tengah-tengah orang yang sedang mengadakan perdagangan dengan dia. Wanita itu ialah Salma anak &#8216;Amr dari kabilah Khazraj. Hasyim merasa tertarik. Ditanyakannya, adakah ia sedang dalam ikatan dengan laki-laki lain? Setelah diketahui bahwa dia seorang janda dan tidak mau kawin lai kecuali bila ia memegang kebebasan sendiri, Hasyim lalu melamarnya. Dan wanita itupun menerima, karena dia mengetahui kedudukan Hasyim di tengah-tengah masyarakatnya.</p>
<p>Beberapa waktu lamanya ia tinggal di Mekah dengan suaminya. Kemudian ia kembali ke Jathrib. Di kota ini ia melahirkan seorang anak yang diberi nama Syaiba.</p>
<p>Beberapa tahun kemudian dalam suatu perjalanan musim panas ke Ghazza (Gaza). Hasyim meninggal dunia. Kedudukannya digantikan oleh adiknya, Muttalib. Sebenarnya Muttalib ini masih adik Abd Syams. Tetapi dia sangat dihormati oleh masyarakatnya. Karena sikapnya yang suka menenggang dan murah hati oleh Quraisy ia dijuluki Al-Faidz&#8217;, (&#8220;Yang melimpah&#8221;). Dengan keadaan Muttalib yang demikian itu di tengah-tengah masyarakatnya, sudah tentu segalanya akan berjalan tenteram sebagaimana mestinya.</p>
<p>Pada suatu hari terpikir oleh Muttalib akan kemenakannya, anak Hasyim itu. Ia pergi ke Jathrib. Dan karena anak itu sudah besar, dimintanya kepada Salma supaya anaknya itu diserahkan kepadanya. Oleh Muttalib dibawanya pemuda itu ke atas untanya dan dengan begitu ia memasuki Mekah. Orang-orang Quraisy menduga bahwa yang dibawa itu budaknya. Oleh karena itu mereka lalu memanggilnya: Abd&#8217;l Muttalib (Budak Muttalib). &#8220;Hai,&#8221; kata Muttalib. &#8220;Dia kemenakanku anak Hasyim yang kubawa dari Jathrib.&#8221; Tetapi sebutan itu sudah melekat pada pemuda tersebut. Orang sudah memanggilnya demikian dan nama Syaiba yang diberikan ketika dilahirkan sudah dilupakan orang.</p>
<p>Pada mulanya Muttalib ingin sekali mengembalikan harta Hasyim untuk kemenakannya. Tetapi Naufal menolak, lalu menguasainya. Sesudah Abd&#8217;l-Muttalib mempunyai kekuatan ia meminta bantuan kepada saudara-saudara ibunya di Jathrib terhadap tindakan saudara ayahnya itu dengan maksud supaya miliknya dikembalikan kepadanya. Untuk memberikan bantuan itu pihak Khazraj di Jathrib mengirimkan delapan puluh orang pasukan perang. Dengan demikian Naufal terpaksa mengembalikan harta itu.</p>
<p>Sekarang Abd&#8217;l-Muttalib sudah menempati kedudukan Hasyim. Sesudah pamannya Muttalib, dialah yang mengurus pembagian air dan persediaan makanan. Dalam mengurus dua jabatan ini terutama urusan air &#8211; ia menemui kesulitan yang tidak sedikit. Sampai saat itu anaknya hanyalah seorang, yaitu Harith. Sedang persediaan air untuk tamu &#8211; sejak terserapnya sumur Zamzam didatangkan dari beberapa sumur yang terpencar-pencar sekitar Mekah, yang kemudian diletakkan di sebuah kolam di dekat Ka&#8217;bah. Anak yang banyak itu akan merupakan bantuan besar dan memudahkan pekerjaan serupa ini serta pengawasannya sekaligus. Sebaliknya, kalau Abd&#8217;l-Muttalib harus memikul jabatan penyediaan air dan makanan sedang anak hanya Harith satu-satunya, tentu hal ini akan terasa berat sekali. Ini jugalah yang lama menjadi pikiran.</p>
<p>Berziarah ke Mekah<br />
Orang-orang Arab masih selalu ingat kepada sumur Zamzam yang telah dicetuskan oleh Mudzadz bin Amr beberapa abad yang lalu. Menjadi harapan mereka selalu andaikata sumur itu masih tetap ada. Dan sesuai dengan kedudukannya Abd&#8217;l-Muttalib pun tentu lebih banyak lagi memikirkan dam mengharapkan hal itu. Demikian kerasnya keinginan itu hingga terbawa dalam tidurnya seolah ada suara gaib menyuruhnya menggali kembali sumur yang pernah menyembur di kaki Ismail neneknya dulu itu. Demikian mendesaknya suara itu dengan menunjukkan sekali letak sumur itu. Dan diapun memang gigih sekali ingin mencari letak Zamzam tersebut, sampai achirnya diketemukannya juga, yaitu terletak antara dua patung: Saf dan Na&#8217;ila.</p>
<p>Ia terus mengadakan penggalian, dibantu oleh anaknya, Harith. Waktu itu tiba-tiba air membersit dan dua pangkal pelana emas dan pedang Mudzadz mulai tampak. Sementara itu orang-orang lalu mau mencampuri Abd&#8217;l-Muttalib dalam urusan sumur itu serta apa yang terdapat di dalamnya. Akan tetapi Abd&#8217;l-Muttalib berkata:</p>
<p>&#8220;Tidak! Tetapi marilah kita mengadakan pembagian, antara aku dengan kamu sekalian. Kita mengadu nasib dengan permainan qid-h (anak panah). Dua anak panah buat Ka&#8217;bah, dua buat aku dan dua buat kamu. Kalau anak panah itu keluar, ia mendapat bagian, kalau tidak, dia tidak mendapat apa-apa.&#8221;</p>
<p>Usul ini disetujui. Lalu anak-anak panah itu diberikan kepada juru qid-h yang biasa melakukan itu di tempat Hubal di tengah-tengah Ka&#8217;bah. Anak panah Quraisy ternyata tidak keluar. Sekarang pedang-pedang itu buat Abd&#8217;l-Muttalib dan dua buah pangkal pelana emas buat Ka&#8217;bah. Pedang-pedang itu oleh Abd&#8217;l-Muttalib dipasang di pintu Ka&#8217;bah, sedang kedua pelana emas dijadikan perhiasan dalam Rumah Suci itu. Abd&#8217;l Muttalib meneruskan tugasnya mengurus air untuk keperluan tamu, sesudah sumur Zamzam dapat berjalan lancar.</p>
<p>Karena tidak banyak anak, Abd&#8217;l-Muttalib di tengah-tengah masyarakatnya sendiri itu merasa kekurangan tenaga yang akan dapat membantunya. Ia bernadar; kalau sampai beroleh sepuluh anak laki-laki kemudian sesudah besar-besar tidak beroleh anak lagi seperti ketika ia menggali sumur Zamzam dulu, salah seorang di antaranya akan disembelih di Ka&#8217;bah sebagai kurban untuk Tuhan. Tepat juga anaknya yang laki-laki akhirnya mencapai sepuluh orang dan takdirpun menentukan pula sesudah itu tidak beroleh anak lagi.</p>
<p>Dipanggilnya semua anak-anaknya dengan maksud supaya dapat memenuhi nadarnya. Semua patuh. Sebagai konsekwensi kepatuhannya itu setiap anak menuliskan namanya masing-masing di atas qid-h (anak panah). Kemudian semua itu diambilnya oleh Abd&#8217;l-Muttalib dan dibawanya kepada juru qid-h di tempat berhala Hubal di tengah-tengah Ka&#8217;bah.</p>
<p>Abdullah bin Abd&#8217;l-Muttalib<br />
Apabila sedang menghadapi kebingungan yang luarbiasa, orang-orang Arab masa itu lalu minta pertolongan juru qid-h supaya memintakan kepada Maha Dewa Patung itu dengan jalan (mengadu nasib) melalui qid-h. Abdullah bin Abd&#8217;l-Muttalib adalah anaknya yang bungsu dan yang sangat dicintai.</p>
<p>Setelah juru qid-h mengocok anak panah yang sudah dicantumi nama-nama semua anak-anak yang akan menjadi pilihan dewa Hubal untuk kemudian disembelih oleh sang ayah, maka yang keluar adalah nama Abdullah. Dituntunnya anak muda itu oleh Abd&#8217;l-Muttalib dan dibawanya untuk disembelih ditempat yang biasa orang-orang Arab melakukan itu di dekat Zamzam yang terletak antara berhala Isaf dengan Na&#8217;ila.</p>
<p>Kisah Penebusannya<br />
Tetapi saat itu juga orang-orang Quraisy serentak sepakat melarangnya supaya jangan berbuat, dan atas pembatalan itu supaya memohon ampun kepada Hubal. Sekalipun mereka begitu mendesak, namun Abd&#8217;l-Muttalib masih ragu-ragu juga. Ditanyakannya kepada mereka apa yang harus diperbuat supaya sang berhala itu berkenan. Mughira bin Abdullah dari suku Makhzum berkata: &#8220;Kalau penebusannya dapat dilakukan dengan harta kita, kita tebuslah.&#8221;</p>
<p>Setelah antara mereka diadakan perundingan, mereka sepakat akan pergi menemui seorang dukun di Jathrib yang sudah biasa memberikan pendapat dalam hal semacam ini. Dalam pertemuan mereka dengan dukun wanita itu kepada mereka dimintanya supaya menangguhkan sampai besok.</p>
<p>&#8220;Berapa tebusan yang ada pada kalian?&#8221; tanya sang dukun.</p>
<p>&#8220;Sepuluh ekor unta.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kembalilah ke negeri kamu sekalian,&#8221; kata dukun itu. &#8220;Sediakanlah tebusan sepuluh ekor unta. Kemudian keduanya itu diundi dengan anak panah. Kalau yang keluar itu atas nama anak kamu, ditambahlah jumlah unta itu sampai dewa berkenan.&#8221;</p>
<p>Merekapun menyetujui.</p>
<p>Setelah yang demikian ini dilakukan ternyata anak panah itu keluar atas nama Abdullah juga. Ditambahnya jumlah unta itu sampai mencapai jumlah seratus ekor. Ketika itulah anak panah keluar atas nama unta itu. Sementara itu orang-orang Quraisy berkata kepada Abd&#8217;l-Muttalib &#8211; yang sedang berdoa kepada tuhannya: &#8220;Tuhan sudah berkenan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tidak,&#8221; kata Abd&#8217;l-Muttalib. &#8220;Harus kulakukan sampai tiga kali.&#8221; Tetapi sampai tiga kali dikocok anak panah itupun tetap keluar atas nama unta itu juga. Barulah Abd&#8217;l-Muttalib merasa puas setelah ternyata sang dewa berkenan. Disembelihnya unta itu dan dibiarkannya begitu tanpa dijamah manusia atau binatang.</p>
<p>Dengan begitu itulah buku-buku biografi melukiskan. Digambarkannya beberapa macam adat-istiadat orang Arab, kepercayaan serta cara-cara mereka melakukan upacara kepercayaan itu. Hal ini menunjukkan sekaligus betapa mulianya kedudukan Mekah dengan Rumah Sucinya itu di tengah-tengah tanah Arab. At-Tabari menceritakan &#8211; sehubungan dengan kisah penebusan ini &#8211; bahwa pernah ada seorang wanita Islam bernadar bahwa bila maksudnya terlaksana dalam melakukan sesuatu, ia akan menyembelih anaknya. Ternyata kemudian maksudnya terkabul. Ia pergi kepada Abdullah bin Umar. Orang ini tidak memberikan pendapat. Kemudian ia pergi kepada Abdullah bin Abbas yang ternyata memberikan fatwa supaya ia menyembelih seratus ekor unta, seperti halnya dengan penebusan Abdullah anak Abd&#8217;l-Muttalib. Tetapi Marwan &#8211; penguasa Medinah ketika itu &#8211; merasa heran sekali setelah mengetahui hal itu. &#8220;Nadar tidak berlaku dalam suatu perbuatan dosa,&#8221; katanya.</p>
<p>Kedudukan Mekah dengan status Rumah Sucinya itu menyebabkan beberapa daerah lain yang jauh-jauh juga membuat rumah-rumah ibadat sendiri-sendiri, dengan maksud mengalihkan perhatian orang dari Mekah dan Rumah Sucinya. Di Hira pihak Ghassan mendirikan rumah suci, Abraha al-Asyram membangun rumah suci di Yaman. Tetapi bagi orang Arab itu tak dapat menggantikan Rumah Suci yang di Mekah, juga tak dapat memalingkan mereka dari Kota Suci itu. Bahkan sampai demikian rupa Abraha menghiasi rumah sucinya yang di Yaman, dengan membawa perlengkapan yang paling mewah yang kira-kira akan menarik orang-orang Arab &#8211; bahkan orang-orang Mekah sendiri &#8211; ke tempat itu.</p>
<p>Kisah Abraha dan Gajah<br />
Akan tetapi setelah ternyata bahwa tujuan orang-orang Arab itu hanya Rumah Purba itu juga, dan orang-orang Yaman sendiripun meninggalkan rumah yang dibangunnya itu serta menganggap ziarah mereka tidak sah kalau tidak ke Mekah, maka sekarang tak ada jalan lain bagi penguasa Negus itu kecuali ia harus menghancurkan rumah Ibrahim dan Ismail itu. Dengan pasukan yang besar didatangkan dari Abisinia dia sudah mempersiapkan perang dan dia sendiri di depan sekali di atas seekor gajah besar.</p>
<p>Tatkala pihak Arab mendengar hal itu, besar sekali kekuatirannya akan akibat yang mungkin ditimbulkan karenanya. Suatu hal yang luar biasa bagi mereka, kedatangan seorang laki-laki Abisinia akan menghancurkan rumah suci mereka dan tempat berhala-berhala mereka. Seorang laki-laki bernama Dhu-Nafar &#8211; salah seorang bangsawan dan terpandang di Yaman &#8211; tampil ke depan mengerahkan masyarakatnya dan orang Arab lainnya yang bersedia berjuang melawan Abraha serta maksudnya yang hendak menghancurkan Baitullah. Tetapi dia tak dapat menghalangi Abraha. Malah dia sendiri terpukul dan menjadi tawanan. Nasib yang demikian itu juga yang menimpa Nufail bin Habib al-Khath&#8217;ami ketika ia mengerahkan masyarakatnya dari kabilah Syahran dan Nahis, malah dia sendiri yang tertawan, yang kemudian menjadi anggota pasukannya dan menjadi penunjuk jalan. Ketika Abraha sampai di Ta&#8217;if penduduk tempat itu mengatakan, bahwa rumah suci mereka bukanlah rumah suci yang dimaksudkan Abraha. Itu adalah rumah Lat. Kemudian ia diantar oleh orang-orang yang bersedia menunjukkan jalan ke Mekah.</p>
<p>Bila Abraha sudah mendekati Mekah dikirimnya pasukan berkuda sebagai kurir. Dari Tihama mereka dapat membawa harta benda Quraisy dan yang lain-lain, di antaranya seratus ekor unta kepunyaan Abd&#8217;l-Muttalib bin Hasyim. Pada mulanya orang-orang Quraisy bermaksud mengadakan perlawanan. Tapi kemudian berpendapat, bahwa mereka takkan mampu. Sementara itu Abraha sudah mengirimkan salah seorang pengikutnya sebagai utusan bernama Hunata dan Himyar untuk menemui pemimpin Mekah. Ia diantar menghadap Abd&#8217;l-Muttalib bin Hasyim, dan kepadanya ia menyampaikan pesan Abraha, bahwa kedatangannya bukan akan berperang melainkan akan menghancurkan Baitullah. Kalau Mekah tidak mengadakan perlawanan tidak perlu ada pertumpahan darah.</p>
<p>Begitu Abd&#8217;l-Muttalib mendengar, bahwa mereka tidak bermaksud berperang, ia pergi ke markas pasukan Abraha bersama Hunata, bersama anak-anaknya dan beberapa pemuka Mekah lainnya. Kedatangan delegasi Abd&#8217;l-Muttalib ini disambut baik oleh Abraha, dengan menjanjikan akan mengembalikan unta Abd&#8217;l-Muttalib. Akan tetapi segala pembicaraan mengenai Ka&#8217;bah serta supaya menarik kembali maksudnya yang hendak menghancurkan tempat suci itu ditolaknya belaka. Juga tawaran delegasi Mekah yang akan mengalah sampai sepertiga harta Tihama baginya, ditolak. Abd&#8217;l-Muttalib dan rombongan kembali ke Mekah. Dinasehatkannya supaya orang meninggalkan tempat itu dan pergi ke lereng-lereng bukit, menghindari Abraha dan pasukannya yang akan memasuki kota suci dan menghancurkan Rumah Purba itu.</p>
<p>Malam gelap gelita tatkala mereka memikirkan akan meninggalkan kota itu dan di mana pula akan tinggal. Malam itulah Abd&#8217;l-Muttalib pergi dengan beberapa orang Quraisy, berkumpul sekeliling pintu Ka&#8217;bah. Dia bermohon, mereka pun bermohon minta bantuan berhala-berhala terhadap agresor yang akan menghancurkan Baitullah itu.</p>
<p>Ketika mereka sudah pergi dan seluruh Mekah sunyi dan tiba waktunya bagi Abraha mengerahkan pasukannya menghancurkan Ka&#8217;bah dan sesudah itu akan kembali ke Yaman, ketika itu pula wabah cacar datang berkecamuk menimpa pasukan Abraha dan membinasakan mereka. Serangan ini hebat sekali, belum pernah dialami sebelumnya. Barangkali kuman-kuman wabah itu yang datang dibawa angin dari jurusan laut, dan menular menimpa Abraha sendiri. Ia merasa ketakutan sekali. Pasukannya diperintahkan pulang kembali ke Yaman, dan mereka yang tadinya menjadi penunjuk jalan sudah lari, dan ada pula yang mati. Bencana wabah ini makin hari makin mengganas dan anggota-anggota pasukan yang mati sudah tak terbilang lagi banyaknya.</p>
<p>Sampai juga Abraha ke Shan&#8217;a&#8217; tapi badannya sudah dihinggapi penyakit. Tidak berselang lama kemudian diapun mati seperti anggota pasukannya yang lain. Dan dengan demikian orang Mekah mencatatnya sebagai Tahun Gajah. Dan ini yang diabadikan dalam Qur&#8217;an:</p>
<p>&#8220;Tidakkah kau perhatikan, bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap pasukan orang-orang bergajah? Bukankah Dia gagalkan rencana mereka? Dan dilepaskan di atas mereka pasukan-pasukan burung. Melempari mereka dengan batu yang keras membakar. Sehingga mereka seperti daun-daun kering yang binasa berserakan.&#8221; (Qur&#8217;an 105: -4)</p>
<p>Peristiwa yang luar biasa ini lebih memperkuat kedudukan Mekah dalam arti agama, di samping itu telah memperkuat pula kedudukannya dalam arti perdagangan. Juga menyebabkan penduduknya lebih banyak memperhatikan dan memelihara kedudukan yang tinggi dan istimewa itu serta mempertahankannya dari segala usaha yang akan mengurangi arti atau akan menyerang kota ini. Orang-orang Mekah lebih bersemangat lagi mempertahankan kota mereka, mengingat kehidupan yang mereka peroleh karenanya, hidup makmur dan mewah sejauh yang dapat kita bayangkan kemewahan hidup mereka di daerah padang-pasir ini, gersang dan tandus.</p>
<p>Kegemaran penduduk daerah ini yang luarbiasa ialah minum nabidh (minuman keras). Dalam keadaan mabuk itu mereka menemukan suatu kenikmatan yang tak ada taranya! Suatu kenikmatan yang akan memudahkan mereka melampiaskan hawa nafsu, akan menjadikan dayang-dayang dan budak-budak belian yang diperjual-belikan sebagai barang dagangan itu lebih memikat hati mereka. Yang demikian ini mendorong semangat mereka mempertahankan kebebasan pribadi dan kebebasan kota mereka serta kesadaran mempertahankan kemerdekaan dan menangkis segala serangan yang mungkin datang dari musuh. Yang paling enak bagi mereka bersenang-senang waktu malam sambil minum-minum hanyalah di pusat kota sekeliling bangunan Ka&#8217;bah.</p>
<p>Di tempat itu &#8211; di samping tiga ratus buah berhala atau lebih, masing-masing kabilah dengan berhalanya &#8211; pembesar-pembesar Quraisy dan pemuka-pemuka Mekah duduk-duduk; masing-masing menceritakan hal-hal yang berhubungan dengan keadaan pedalaman, dengan Yaman, orang-orang Mundhir di Hira dan orang-orang Ghassan di Suria, tentang datangnya kafilah serta lalu-lintas orang-orang pedalaman.</p>
<p>Kejadian demikian itu sampai kepada mereka dalam bentuk cerita, dari suatu kabilah kepada kabilah yang lain. Setiap kabilah mempunyai &#8220;pemancar&#8221; dan &#8220;pesawat radio&#8221; yang menerima berita-berita kemudian disiarkan kembali. Masing-masing membawa cerita yang ada hubungannya dengan berita-berita orang pedalaman, kisah-kisah tetangga dan handai-tolan sambil minum-minum nabidh. Dan sesudah mereka bermalam suntuk di Ka&#8217;bah mereka menyiapkan diri untuk hal yang sama guna lebih memuaskan kehendak hawa-nafsu. Dengan mata batu permata berhala-berhala itu menjenguk melihat kepada mereka yang sedang berdagang itu, dan mereka merasa mendapat perlindungan, karena Ka&#8217;bah itu dijadikan Rumah Suci dan Mekah menjadi kota aman sentosa. Demikian juga berhala-berhala mendapat jaminan mereka, bahwa tak seorangpun Ahli Kitab akan memasuki Mekah kecuali tenaga kerja yang takkan bicara tentang agama atau kitabnya.</p>
<p>Itulah sebabnya di sana tak ada koloni-koloni Yahudi seperti di Jathrib atau Nasrani seperti di Najran. Bahkan Ka&#8217;bah yang dijadikan tempat paganisma yang paling suci ketika itu mereka lindungi dari semua yang akan menghinanya, dan merekapun berlindung ke sana dari segala serangan. Begitulah seterusnya Mekah itu bebas berdiri sendiri, seperti kabilah-kabilah Arab yang bebas pula berdiri sendiri-sendiri. Mereka tidak mau kalau kebebasannya itu diganti, dan mereka tidak pedulikan cara hidup lain selain kebebasannya ini di bawah perlindungan berhala-berhala. Masing-masing kabilah tidak pula terganggu, dan tidak pula terpikir oleh mereka akan mengadakan suatu kesatuan bangsa yang kuat, seperti yang dilakukan oleh Rumawi dan Persia dalam meluaskan kekuasaan dan melakukan peperangan.</p>
<p>Oleh karena itu tetaplah kabilah-kabilah itu semua tidak mempunyai sesuatu bentuk apapun selain cara-cara hidup pedalaman, tempat mereka mencari padang rumput untuk ternak, kemudian hidup di tengah-tengah itu dengan cara hidup yang kasar, tertarik oleh segala kebebasan, kemerdekaan, kebanggaan dan kepahlawanan.</p>
<p>Pada dasarnya tempat-tempat tinggal di Mekah mengelilingi lingkungan Ka&#8217;bah. Jauh dekatnya rumah-rumah itu dari Ka&#8217;bah tergantung dari penting dan tingginya kedudukan sesuatu keluarga atau suku. Kaum Quraisy adalah yang terdekat letaknya dan paling banyak berhubungan dengan Rumah Suci itu. Merekalah yang memegang kuncinya dan kepengurusan air Zamzam, juga segala gelar-gelar kebangsawanan menurut paganisma ada pada mereka, yang sampai menimbulkan perang karenanya, menyebabkan adanya persekutuan, atau perjanjian-perjanjian perdamaian antar kabilah, yang tetap tersimpan di dalam Ka&#8217;bah, supaya dapat disaksikan oleh sang berhala untuk kemudian menurunkan murkanya bagi mereka yang melanggar.</p>
<p>Di belakang rumah-rumah Quraisy itu menyusul pula rumah-rumah kabilah yang agak kurang penting kedudukannya, diikuti oleh yang lebih rendah lagi, sampai kepada tempat-tempat tinggal kaum budak dan sebangsa kaum gelandangan. Termasuk umat Kristen dan Yahudi di Mekah, seperti kita sebutkan tadi &#8211; adalah juga budak. Tempat-tempat tinggal mereka jauh dari Ka&#8217;bah malah sudah berbatasan dengan sahara. Oleh karena itu percakapan mereka tentang kisah-kisah agama, baik Kristen atau Yahudi, tidak sampai mendekati telinga pemuka-pemuka Quraisy dan penduduk Mekah umumnya. Letak mereka yang lebih jauh itu benar-benar membuat mereka lebih rapat lagi menutup telinga. Mereka tidak mau menyibukkan diri dengan itu. Dalam perjalanan mereka melalui biara-biara dan tempat-tempat para rahib sudah biasa mereka mendengar cerita serupa itu.</p>
<p>Hanya saja apa yang sudah mulai diperkatakan orang tentang akan datangnya seorang nabi di tengah-tengah orang Arab waktu itu, sudah cukup menimbulkan heboh. Abu Sufyan pernah marah kepada Umayya bin Abi&#8217;sh-Shalt karena orang ini sering mengulang-ulang cerita para rahib tentang hal serupa itu. Dan barangkali sesuai dengan kedudukan Abu Sufyan juga ketika itu ketika ia berkata kepada kawannya itu: Para rahib itu suka membawa cerita semacam itu karena mereka tidak mengerti soal agama mereka sendiri. Mereka memerlukan sekali adanya seorang nabi yang akan memberi petunjuk kepada mereka. Tetapi kita yang sudah punya berhala-berhala, yang akan mendekatkan kita kepada Tuhan, tidak memerlukan lagi hal serupa itu. Kita harus menentang semua pembicaraan semacam itu.</p>
<p>Dapat saja ia bicara begitu. Dia, yang begitu fanatik kepada Mekah dan kehidupan paganismanya, tak pernah membayangkan bahwa saatnya sudah di ambang pintu, bahwa kenabian Muhammad saw sudah dekat dan bahwa dari tanah Arab pagan yang beraneka ragam itu cahaya Tauhid dan sinar kebenaran akan memancar ke seluruh dunia.</p>
<p>Abdullah bin Abd&#8217;l-Muttalib sebenarnya adalah pemuda yang berwajah tampan dan menarik. Menarik perhatian gadis-gadis dan wanita-wanita Mekah. Lebih-lebih lagi yang menarik perhatian mereka ialah kisah penebusan, dan kisah seratus ekor unta yang tidak mau diterima oleh Hubal kurang dari itu. Tetapi takdir sudah menentukan Abdullah akan menjadi seorang ayah yang paling mulia yang pernah dikenal sejarah. Demikian juga Aminah bint Wahb akan menjadi ibu bagi anak Abdullah itu. Ia kawin dengan wanita itu dan selang beberapa bulan kemudian iapun meninggal. Tak ada lagi penebusan berupa apapun yang akan melepaskan dia dari maut. Tinggal lagi Aminah kemudian akan melahirkan Muhammad dan akan mati semasa yang dilahirkan itu masih bayi.</p>
<p>Pada gambar berikut ini silsilah keturunan Nabi yang menerangkan perkiraan tahun-tahun kelahiran mereka masing-masing.</p>
<p> <br />
                           SILSILAH MUHAMMAD SAW<br />
  <br />
                                 Qushayy<br />
                               (lahir 400M)<br />
                                    |<br />
             +&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-+&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-+<br />
             |                      |                      |<br />
       &#8216;Abd&#8217;l-&#8217;Uzza            &#8216;Abd Manaf             &#8216;Abd&#8217;d-Dar<br />
             |                (lahir 430M)<br />
             |                      |<br />
             |           +&#8212;&#8212;&#8212;-+&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;+&#8212;&#8212;&#8212;-+</p>
<p>           Asad          |          |           |          |<br />
             |       Muttalib    Hasyim       Naufal   &#8216;Abd Syams<br />
             |                (lahir 464M)                 |<br />
         Khuwailid                  |                    Umayya<br />
             |               &#8216;Abd&#8217;l-Muttalib               |<br />
        +&#8212;-+&#8212;-+            (lahir 497M)               Harb<br />
        |         |                 |                      |<br />
     &#8216;Awwam   Khadijah              |                  Abu Sufyan</p>
<p>        |                           |                      |<br />
      Zubair                        |                   Mu&#8217;awiya<br />
                                    |<br />
        +&#8212;&#8212;&#8211;+&#8212;&#8212;&#8212;-+&#8212;&#8212;-+&#8211;+&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;+&#8212;&#8212;&#8212;-+<br />
        |        |          |          |           |          |<br />
     Hamzah   &#8216;Abbas   &#8216;Abdullah   Abu Lahab   Abu Talib   Harith<br />
                      (lahir 545M)                 |<br />
                            |           +&#8212;&#8212;&#8212;-+&#8212;&#8212;&#8212;-+</p>
<p>                            |           |          |          |<br />
                        MUHAMMAD     &#8216;Aqil       &#8216;Ali       Ja&#8217;far<br />
                      (lahir 570M)      |          |<br />
                                        |      +&#8212;+&#8212;+<br />
                                        |      |       |<br />
                                     Muslim  Hasan  Husain</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/forumn.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/forumn.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/forumn.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/forumn.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/forumn.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/forumn.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/forumn.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/forumn.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/forumn.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/forumn.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/forumn.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/forumn.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/forumn.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/forumn.wordpress.com/196/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forumn.wordpress.com&amp;blog=6333701&amp;post=196&amp;subd=forumn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forumn.wordpress.com/2009/02/21/nenek-moyang-rasulullah-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b36ba6b992d797b0a0e9fa3f5a685178?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">forumn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Riwayat Mekah, Ibrahim dan Ismail</title>
		<link>http://forumn.wordpress.com/2009/02/21/riwayat-mekah-ibrahim-dan-ismail/</link>
		<comments>http://forumn.wordpress.com/2009/02/21/riwayat-mekah-ibrahim-dan-ismail/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2009 12:46:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forumn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tarikh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forumn.wordpress.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[Letak Mekah Di tengah-tengah jalan kafilah yang berhadapan dengan Laut Merah &#8211; antara Yaman dan Palestina &#8211; membentang bukit-bukit barisan sejauh kira-kira delapanpuluh kilometer dari pantai. Bukit-bukit ini mengelilingi sebuah lembah yang tidak begitu luas, yang hampir-hampir terkepung sama sekali oleh bukit-bukit itu kalau tidak dibuka oleh tiga buah jalan: pertama jalan menuju ke Yaman, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forumn.wordpress.com&amp;blog=6333701&amp;post=192&amp;subd=forumn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Letak Mekah<br />
Di tengah-tengah jalan kafilah yang berhadapan dengan Laut Merah &#8211; antara Yaman dan Palestina &#8211; membentang bukit-bukit barisan sejauh kira-kira delapanpuluh kilometer dari pantai. Bukit-bukit ini mengelilingi sebuah lembah yang tidak begitu luas, yang hampir-hampir terkepung sama sekali oleh bukit-bukit itu kalau tidak dibuka oleh tiga buah jalan: pertama jalan menuju ke Yaman, yang kedua jalan dekat Laut Merah di pelabuhan Jedah, yang ketiga jalan yang menuju ke Palestina.</p>
<p>Ibrahim dan Isma&#8217;il<br />
Dalam lembah yang terkepung oleh bukit-bukit itulah terletak Mekah. Untuk mengetahui sejarah dibangunnya kota ini sungguh sukar sekali. Mungkin sekali ia bertolak ke masa ribuan tahun yang lalu. Yang pasti, lembah itu digunakan sebagai tempat perhentian kafilah sambil beristirahat, karena di tempat itu terdapat sumber mata air. Dengan demikian rombongan kafilah itu membentangkan kemah-kemah mereka, baik yang datang dari jurusan Yaman menuju Palestina atau yang datang dari Palestina menuju Yaman. Mungkin sekali Ismail anak Ibrahim itu orang pertama yang menjadikannya sebagai tempat tinggal, yang sebelum itu hanya dijadikan tempat kafilah lalu saja dan tempat perdagangan secara tukar-menukar antara yang datang dari arah selatan jazirah dengan yang bertolak dari arah utara.</p>
<p>Kalau Ismail adalah orang pertama yang menjadikan Mekah sebagai tempat tinggal, maka sejarah tempat ini sebelum itu gelap sekali. Mungkin dapat juga dikatakan, bahwa daerah ini dipakai tempat ibadat juga sebelum Ismail datang dan menetap di tempat itu. Kisah kedatangannya ke tempat itupun memaksa kita membawa kisah Ibrahim a.s. secara ringkas.</p>
<p>Ibrahim dilahirkan di Irak (Chaldea) dari ayah seorang tukang kayu pembuat patung. Patung-patung itu kemudian dijual kepada masyarakatnya sendiri, lalu disembah. Sesudah ia remaja betapa ia melihat patung-patung yang dibuat oleh ayahnya itu kemudian disembah oleh masyarakat dan betapa pula mereka memberikan rasa hormat dan kudus kepada sekeping kayu yang pernah dikerjakan ayahnya itu. Rasa syak mulai timbul dalam hatinya. Kepada ayahnya ia pernah bertanya, bagaimana hasil kerajinan tangannya itu sampai disembah orang?</p>
<p>Kemudian Ibrahim menceritakan hal itu kepada orang lain. Ayahnyapun sangat memperhatikan tingkah-laku anaknya itu; karena ia kuatir hal ini akan rnenghancurkan perdagangannya. Ibrahim sendiri orang yang percaya kepada akal pikirannya. Ia ingin membuktikan kebenaran pendapatnya itu dengan alasan-alasan yang dapat diterima. Ia mengambil kesempatan ketika orang sedang lengah. Ia pergi menghampiri sang dewa, dan berhala itu dihancurkan, kecuali berhala yang paling besar. Setelah diketahui orang, mereka berkata kepadanya:</p>
<p>&#8220;Engkaukah yang melakukan itu terhadap dewa-dewa kami, hai Ibrahim?&#8221; Dia menjawab: &#8220;Tidak. Itu dilakukan oleh yang paling besar diantara mereka. Tanyakanlah kepada mereka, kalau memang mereka bisa bicara.&#8221; (Qur&#8217;an, 21: 62-63)</p>
<p>Ibrahim melakukan itu sesudah ia memikirkan betapa sesatnya mereka menyembah berhala, sebaliknya siapa yang seharusnya mereka sembah.</p>
<p>&#8220;Bila malam sudah gelap, dilihatnya sebuah bintang. Ia berkata: Inilah Tuhanku. Tetapi bilamana bintang itu kemudian terbenam, iapun berkata: &#8216;Aku tidak menyukai segala yang terbenam.&#8217; Dan setelah dilihatnya bulan terbit, iapun berkata: &#8216;Inilah Tuhanku.&#8217; Tetapi bilamana bulan itu kemudian terbenam, iapun berkata: &#8216;Kalau Tuhan tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku akan jadi sesat.&#8217; Dan setelah dilihatnya matahari terbit, iapun berkata: &#8216;Ini Tuhanku. Ini yang lebih besar.&#8217; Tetapi bilamana matahari itu juga kemudian terbenam, iapun berkata: &#8216;Oh kaumku. Aku lepas tangan terhadap apa yang kamu persekutukan itu. Aku mengarahkan wajahku hanya kepada yang telah menciptakan semesta langit dan bumi ini. Aku tidak termasuk mereka yang mempersekutukan Tuhan.&#8221; (Qur&#8217;an 6: 76-79)</p>
<p>Ibrahim tidak berhasil mengajak masyarakatnya itu. Malah sebagai balasan ia dicampakkan ke dalam api. Tetapi Tuhan masih menyelamatkannya. Ia lari ke Palestina bersama isterinya Sarah. Dari Palestina mereka meneruskan perjalanan ke Mesir. Pada waktu itu Mesir di bawah kekuasaan raja-raja Amalekit (Hyksos).</p>
<p>Sarah adalah seorang wanita cantik. Pada waktu itu raja-raja Hyksos biasa mengambil wanita-wanita bersuami yang cantik-cantik. Ibrahim memperlihatkan, seolah Sarah adalah saudaranya. Ia takut dibunuh dan Sarah akan diperisterikan raja. Dan raja memang bermaksud akan memperisterikannya. Tetapi dalam tidurnya ia bermimpi bahwa Sarah bersuami. Kemudian dikembalikan kepada Ibrahim sambil dimarahi. Ia diberi beberapa hadiah di antaranya seorang gadis belian bernama Hajar- Oleh karena Sarah sesudah bertahun-tahun dengan Ibrahim belum juga beroleh keturunan, maka oleh Sarah disuruhnya ia bergaul dengan Hajar, yang tidak lama kemudian telah beroleh anak, yaitu Ismail. Sesudah Ismail besar kemudian Sarahpun beroleh keturunan, yaitu Ishaq.</p>
<p>Kisah Penyembelihan dan Penebusan<br />
Beberapa ahli berselisih pendapat tentang penyembelihan Ismail serta kurban yang telah dipersembahkan oleh Ibrahim. Adakah sebelum kelahiran Ishaq atau sesudahnya? Adakah itu terjadi di Palestina atau di Hijaz? Ahli-ahli sejarah Yahudi berpendapat, bahwa yang disembelih itu adalah Ishaq, bukan Ismail. Di sini kita bukan akan menguji adanya perselisihan pendapat itu. Dalam Qishash&#8217;l-Anbia&#8217; Syaikh Abd&#8217;l Wahhab an-Najjar berpendapat, bahwa yang disembelih itu adalah Ismail. Argumentasi ini diambilnya dari Taurat sendiri bahwa yang disembelih itu dilukiskan sebagai anak Ibrahim satu-satunya. Pada waktu itu Ismail adalah anak satu-satunya sebelum Ishaq dilahirkan. Setelah Sarah melahirkan, maka anak Ibrahim tidak lagi tunggal, melainkan sudah ada Ismail dan Ishaq. Dengan mengambil cerita itu seharusnya kisah penyembelihan dan penebusan itu terjadi di Palestina. Hal ini memang bisa terjadi demikian kalau yang dimaksudkan itu terjadi terhadap diri Ishaq. Selama itu Ishaq dengan ibunya hanya tinggal di Palestina, tidak pernah pergi ke Hijaz. Akan tetapi cerita yang mengatakan bahwa penyembelihan dan penebusan itu terjadi di atas bukit Mina, maka ini tentu berlaku terhadap diri Ismail. Oleh karena di dalam Qur&#8217;an tidak disebutkan nama person korban itu, maka ahli-ahli sejarah kaum Muslimin berlain-lainan pendapat.</p>
<p>Tentang pengorbanan dan penebusan itu kisahnya ialah bahwa Ibrahim bermimpi, bahwasanya Tuhan memerintahkan kepadanya supaya anaknya itu dipersembahkan sebagai kurban dengan menyembelihnya. Pada suatu pagi berangkatlah ia dengan anaknya. &#8220;Bila ia sudah mencapai usia cukup untuk berusaha, ia (Ibrahim) berkata: &#8216;O anakku, dalam tidur aku bermimpi, bahwa aku menyembelihmu. Lihatlah, bagaimanakah pendapatmu?&#8217; Ia menjawab: &#8216;Wahai ayahku. Lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Jika dikehendaki Tuhan, akan kaudapati aku dalam kesabaran.&#8217; Setelah keduanya menyerahkan diri dan dibaringkannya ke sebelah keningnya, ia Kami panggil: &#8216;Hai Ibrahim. Engkau telah melaksanakan mimpi itu.&#8217; Dengan begitu, Kami memberikan balasan kepada mereka yang berbuat kebaikan. Ini adalah suatu ujian yang nyata. Dan kami menebusnya dengan sebuah kurban besar.&#8221; (Qur&#8217;an, 37: 103-107)</p>
<p>Beberapa cerita melukiskan kisah ini dalam bentuk puisi yang indah sekali, sehingga di sini perlu kita kemukakan, sekalipun tidak membawa kisah tentang Mekah. Kisahnya, setelah Ibrahim bermimpi dalam tidurnya bahwa ia harus menyembelih anaknya dan memastikan bahwa itu adalah perintah Tuhan, ia berkata kepada anaknya itu: &#8216;Anakku, bawalah tali dan parang itu, mari kita pergi ke bukit mencari kayu untuk keluarga kita.&#8217; Anak itupun menurut perintah ayahnya. Ketika itu datang setan dalam bentuk seorang laki-laki, mendatangi ibu anak itu seraya berkata: &#8216;Tahukah engkau ke mana Ibrahim membawa anakmu?&#8217; &#8216;Ia pergi mencari kayu dari lereng bukit itu,&#8217; jawab ibunya. &#8216;Tidak,&#8217; kata setan lagi, &#8216;ia pergi akan menyembelihnya.&#8217; Ibu itu menjawab lagi: &#8216;Tidak. Ia lebih sayang kepada anaknya.&#8217; &#8216;Ia mendakwakan bahwa Tuhan yang memerintahkan itu.&#8217;</p>
<p>&#8216;Kalau itu memang perintah Tuhan biarkan dia menaati perintahNya,&#8217; jawab ibu itu. Setan itu lalu pergi dengan perasaan kecewa. Ia segera menyusul anak yang sedang mengikuti ayahnya itu. Kepada anak itupun ia berkata seperti terhadap ibunya tadi. Tapi jawabannyapun sama dengan jawaban ibunya juga. Kemudian setan mendatangi Ibrahim dan mengatakan, bahwa mimpinya itu hanya tipu-muslihat setan supaya ia menyembelih anaknya dan akhirnya akan menyesal. Tetapi oleh Ibrahim ia ditinggalkan dan dilaknatnya. Dengan rasa jengkel Iblis itu mundur teratur, karena maksudnya tidak berhasil, baik dari Ibrahim, dari isterinya atau dari anaknya.</p>
<p>Kemudian itu Ibrahim menyatakan kepada anaknya tentang mimpinya itu dan minta pendapatnya. &#8216;Ayah, lakukanlah apa yang diperintahkan.&#8217; Lalu katanya lagi dalam ballada itu: &#8216;Ayah, kalau ayah akan menyembelihku, kuatkanlah ikatan itu supaya darahku nanti tidak kena ayah dan akan mengurangi pahalaku. Aku tidak menjamin bahwa aku takkan gelisah bila dilaksanakan. Tajamkanlah parang itu supaya dapat sekaligus memotongku. Bila ayah sudah merebahkan aku untuk disembelih, telungkupkan aku dan jangan dimiringkan. Aku kuatir bila ayah kelak melihat wajahku ayah akan jadi lemah, sehingga akan menghalangi maksud ayah melaksanakan perintah Tuhan itu. Kalau ayah berpendapat akan membawa bajuku ini kepada ibu kalau-kalau menjadi hiburan baginya, lakukanlah, ayah.&#8217;</p>
<p>&#8216;Anakku,&#8217; kata Ibrahim, &#8216;ini adalah bantuan besar dalam melaksanakan perintah Allah.&#8217;</p>
<p>Kemudian ia siap melaksanakan. Diikatnya kuat-kuat tangan anak itu lalu dibaringkan keningnya untuk disembelih. Tetapi kemudian ia dipanggil: &#8216;Hai Ibrahim! Engkau telah melaksanakan mimpi itu.&#8217; Anak itu kemudian ditebusnya dengan seekor domba besar yang terdapat tidak jauh dari tempat itu. Lalu disembelihnya dan dibakarnya.</p>
<p>Demikianlah kisah penyembelihan dan penebusan itu. Ini adalah kisah penyerahan secara keseluruhan kepada kehendak Allah.</p>
<p>Ishaq telah menjadi besar di samping Ismail. Kasih-sayang ayah sama terhadap keduanya. Akan tetapi Sarah menjadi gusar melihat anaknya itu dipersamakan dengan anak Hajar dayangnya itu. Ia bersumpah tidak akan tinggal bersama-sama dengan Hajar dan anaknya tatkala dilihatnya Ismail memukul adiknya itu. Ibrahim merasa bahwa hidupnya takkan bahagia kalau kedua wanita itu tinggal dalam satu tempat. Oleh karena itu pergilah ia dengan Hajar dan anak itu menuju ke arah selatan. Mereka sampai ke suatu lembah, letak Mekah yang sekarang. Seperti kita sebutkan di atas, lembah ini adalah tempat para kafilah membentangkan kemahnya pada waktu mereka berpapasan dengan kafilah dari Syam ke Yaman, atau dari Yaman ke Syam. Tetapi pada waktu itu adalah saat yang paling sepi sepanjang tahun. Ismail dan ibunya oleh Ibrahim ditinggalkan dan ditinggalkannya pula segala keperluannya. Hajar membuat sebuah gubuk tempat ia berteduh dengan anaknya. Dan Ibrahimpun kembali ke tempat semula.</p>
<p>Zamzam<br />
Sesudah kehabisan air dan perbekalan, Hajar melihat ke kanan kiri. Ia tidak melihat sesuatu. Ia terus berlari dan turun ke lembah mencari air. Dalam berlari-lari itu &#8211; menurut cerita orang &#8211; antara Shafa dan Marwa, sampai lengkap tujuh kali, ia kembali kepada anaknya dengan membawa perasaan putus asa. Tetapi ketika itu dilihatnya anaknya sedang mengorek-ngorek tanah dengan kaki, yang kemudian dari dalam tanah itu keluar air. Dia dan Ismail dapat melepaskan dahaga. Disumbatnya mata air itu supaya jangan mengalir terus dan menyerap ke dalam pasir.</p>
<p>Anak yang bersama ibunya itu membantu orang-orang Arab yang sedang dalam perjalanan, dan merekapun mendapat imbalan yang akan cukup menjamin hidup mereka sampai pada musim kafilah yang akan datang.<br />
Mata air yang memancar dari sumur Zamzam itu menarik hati beberapa kabilah akan tinggal di dekat tempat itu. Beberapa keterangan mengatakan, bahwa kabilah Jurhum adalah yang pertama sekali tinggal di tempat itu, sebelum datang Hajar dan anaknya. Sementara yang lain berpendapat, bahwa mereka tinggal di tempat itu setelah adanya sumber sumur Zamzam, sehingga memungkinkan mereka hidup di lembah gersang itu.</p>
<p>Perkawinan Ismail dengan Jurhum<br />
Ismail sudah semakin besar, dan kemudian ia kawin dengan gadis kabilah Jurhum. Ia dengan isterinya tinggal bersama-sama keluarga Jurhum yang lain. Di tempat itu rumah suci sudah dibangun, yang kemudian berdiri pula Mekah sekitar tempat itu.</p>
<p>Juga disebutkan bahwa pada suatu hari Ibrahim minta ijin kepada Sarah akan mengunjungi Ismail dan ibunya. Permintaan ini disetujui dan ia pergi. Setelah ia mencari dan menemui rumah Ismail ia bertanya kepada isterinya: &#8220;Mana suamimu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ia sedang berburu untuk hidup kami,&#8221; jawabnya.</p>
<p>Kemudian ditanya lagi, dapatkah ia menjamu makanan atau minuman, dijawab bahwa dia tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan.</p>
<p>Ibrahim pergi, setelah mengatakan: &#8220;Kalau suamimu datang sampaikan salamku dan katakan kepadanya: &#8220;Ganti ambang pintumu.&#8221;</p>
<p>Setelah pesan ayahnya itu kemudian disampaikan kepada Ismail, ia segera menceraikan isterinya, dan kemudian kawin lagi dengan wanita Jurhum lainnya, puteri Mudzadz bin &#8216;Amr. Wanita ini telah menyambut Ibrahim dengan baik setelah beberapa waktu kemudian ia pernah datang. &#8220;Sekarang ambang pintu rumahmu sudah kuat,&#8221; (kata Ibrahim).</p>
<p>Dari perkawinan ini Ismail mempunyai duabelas orang anak, dan mereka inilah yang menjadi cikal-bakal Arab al-Musta&#8217;-riba, yakni orang-orang Arab yang bertemu dari pihak ibu pada Jurhum dengan Arab al-&#8217;Ariba keturunan Ya&#8217;rub ibn Qahtan. Sedang ayah mereka, Ismail anak Ibrahim, dari pihak ibunya erat sekali bertalian dengan Mesir, dan dari pihak bapa dengan Irak (Mesopotamia) dan Palestina, atau kemana saja Ibrahim menginjakkan kaki.</p>
<p>Pembangunan Ka&#8217;bah<br />
Cerita ini diambil dari sejarah yang hampir merupakan konsensus dalam garis besarnya tentang kepergian Ibrahim dan Ismail ke Mekah, meskipun terdapat perbedaan dalam detail. Dan yang memajukan kritik atas peristiwa secara mendetail itu berpendapat, bahwa Hajar dan Ismail telah pergi ke lembah yang sekarang terletak Mekah itu dan bahwa di tempat itu terdapat mata air yang ditempati oleh kabilah Jurhum. Hajar disambut dengan senang hati oleh mereka ketika ia datang bersama Ibrahim dan anaknya ke tempat itu. Sesudah Ismail besar ia kawin dengan wanita Jurhum dan mempunyai beberapa orang anak. Dari percampuran perkawinan antara Ismail dengan unsur-unsur Ibrani-Mesir di satu pihak dan unsur Arab di pihak lain, menyebabkan keturunannya itu membawa sifat-sifat Arab, Ibrani dan Mesir. Mengenai sumber yang mengatakan tentang Hajar yang kebingungan setelah melihat air yang habis menyerap serta tentang usahanya berlari tujuh kali dari Shafa dan Marwa dan tentang sumur Zamzam dan bagaimana air menyembur, oleh mereka masih diragukan.</p>
<p>Sebaliknya William Muir menyangsikan kepergian Ibrahim dan Ismail itu ke Hijaz dan ia menolak dasar cerita itu. Dikatakannya, bahwa itu adalah Israiliat (Yudaica) yang dibuat-buat orang Yahudi beberapa generasi sebelum Islam, guna mengikat hubungan dengan orang Arab yang sama-sama sebapa dengan lbrahim, kalau Ishaq itu yang menjadi nenek-moyang orang Yahudi. Jadi apabila saudaranya, Ismail itu moyang orang Arab, maka mereka adalah saudara sepupu yang akan menjadi kewajiban orang Arab pula menerima baik emigran orang-orang Yahudi ke tengah-tengah mereka, dan akan memudahkan perdagangan orang Yahudi di seluruh jazirah Arab. Pengarang Inggris ini mendasarkan pendapatnya pada cara-cara peribadatan di negeri-negeri Arab yang tak ada hubungannya dengan agama Ibrahim, sebab mereka sudah benar-benar hanyut dalam paganisma, sedang agama Ibrahim agama murni.</p>
<p>Kita tidak melihat bahwa argumentasi demikian itu sudah cukup kuat untuk menghilangkan kenyataan sejarah. Jauh beberapa abad sesudah meninggalnya Ibrahim dan Ismail paganisma Arab tidak menunjukkan bahwa mereka memang sudah demikian tatkala Ibrahim datang ke Hijaz dan tatkala ia dan Ismail bersama-sama membangun Ka&#8217;bah. Andaikata waktu itu paganisma sudah ada, tentu itu akan memperkuat pendapat Sir William Muir. Masyarakat Ibrahim sendiri waktu itu menyembah berhala dan ia berusaha mengajak mereka ke jalan yang benar, tapi tidak berhasil. Apabila ia mengajak masyarakat Arab seperti mengajak masyarakatnya sendiri, lalu tidak berhasil, dan orang-orang Arab itu tetap menyembah berhala, tentu hal itu tidak sesuai dengan kepergian Ibrahim dan Ismail ke Mekah. Keterangan sejarah itu secara logika bahkan lebih kuat. Ibrahim yang telah keluar dari Irak karena mau menghindar dari keluarganya, ia pergi ke Palestina dan Mesir, adalah orang yang mudah bepergian dan biasa mengarungi sahara. Sedang jalan antara Palestina dan Mekah sejak dahulu kala sudah merupakan lalu-lintas terbuka bagi para kafilah. Dengan demikian tidak pula pada tempatnya orang meragukan kenyataan sejarah yang dalam garis besamya sudah menjadi konsensus itu.</p>
<p>Sir William Muir dan mereka yang menunjang pendapatnya itu mengatakan tentang kemungkinan adanya segolongan anak-anak Ibrahim dan Ismail sesudah itu yang pindah dari Palestina ke negeri-negeri Arab serta adanya pertalian mereka dalam arti hubungan darah. Kita tidak mengerti, kalau kemungkinan mengenai anak-anak Ibrahim dan Ismail ini bagi mereka dapat diterima, sedang kemungkinan mengenai kedua orang itu sendiri tidak! Bagaimana akan dikatakan belum dapat dipastikan padahal peristiwa sejarah sudah memperkuatnya. Bagaimana pula takkan terjadi padahal sumbernya sudah tak dapat diragukan lagi dan sudah disebutkan dalam Quran dan dibicarakan juga dalam kitab-kitab suci lainnya!</p>
<p>Ibrahim dan Ismail lalu mengangkat sendi-sendi Rumah Suci itu. &#8220;Bahwa rumah pertama dibuat untuk manusia beribadat ialah yang di Mekah itu, sudah diberi berkah dan bimbingan bagi semesta alam. Disitulah terdapat keterangan-keterangan yang jelas sebagai Maqam (tempat) Ibrahim; barangsiapa memasukinya menjadi aman.&#8221; (Qur&#8217;an, 3: 96-97)</p>
<p>&#8220;Dan ingatlah, Kami jadikan Rumah itu tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah Maqam Ibrahim itu tempat bersembahyang, dan kami serahkan kepada Ibrahim dan Ismail menyucikan RumahKu bagi mereka yang bertawaf, mereka yang tinggal menetap dan mereka yang ruku&#8217; dan sujud. Dan ingatlah tatkala Ibrahim berkata: &#8216;Tuhanku, jadikan tempat ini Kota yang aman dan berikanlah buah-buahan kepada penduduknya, mereka yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian.&#8217; Ia berkata: &#8216;Dan bagi barang siapa yang menolak iman akan Kuberi juga kesenangan sementara, kemudian Kutarik ia ke dalam siksa api, tujuan yang paling celaka. Dan ingatlah tatkala Ibrahim dan Ismail mengangkat sendi-sendi Rumah Suci itu (mereka berdoa): &#8216;Tuhan, terimalah ini dari kami. Sesungguhnyalah Engkau Maha mendengar, Maha mengetahui.&#8221; (Qur&#8217;an, 2: 125-127)</p>
<p>Bagaimana Ibrahim mendirikan Rumah itu sebagai tempat tujuan dan tempat yang aman, untuk mengantarkan manusia supaya beriman hanya kepada Allah Yang Tunggal lalu kemudian menjadi tempat berhala dan pusat penyembahannya? Dan bagaimana pula cara-cara peribadatan itu dilakukan sesudah lbrahim dan Ismail, dan dalam bentuk bagaimana pula dilakukan? Dan sejak kapan cara-cara itu berubah lalu dikuasi oleh paganisma? Hal ini tidak diceritakan kepada kita oleh sejarah yang kita kenal. Semua itu baru merupakan dugaan-dugaan yang sudah dianggap sebagai suatu kenyataan. Kaum Sabian1 yang menyembah bintang mempunyai pengaruh besar di tanah Arab. Pada mulanya mereka &#8211; menurut beberapa keterangan &#8211; tidak menyembah bintang itu sendiri, melainkan hanya menyembah Allah dan mereka mengagungkan bintang-bintang itu sebagai ciptaan dan manifestasi kebesaranNya. Oleh karena lebih banyak yang tidak dapat memahami arti ketuhanan yang lebih tinggi, maka diartikannya bintang-bintang itu sebagai tuhan. Beberapa macam batu gunung dikhayalkan sebagai benda yang jatuh dan langit, berasal dan beberapa macam bintang. Dari situ mula-mula manifestasi tuhan itu diartikan dan dikuduskan, kemudian batu-batu itu yang disembah, kemudian penyembahan itu dianggap begitu agung, sehingga tidak cukup bagi seorang orang Arab hanya menyembah hajar aswad (batu hitam) yang di dalam Ka&#8217;bah, bahkan dalam setiap perjalanan ia mengambil batu apa saja dari Ka&#8217;bah untuk disembah dan dimintai persetujuannya: akan tinggal ataukah akan melakukan perjalanan. Mereka melakukan cara-cara peribadatan yang berlaku bagi bintang-bintang atau bagi pencipta bintang-bintang itu. Dengan cara-cara demikian menjadi kuatlah kepercayaan paganisma itu, patung-patung dikuduskan dan dibawanya sesajen-sesajen untuk itu sebagai kurban.</p>
<p>Ini adalah suatu gambaran tentang perkembangan agama itu di tanah Arab sejak Ibrahim membangun rumah sebagai tempat beribadat kepada Tuhan, sebagaimana dilukiskan oleh beberapa ahli sejarah dan bagaimana pula hal itu kemudian berbalik dan menjadi pusat berhala. Herodotus, bapa sejarah, menerangkan tentang penyembahan Lat itu di negeri Arab. Demikian juga Diodorus Siculus menyebutkan tentang rumah di Mekah yang diagungkan itu. Ini menunjukkan tentang paganisma yang sudah begitu tua di jazirah Arab dan bahwa agama yang dibawa Ibrahim di sana bertahan tidak begitu lama.</p>
<p>Dalam abad-abad itu sudah datang pula para nabi yang mengajak kabilah-kabilah jazirah itu supaya menyembah Allah semata-mata. Tetapi mereka menolak dan tetap bertahan pada paganisma. Datang Hud mengajak kaum &#8216;Ad yang tinggal di sebelah utara Hadzramaut supaya menyembah hanya kepada Allah; tapi hanya sebagian kecil saja yang ikut. Sedang yang sebagian besar malah menyombongkan diri dan berkata: &#8220;O Hud, kau datang tidak membawa keterangan yang jelas, dan kami tidak akan meninggalkan tuhan-tuhan kami hanya karena perkataanmu itu. Kami tidak percaya kepadamu.&#8221; (Qur&#8217;an, 11: 53) Bertahun-tahun lamanya Hud mengajak mereka. Hasilnya malah mereka bertambah buas dan congkak. Demikian juga Saleh datang mengajak kaum Thamud supaya beriman. Mereka ini tinggal di Hijr yang terletak antara Hijaz dengan Syam di Wadi&#8217;l-Qura ke arah timur daya dari Mad-yan (Midian) dekat Teluk &#8216;Aqaba. Sama saja, hasil ajakan Saleh itu tidak lebih seperti ajakan Hud juga. Kemudian datang Syu&#8217;aib kepada bangsa Mad-yan yang terletak di Hijaz, mengajak supaya mereka menyembah Allah. Juga tidak didengar Merekapun mengalami kehancuran seperti yang terjadi terhadap golongan &#8216;Ad dan Thamud.</p>
<p>Selain para nabi itu juga Qur&#8217;an telah menceritakan tentang ajakan mereka supaya menyembah Allah yang Esa. Sikap golongan itu begitu sombong. Mereka tetap bersikeras hendak menyembah berhala dan bermohon kepada berhala-berhala dalam Ka&#8217;bah itu. Mereka berziarah ke tempat itu setiap tahun; mereka datang dari segenap pelosok jazirah Arab. Dalam hal ini turun firman Tuhan: &#8220;Dan Kami tidak akan mengadakan siksaan sebelum Kami mengutus seorang rasul.&#8221;(Qur&#8217;an 17: 15)</p>
<p>Sejak didirikannya Mekah di tempat itu sudah ada jabatan-jabatan penting seperti yang dipegang oleh Qushayy bin Kilab pada pertengahan abad kelima Masehi. Pada waktu itu para pemuka Mekah berkumpul. Jabatan-jabatan hijaba, siqaya, rifada, nadwa, liwa&#8217; dan qiyada dipegang semua oleh Qushay. Hijaba ialah penjaga pintu Ka&#8217;bah atau yang memegang kuncinya. Siqaya ialah menyediakan air tawar &#8211; yang sangat sulit waktu itu bagi mereka yang datang berziarah serta menyediakan minuman keras yang dibuat dari kurma. Rifada ialah memberi makan kepada mereka semua. Nadwa ialah pimpinan rapat pada tiap tahun musim. Liwa&#8217; ialah panji yang dipancangkan pada tombak lalu ditancapkan sebagai lambang tentara yang sedang menghadapi musuh, dan qiyada ialah pimpinan pasukan bila menuju perang. Jabatan-jabatan demikian itu di Mekah sangat terpandang. Dalam masalah ibadat seolah pandangan orang-orang Arab semua tertuju ke Ka&#8217;bah itu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/forumn.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/forumn.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/forumn.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/forumn.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/forumn.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/forumn.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/forumn.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/forumn.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/forumn.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/forumn.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/forumn.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/forumn.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/forumn.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/forumn.wordpress.com/192/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forumn.wordpress.com&amp;blog=6333701&amp;post=192&amp;subd=forumn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forumn.wordpress.com/2009/02/21/riwayat-mekah-ibrahim-dan-ismail/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b36ba6b992d797b0a0e9fa3f5a685178?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">forumn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>REZEKI &amp; TAKDIR</title>
		<link>http://forumn.wordpress.com/2009/02/16/rezeki-takdir/</link>
		<comments>http://forumn.wordpress.com/2009/02/16/rezeki-takdir/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 13:20:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forumn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Takdir]]></category>
		<category><![CDATA[rizki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forumn.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah teka-teki kehidupan, yang sadar atau tidak sering timbul di dalam pikiran kita, mengapa saya tidak sekaya orang lain ? mengapa mereka yang banyak bermaksiat justru semakin sukses dalam bisnisnya? Apakah ini sudah takdir saya? Untuk itu perlu kita kaji firman Allah Ta&#8217;ala berikut ini : &#8220;Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forumn.wordpress.com&amp;blog=6333701&amp;post=125&amp;subd=forumn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"><em>Sebuah teka-teki kehidupan, yang sadar atau tidak sering timbul di dalam pikiran kita, mengapa saya tidak sekaya orang lain ? mengapa mereka yang banyak bermaksiat justru semakin sukses dalam bisnisnya? Apakah ini sudah takdir saya?</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;">
<div class="MsoNormal" style="margin:0;"><em></em></div>
<div><em></em></div>
<p><span style="font-family:&quot;"></p>
<div><span style="font-size:small;">Untuk itu perlu kita kaji firman Allah Ta&#8217;ala berikut ini : &#8220;Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.&#8221; QS. Az Zukhruf : 43</span></div>
<div></div>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;">
<div><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"><em>Lalu Mengapa Allah Menentukan Rezeki Saya Hanya Sedikit ?</em></span></span></div>
<div><span style="font-family:&quot;"></span><span style="font-family:&quot;"></span></div>
<div><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Boleh jadi karena Allah tahu batas kemampuan kita, jika diberi kekayaan melimpah kita tidak lagi ingat kepadaNya, kita akan banyak berbuat maksiat. Karena Allah Maha Tahu, Dia mengetahui kadar kemampuan kita dalam menerima fitnah harta. &#8220;Seseorang tidak dibebani melainkan menurut<br />
kadar kesanggupannya. &#8221; QS. Al Baqarah : 233</span></span></div>
<p>&#8220;Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba- Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki- Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba- Nya lagi Maha Melihat.&#8221; QS. Asy Syuura : 27</p>
<p>Semua itu terjadi karena Allah tahu kapasitas dan kemampuan kita dalam menerima ujian kekayaan, semua karena kasih sayang Allah kepada hambanya, ada orang yang jika diberi kemiskinan maka dia akan bermaksiat sedangkan jika dia dalam kecukupan maka dia banyak beramal kebajikan. Sebaliknya ada orang-orang yang diberi kemiskinan justru banyak beribadah, sedangkan jika diberi kekayaan akan bermaksiat.</p>
<p>&#8220;Bagi tiap sesuatu terdapat ujian dan cobaan, dan ujian serta cobaan terhadap umatku ialah harta-benda&#8221; HR. Tirmidzi</p>
<p><em>Kalau Rezeki Sudah Ditakdirkan Lalu Mengapa Kita Harus Berusaha dan Bekerja ?</em></p>
<p>Kita tidak pernah tahu takdir kita sebelum takdir itu terjadi, oleh karena itu tetaplah berusaha bekerja sungguh-sungguh dan banyak beramal kebaikan untuk menyambut takdir kita, karena kita akan dipermudah menuju takdir kita. Tentang masalah ini, jangankan kita, sahabat Rosulullah-pun menanyakan hal yang sama, buat apa berusaha dan bersusah payah jika sudah ditakdirkan buruk ? &#8220;Wahai Rasulullah! Kalau begitu apakah tidak sebaiknya kita berserah diri kepada takdir kita dan meninggalkan amal-usaha?</p>
<p>Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang telah ditentukan sebagai orang yang berbahagia, maka dia akan mengarah kepada perbuatan orang-orang yang berbahagia. Dan barang siapa yang telah ditentukan sebagai orang yang sengsara, maka dia akan mengarah kepada perbuatan orang-orang yang sengsara. Kemudian beliau melanjutkan sabdanya: Beramallah! Karena setiap orang akan dipermudah!</p>
<p>Adapun orang-orang yang ditentukan sebagai orang berbahagia, maka mereka akan dimudahkan untuk melakukan amalan orang-orang bahagia. Adapun orang-orang yang ditentukan sebagai orang sengsara, maka mereka juga akan dimudahkan untuk melakukan amalan orang-orang sengsara. Kemudian beliau membacakan ayat berikut ini:</p>
<p>Adapun orang yang memberikan hartanya di jalan Allah dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya jalan yang sukar.&#8221; (Shahih Muslim No.4786)</p>
<p>Jadi bersyukurlah jika Anda termasuk orang-orang yang dimudahkan dalam berbuat kebaikan. Selain dari itu, perbaiki kualitas agama kita agar kita lebih siap menerima ujian baik kekayaan dan kemiskinan, karena jika kita sudah berbuat baik dengan banyak bersedekah dan bertakwa maka Allahakan memudahkan jalan kesuksesan kita, sekali lagi renungkan firman Allah Ta&#8217;ala berikut ini :</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.&#8221; QS. Al-Lail : 4 &#8211; 7</p>
<p><em>Lalu Bagaimana dengan Mereka yang Berbuat Dosa, Mengapa Mereka Justru Sukses di Dunia ini ?</em></p>
<p>Karena mereka telah melupakan peringatan Allah, maka Allah akan memberikan semua kenikmatan dunia sehingga mereka semakin lupa dan semakin banyak berbuat dosa yang akhirnya akan di azab dengan sekonyong-konyong, sesuai dengan firmannya :</p>
<p>&#8220;Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.&#8221; QS. Al An&#8217;aam : 44</p>
<p>Jadi berhati-hatilah jika disaat kita banyak berbuat dosa dan maksiat justru Allah memberi rezeki melimpah!</p>
<p>Ingatlah :<br />
&#8220;Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki- Nya tanpa batas.&#8221; QS<br />
Al Baqarah :212</p>
<p></span><span style="font-family:&quot;"><br />
<span style="font-size:small;">Bahwa Allah-lah yang mengatur pembagian rezeki kepada hambanya, Allah-lah yang mengatur penghidupan kita (ma&#8217;isyah kita) bukan orang lain, bukan pelanggan, bukan pimpinan perusahaan dan bukan diri kita, tapi Allah-lah yang menentukan seberapa banyak rezeki kita hari ini dan esok.</span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/forumn.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/forumn.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/forumn.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/forumn.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/forumn.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/forumn.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/forumn.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/forumn.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/forumn.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/forumn.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/forumn.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/forumn.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/forumn.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/forumn.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forumn.wordpress.com&amp;blog=6333701&amp;post=125&amp;subd=forumn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forumn.wordpress.com/2009/02/16/rezeki-takdir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b36ba6b992d797b0a0e9fa3f5a685178?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">forumn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Doa-doa Bada Shalat</title>
		<link>http://forumn.wordpress.com/2009/02/16/doa-doa-bada-shalat/</link>
		<comments>http://forumn.wordpress.com/2009/02/16/doa-doa-bada-shalat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Feb 2009 22:39:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forumn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqh]]></category>
		<category><![CDATA[Shalat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forumn.wordpress.com/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[      أَسْتَغْفِرُ اللهَ (ثلاثا) “Aku minta ampun kepada Allah,” (dibaca tiga kali).   اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ.    “Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dariMu keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Yang Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.”[81]   لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forumn.wordpress.com&amp;blog=6333701&amp;post=126&amp;subd=forumn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;text-align:center;margin:0 0 3pt;" align="center"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;text-align:center;margin:0 0 3pt;" align="center"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;text-align:center;margin:0 0 3pt;" align="center"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;line-height:95%;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0 0 3pt;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:95%;font-family:&quot;" lang="AR-SA">أَسْتَغْفِرُ اللهَ </span></strong><span style="font-size:16pt;line-height:95%;font-family:&quot;" lang="AR-SA">(ثلاثا)<strong> </strong></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Aku minta ampun kepada Allah,” <span style="letter-spacing:-.2pt;">(dibaca tiga kali). </span></span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;letter-spacing:-.2pt;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;line-height:95%;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0 0 3pt;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:95%;font-family:&quot;" lang="AR-SA">اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ.</span></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;letter-spacing:-.2pt;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;letter-spacing:-.2pt;"><span> </span>“Ya</span></em><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dariMu keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Yang Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.”</span></em><a name="_ftnref1" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[81]</span></span></span></span></span></a><em></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0 0 3pt;" dir="rtl"><strong><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;line-height:95%;font-family:&quot;" lang="AR-SA">لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ، اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ.</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;letter-spacing:-.2pt;">“Tiada Tuhan yang berhak disembah</span></em><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya puji dan bagi-Nya kerajaan. Dia Maha Kuasa atas se-gala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang <span style="letter-spacing:-.2pt;">mencegah apa yang Engkau berikan dan </span>tidak ada yang memberi apa yang Eng-<span style="letter-spacing:-.2pt;">kau cegah. Tidak berguna kekayaan dan </span>kemuliaan itu bagi pemiliknya (selain iman dan amal shalihnya). Hanya dari-Mu kekayaan dan kemuliaan.”</span></em><a name="_ftnref2" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[82]</span></span></span></span></span></a><em></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height:normal;margin:0;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;"><strong><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span><span lang="AR-SA">لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَه</span></span></strong></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height:normal;margin:0;" dir="rtl"><strong><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">ُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ.</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Tiada Tuhan (yang berhak disem-<span style="letter-spacing:-.2pt;">bah) kecuali Allah, Yang Maha Esa, tidak </span>ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan pujaan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tia-da Tuhan (yang hak disembah) kecuali Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepadaNya. Bagi-Nya nikmat, anugerah dan pujaan yang baik. Tiada Tuhan (yang hak disembah) kecuali Allah, <span style="letter-spacing:-.2pt;">dengan memurnikan ibadah kepadaNya,</span> sekalipun orang-orang kafir sama ben-ci.”</span></em><a name="_ftnref3" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[83]</span></span></span></span></span></a><em></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0 0 3pt;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span><span lang="AR-SA">سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَاللهُ أَكْبَرُ </span></span></span></strong><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">(33 ×)</span><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"> </span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0 0 3pt;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.</span></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah. Dan Allah Maha Besar. (Tiga puluh tiga kali). Tidak ada Tuhan (yang hak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan. BagiNya pujaan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.”</span></em><a name="_ftnref4" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn4"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[84]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas setiap selesai shalat (far-dhu).</span><a name="_ftnref5" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn5"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[85]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Membaca ayat Kursi setiap selesai shalat (fardhu).</span><a name="_ftnref6" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn6"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[86]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0 0 3pt;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;line-height:95%;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><strong><span style="font-family:Times New Roman;">-لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. </span></strong></span><strong><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:12pt;line-height:95%;font-family:&quot;" lang="AR-SA">(10× بعد صلاة المغرب والصبح)</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Tiada Tuhan (yang berhak disem-bah) kecuali Allah Yang Maha Esa, <span style="letter-spacing:-.2pt;">tiada sekutu bagiNya, bagiNya kerajaan,</span> bagi-Nya segala puja. Dia-lah yang menghi-dupkan (orang yang sudah mati atau memberi roh janin yang akan dilahirkan) dan yang mematikan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.” </span></em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Diba-ca sepuluh kali setiap sesudah shalat Maghrib dan Subuh<em>.</em></span><a name="_ftnref7" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn7"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[87]</span></span></span></span></span></a><em></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:6pt 0 0;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا،</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:6pt 0 0;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span> </span>وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً.</span></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Ya Allah! Sesungguhnya aku mohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal dan amal yang diterima.” </span></em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">(Dibaca setelah salam shalat Su-buh).</span><a name="_ftnref8" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn8"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[88]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;text-align:center;margin:0 0 3pt;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;text-align:center;margin:0 0 3pt;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">DOA SHALAT ISTIKHARAH</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Jabir bin Abdillah berkata: Rasulullah mengajari kami shalat Istikharah untuk memutuskan segala sesuatu, sebagaimana mengajari surah Al-Qur-an. Beliau bersabda: <em>“Apabila seseorang di antara kamu mempunyai rencana untuk mengerjakan sesuatu, hendaknya melakukan shalat sunah (Istikharah) dua rakaat, kemudian baca-lah doa ini:</em></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;line-height:95%;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0 0 3pt;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:95%;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">-</span></span></strong><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-size:13pt;line-height:95%;font-family:&quot;top:-3pt;" lang="AR-SA">((</span></strong><strong><span style="font-size:16pt;line-height:95%;font-family:&quot;" lang="AR-SA">اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:95%;font-family:&quot;" lang="AR-SA">-وَيُسَمَّى حَاجَتَهُ-</span></strong><strong><span style="font-size:16pt;line-height:95%;font-family:&quot;" lang="AR-SA"> خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:95%;font-family:&quot;" lang="AR-SA">-أَوْ قَالَ:</span></strong><strong><span style="font-size:16pt;line-height:95%;font-family:&quot;" lang="AR-SA"> عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ</span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:95%;font-family:&quot;" lang="AR-SA">-</span></strong><strong><span style="font-size:16pt;line-height:95%;font-family:&quot;" lang="AR-SA"> فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ -</span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:95%;font-family:&quot;" lang="AR-SA">أَوْ قَالَ:</span></strong><strong><span style="font-size:16pt;line-height:95%;font-family:&quot;" lang="AR-SA"> عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ- فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ</span></strong><strong><span style="font-size:13pt;line-height:95%;font-family:&quot;top:-3pt;" lang="AR-SA">))</span></strong><strong><span style="font-size:16pt;line-height:95%;font-family:&quot;" lang="AR-SA">.</span></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span> </span>“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepadaMu dengan ilmu pengetahuanMu dan aku mohon kekuasaanMu (untuk mengatasi perso-alanku) dengan kemahakuasaanMu. Aku mohon kepadaMu sesuatu dari anugerahMu Yang Maha Agung, se-sungguhnya Engkau Mahakuasa, se-dang aku tidak kuasa, Engkau mengeta-hui, sedang aku tidak mengetahuinya dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (orang yang mempunyai hajat hendak-nya menyebut persoalannya) lebih baik dalam agamaku, dan akibatnya terha-dap diriku atau -Nabi </span></em><em><span style="font-size:10pt;font-family:Islamic_;"><span style="font-family:Times New Roman;">n</span></span></em><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> bersabda: …di dunia atau akhirat- sukseskanlah untuk-ku, mudahkan jalannya, kemudian beri-lah berkah. Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih berbahaya bagiku dalam agama, per-ekonomian dan akibatnya kepada diriku, maka singkirkan persoalan tersebut, dan jauhkan aku daripadanya, takdirkan kebaikan untukku di mana saja keba-ikan itu berada, kemudian berilah kere-laanMu kepadaku.”</span></em><a name="_ftnref9" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn9"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[89]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:14.2pt;line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Tidak menyesal orang yang beristi-kharah kepada Al-Khaliq dan bermusya-warah dengan orang-orang mukmin dan berhati-hati dalam menangani perso-alannya. Allah <em>Ta’ala</em> berfirman:</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span> </span>“… dan bermusyawarahlah kepada mereka (para sahabat) dalam urusan itu (peperangan, perekonomian, politik dan lain-lain). Bila kamu telah membulatkan tekad, bertawakkallah kepada Allah…” </span></em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">(Ali Imran, 3: 159)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">BACAAN DI WAKTU PAGI DAN SORE</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;line-height:25pt;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0 0 3pt;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">- أعوذ بالله من الشيطان</span></span></strong><strong><span dir="ltr" lang="AR-SA"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">الرجيم </span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;line-height:25pt;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0 0 3pt;" dir="rtl"><span style="font-size:13pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk. <em>Allah tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa&#8217;at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. </em>(Al-Baqarah: 255).</span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> <a name="_ftnref10" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn10"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[90]</span></span></span></a></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. <em>Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.</em> Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. <em>Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.</em> Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. <em>Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sem-bahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia</em>.</span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> <a name="_ftnref11" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn11"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[91]</span></span></span></a></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0 0 3pt;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">77- أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ.</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">77. <em>“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. Bagi-Nya kerajaan dan bagiNya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala se-suatu. Hai Tuhan, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Tuhan, aku berlin-dung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Tuhan! Aku berlindung kepadaMu dari siksaan di Neraka dan kubur.”</em></span><a name="_ftnref12" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn12"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[92]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">78- اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ.</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">78.<em> “Ya Allah, dengan rahmat dan pertolonganMu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan perto-longanMu kami memasuki waktu sore. Dengan rahmat dan pertolonganMu kami hidup dan dengan kehendakMu kami mati. Dan kepadaMu kebangkitan (bagi semua makhluk).”</em></span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> <a name="_ftnref13" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn13"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[93]</span></span></span></a></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">79- اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">79. <em>“Ya Allah! Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah <span style="letter-spacing:-.2pt;">kecuali Engkau, Engkau-lah yang mencip-</span>takan aku. Aku adalah hambaMu. Aku akan setia pada perjanjianku denganMu semampuku. Aku berlindung kepadaMu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmatMu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, <span style="letter-spacing:-.2pt;">ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang </span>mengampuni dosa kecuali Engkau.”</em></span><a name="_ftnref14" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn14"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[94]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0 0 3pt;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَصْبَحْتُ أُشْهِدُ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ، وَمَلاَئِكَتَكَ وَجَمِيْعَ خَلْقِكَ، أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ. (4×)</span></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">80. <em>“Ya Allah! Sesungguhnya aku di waktu pagi ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul arasyMu, malai-kat-malaikat dan seluruh makhlukMu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada Tuhan yang berhak disem-bah kecuali Engkau Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiMu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.”</em> (Dibaca empat kali waktu pagi dan sore).</span><a name="_ftnref15" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn15"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[95]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0 0 3pt;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">81- اَللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِيْ مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ، فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ.</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">81.<em> “Ya Allah! Nikmat yang kuterima atau diterima oleh seseorang di antara makhlukMu di pagi ini adalah dariMu. Maha Esa Engkau, tiada sekutu bagi-Mu. BagiMu segala puji dan kepadaMu panjatan syukur (dari seluruh makhluk-Mu).”</em></span><a name="_ftnref16" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn16"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[96]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0 0 3pt;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">82- اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ. (3×)</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">82. <em>“Ya Allah! Selamatkan tubuhku (da-ri penyakit dan yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau sesuatu yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan penglihatanku, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Eng-<span style="letter-spacing:-.2pt;">kau. Ya Allah! Sesungguhnya aku berlin-</span>dung kepadaMu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepadaMu dari siksa kubur, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau.”</em> (Di-baca tiga kali di waktu pagi dan sore)<em>.</em></span><a name="_ftnref17" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn17"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[97]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0 0 3pt;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">-حَسْبِيَ اللهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ. (7×)</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Allah-lah yang mencukupi (segala kebutuhanku), tiada Tuhan (yang ber-hak disembah) kecuali Dia, kepadaNya aku bertawakal. Dia-lah Tuhan yang menguasai ‘Arsy yang agung.” </span></em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">(Dibaca tujuh kali waktu pagi dan sore).</span><a name="_ftnref18" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn18"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[98]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0 0 3pt;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">-اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَة</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0 0 3pt;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">َ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ</span></strong><strong><span dir="ltr" lang="AR-SA"><span style="font-size:small;"> </span></span></strong><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ.</span></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesung-guhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, ke-luarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah! Peli-haralah aku dari muka, belakang, ka-nan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaranMu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ulat atau bumi pecah yang membuat aku jatuh dan lain-lain).”</span></em><a name="_ftnref19" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn19"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[99]</span></span></span></span></span></a><em></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:6pt 0 3pt;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">-اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ.</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">85.<em> “Ya Allah! Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Tuhan pencipta langit dan bumi, Tuhan segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang hak kecuali Engkau. Aku berlin-dung kepadaMu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya, dan aku (berlindung kepadaMu) dari berbuat ke-jelekan terhadap diriku atau menyeret-nya kepada seorang muslim.”</em></span><a name="_ftnref20" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn20"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[100]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0 0 3pt;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">86- بِسْمِ اللهِ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. (3×)</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">86. <em>“Dengan nama Allah yang bila dise-but, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Ma-ha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” </em>(Dibaca tiga kali).</span><a name="_ftnref21" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn21"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[101]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:6pt 0 3pt;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">87- رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا. (3×)</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">87. <em>“Aku rela Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai nabi (yang diutus oleh Allah).” </em>(Dibaca tiga kali).</span><a name="_ftnref22" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn22"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[102]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0 0 3pt;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">88- يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ.</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">88. <em>“Wahai Tuhan Yang Maha Hidup, wahai Tuhan Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekalipun sekejap mata (tan-pa mendapat pertolongan dariMu).”</em></span><a name="_ftnref23" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn23"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[103]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0 0 3pt;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">89- أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذَا الْيَوْمِ: فَتْحَهُ، وَنَصْرَهُ وَنُوْرَهُ، وَبَرَكَتَهُ، وَهُدَاهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْهِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ.</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">89. ”Kami masuk pagi, sedang kerajaan hanya milik Allah, Tuhan seru sekalian alam. Ya Allah, sesungguhnya aku me-mohon kepadaMu agar memperoleh ke-baikan, pembuka (rahmat), pertolongan, cahaya, berkah dan petunjuk di hari ini. Aku berlindung kpadaMu dari kejelekan apa yang ada di dalamnya dan keja-hatan sesudahnya.”</span><a name="_ftnref24" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn24"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[104]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0 0 3pt;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">90- أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ.</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">90. <em>“Di waktu pagi kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kita Muhammad </em></span><em><span style="font-size:10pt;font-family:Islamic_;"><span style="font-family:Times New Roman;">n</span></span></em><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">, dan agama ayah kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.”</span></em><a name="_ftnref25" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn25"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[105]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0 0 3pt;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">91- سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ. (100×)</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">91.<em> “Maha Suci Allah, aku memujiNya.” </em>(Dibaca seratus kali).</span><a name="_ftnref26" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn26"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[106]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0 0 3pt;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">92- لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.</span></span></strong><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"> (10× أو 1× عند الكسل)</span></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">92. <em>“Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya <span style="letter-spacing:-.2pt;">kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang </span>berkuasa atas segala sesuatu.” </em>(Dibaca sepuluh kali, atau cukup sekali dalam keadaan malas)<em>.</em></span><a name="_ftnref27" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn27"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[107]</span></span></span></span></span></a><em></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0 0 3pt;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">(100× إذا أصبح)</span></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">93. <em>“Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” </em>(Dibaca seratus kali setiap pagi hari).</span><a name="_ftnref28" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn28"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[108]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0 0 3pt;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">94- سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ. </span></span></strong><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">(3× إذا أصبح)</span></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">94. <em>“Maha Suci Allah, aku memujiNya sebanyak makhlukNya, sejauh kerela-anNya, seberat timbangan arasyNya dan sebanyak tinta tulisan kalimatNya.” </em>(Dibaca tiga kali setiap pagi hari).</span><a name="_ftnref29" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn29"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[109]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0 0 3pt;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">95- اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً. </span></span></strong><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">(إذا أصبح)</span></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">95. <em>Ya Allah, sungguh aku memohon kepadaMu ilmu yang manfaat, rizki yang baik dan amal yang diterima. </em>(Dibaca pagi hari).</span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> <a name="_ftnref30" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn30"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[110]</span></span></span></a></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0 0 3pt;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">96- أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ. </span></span></strong><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">(100× في اليوم)</span></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">96. <em>Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepadaNya</em>. (Dibaca 100 kali dalam sehari).</span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> <a name="_ftnref31" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn31"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[111]</span></span></span></a></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">97- أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. </span></span></strong><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">(3× إذا أمسى)</span></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">97. <em>Aku berlindung dengan kalimat-kali-mat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakanNya</em>. (Dibaca 3 kali pada sore hari).</span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> <a name="_ftnref32" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn32"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[112]</span></span></span></a></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0 0 3pt;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">98- اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ. </span></span></strong><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">(10×)</span></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;letter-spacing:-.2pt;">98. <em>Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan </em></span><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">salam kepada Nabi kami Muhammad.</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> (Dibaca 10 kali).</span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> <a name="_ftnref33" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn33"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[113]</span></span></span></a></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;text-align:center;margin:0 0 3pt;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">32- DOA QUNUT WITIR</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0 0 3pt;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">اَللَّهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِيْ شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِيْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ، إِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، [وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ]، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ.</span></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">116. <em>“Ya Allah! Berilah aku petunjuk sebagaimana orang yang telah Engkau beri petunjuk, berilah aku perlindungan (dari penyakit dan apa yang tidak disukai) sebagaimana orang yang telah Engkau lindungi, sayangilah aku seba-gaimana orang yang telah Engkau sayangi. Berilah berkah apa yang Eng-kau berikan kepadaku, jauhkan aku dari kejelekan apa yang Engkau takdirkan, sesungguhnya Engkau yang menjatuh-kan qadha, dan tidak ada orang yang memberikan hukuman kepadaMu. Se-sungguhnya orang yang Engkau bela tidak akan terhina, dan orang yang Engkau musuhi tidak akan mulia. Maha Suci Engkau, wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi Engkau.”</em></span><a name="_ftnref34" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn34"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[114]</span></span></span></span></span></a><em></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0 0 3pt;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوْبَتِكَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْكَ، لاَ أُحْصِيْ ثَنَاءَ عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ.</span></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">117. <em>“Ya, Allah, sesungguhnya aku ber-lindung dengan kerelaanMu dari kema-rahanMu, dan dengan keselamatanMu dari siksaMu. Aku berlindung kepadaMu dari ancamanMu. Aku tidak mampu menghitung pujian dan sanjungan kepa-daMu, Engkau adalah sebagaimana yang Engkau sanjungkan kepada diriMu sendiri.”</em></span><a name="_ftnref35" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn35"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[115]</span></span></span></span></span></a><em></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0 0 3pt;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">اَللَّهُمَّ إيـَّاكَ نَعْبُدُ، وَلَكَ نُصَلِّيْ وَنَسْجُدُ، وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ، نَرْجُوْ رَحْمَتَكَ، وَنَخْشَى عَذَابَكَ، إِنَّ عَذَابَكَ بِالْكَافِرِيْنَ مُلْحَقٌ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِيْنُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ، وَنُثْنِيْ عَلَيْكَ الْخَيْرَ، وَلاَ نَكْفُرُكَ، وَنُؤْمِنُ بِكَ، وَنَخْضَعُ لَكَ، وَنَخْلَعُ مَنْ يَكْفُرُكَ.</span></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Ya Allah! KepadaMu kami me-nyembah. UntukMu kami melakukan shalat dan sujud.KepadaMu kami ber-usaha dan melayani. Kami mengharap-kan rahmatMu, kami takut pada siksa-anMu. Sesungguhnya siksaanMu akan menimpa pada orang-orang kafir. Ya, Allah! Kami minta pertolongan dan minta ampun kepadaMu, kami memuji kebaikanMu, kami tidak ingkar kepada-Mu, kami beriman kepadaMu, kami tunduk padaMu dan berpisah pada orang yang kufur kepadaMu.”</span></em><a name="_ftnref36" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn36"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[116]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;text-align:center;margin:6pt 0 3pt;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">BACAAN SETELAH SALAM SHALAT WITIR</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0 0 3pt;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ (3× </span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">يجهر بها ويمد بها صوته يقول</span><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">) [رَبِّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوْحِ]</span></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Subhaanal malikil qudduusi (rabbul malaaikati warruh) tiga kali, sedang yang ketiga, beliau membacanya de-ngan suara keras dan panjang.</span></p>
<div><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"></span></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn1" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[81]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> HR. Muslim 1/414.</span></p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn2" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[82]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> HR. Al-Bukhari 1/255 dan Muslim 1/414.</span></p>
</div>
<div id="ftn3">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn3" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref3"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[83]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> HR. Muslim 1/415.</span></p>
</div>
<div id="ftn4">
<p class="MsoFootnoteText" style="line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn4" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref4"></a><span style="font-size:x-small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
</div>
<div id="ftn5">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn5" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref5"></a><span style="font-size:x-small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
</div>
<div id="ftn6">
<p class="MsoFootnoteText" style="line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn6" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref6"></a><span style="font-size:x-small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
</div>
<div id="ftn7">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn7" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref7"></a><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span>  </span></span></span></p>
</div>
<div id="ftn8">
<p class="MsoFootnoteText" style="line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn8" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref8"></a><span style="font-size:x-small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
</div>
<div id="ftn9">
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;margin:0;"><a name="_ftn9" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref9"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[89]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> HR. Al-Bukhari 7/162.</span></p>
</div>
<div id="ftn10">
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;margin:0;"><a name="_ftn10" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref10"></a><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span> </span></span></span><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span> </span></span></p>
</div>
<div id="ftn11">
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;margin:0;"><a name="_ftn11" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref11"></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;margin:0;"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span> </span></span></span></p>
</div>
<div id="ftn12">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn12" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref12"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[92]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> HR. Muslim 4/2088.</span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">Kalau sore hari membaca:</span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="direction:rtl;text-indent:2pt;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ </span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">(</span></span><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;" dir="ltr">dst.</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">)</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">Kalau sore hari membaca:</span><strong></strong></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="direction:rtl;text-indent:2pt;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">.</span></span></p>
</div>
<div id="ftn13">
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;margin:0;"><a name="_ftn13" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref13"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[93]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">. HR. At-Tirmidzi 5/466, dan lihat <em>Shahih At-Tirmidzi</em> 3/142.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;margin:0;"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">Kalau sore hari membaca:</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">اَللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ.</span></strong></span></p>
</div>
<div id="ftn14">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn14" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref14"></a><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span> </span></span></span><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span> </span></span></p>
</div>
<div id="ftn15">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn15" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref15"></a><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span> </span></span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA">اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَمْسَيْتُ …</span></strong></span></span></p>
</div>
<div id="ftn16">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn16" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref16"></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">Jika sore hari membaca:</span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA">اَللَّهُمَّ مَا أَمْسَى بِيْ …</span></strong></span></span></p>
</div>
<div id="ftn17">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn17" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref17"></a><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span> </span></span></span><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span>  </span></span></p>
</div>
<div id="ftn18">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn18" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref18"></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span> </span></span></p>
</div>
<div id="ftn19">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn19" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref19"></a><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span> </span></span></span><em><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span> </span></span></em></p>
</div>
<div id="ftn20">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn20" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref20"></a><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span> </span></span></span><em><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span> </span></span></em></p>
</div>
<div id="ftn21">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn21" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref21"></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span> </span></span></p>
</div>
<div id="ftn22">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn22" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref22"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[102]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> “Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka hak Allah memberikan keridhaanNya kepadanya pada hari Kiamat.” HR. Ahmad 4/337, An-Nasa’i dalam <em>‘Amalul Yaum wal Lailah</em> no. 4 dan Ibnus Sunni no. 68. Abu Daud 4/418, At-Tirmidzi 5/465 dan Ibnu Baaz berpendapat, hadits tersebut hasan dalam <em>Tuhfatul Akhyar</em>, hal. 39.</span></p>
</div>
<div id="ftn23">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn23" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref23"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[103]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> HR. Al-Hakim, menurut pendapatnya, hadits tersebut adalah shahih, dan Imam Adz-Dzahabi me-nyetujuinya, lihat kitabnya 1/545, dan <em>Shahih At-Targhib wat Tarhib</em> 1/273.</span></p>
</div>
<div id="ftn24">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn24" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref24"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[104]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> Apabila sore hari, membaca:</span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA">أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى </span></strong><strong><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA">الْمُلْكُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ اللَّيْلَةِ؛ فَتْحَهَا، وَنَصْرَهَا وَنُوْرَهَا، وَبَرَكَتَهَا، وَهُدَاهَا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا.</span></strong><strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">HR. Abu Dawud 4/322 serta Syu’ab dan Abdul Qadir Al-Arnauth dalam <em>Tahqiq Zadul Ma’ad</em>, 2/273.</span></p>
</div>
<div id="ftn25">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn25" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref25"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[105]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> HR. Ahmad 3/406-407, 5/123. Lihat juga <em>Shahihul Jami’</em> 4/290. Ibnus Sunni juga meriwayatkannya di <em>‘Amalul Yaum wal Lailah</em> no. 34.</span></p>
</div>
<div id="ftn26">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn26" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref26"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[106]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> HR. Muslim 4/2071.</span></p>
</div>
<div id="ftn27">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn27" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref27"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[107]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> HR. Abu Dawud 4/319, Ibnu Majah dan Ahmad 4/60. Lihat <em>Shahih At-Targhib wat Tarhib</em> 1/270, <em>Shahih Abu Dawud</em> 3/957, <em>Shahih Ibnu Majah</em> 2/331, dan <em>Zadul Ma’ad</em> 2/377.</span></p>
</div>
<div id="ftn28">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn28" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref28"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[108]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> “Barangsiapa membacanya sebanyak seratus kali dalam sehari, maka baginya (pahala) seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan, baginya perlindung-an dari setan pada hari itu hingga sore hari. Tidaklah seseorang itu dapat mendatangkan yang lebih baik dari<span>  </span></span></p>
</div>
<div id="ftn29">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn29" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref29"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[109]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> HR. Muslim 4/2090.</span></p>
</div>
<div id="ftn30">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn30" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref30"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[110]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> HR. Ibnu As-Sunni dalam <em>‘Amalul Yaum wal Lailah, </em>no. 54, dan Ibnu Majah no. 925. Isnadnya hasan menurut Abdul Qadir dan Syu’aib Al-Arna’uth dalam tahqiq <em>Zad Al-Ma’ad 2/375.</em></span></p>
</div>
<div id="ftn31">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn31" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref31"></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span> </span></span></p>
</div>
<div id="ftn32">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn32" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref32"></a><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span> </span></span></span></p>
</div>
<div id="ftn33">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn33" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref33"></a><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span> </span></span></span><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span>   </span><em><span>  </span></em></span></p>
</div>
<div id="ftn34">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn34" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref34"></a><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span> </span></span></span></p>
</div>
<div id="ftn35">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn35" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref35"></a><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span> </span></span></span><em><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span> </span></span></em></p>
</div>
<div id="ftn36">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn36" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref36"></a><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span> </span></span></span></p>
</div>
</div>
<hr size="1" />
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/forumn.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/forumn.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/forumn.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/forumn.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/forumn.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/forumn.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/forumn.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/forumn.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/forumn.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/forumn.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/forumn.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/forumn.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/forumn.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/forumn.wordpress.com/126/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forumn.wordpress.com&amp;blog=6333701&amp;post=126&amp;subd=forumn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forumn.wordpress.com/2009/02/16/doa-doa-bada-shalat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b36ba6b992d797b0a0e9fa3f5a685178?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">forumn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bacaan Shalat</title>
		<link>http://forumn.wordpress.com/2009/02/16/bacaan-shalat/</link>
		<comments>http://forumn.wordpress.com/2009/02/16/bacaan-shalat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Feb 2009 22:38:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forumn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqh]]></category>
		<category><![CDATA[Shalat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forumn.wordpress.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[DOA ISTIFTAH   اَللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِيْ وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اَللَّهُمَّ نَقِّنِيْ مِنْ خَطَايَايَ، كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اَللَّهُمَّ اغْسِلْنِيْ مِنْ خَطَايَايَ بِالثَّلْجِ وَالْمَاءِ وَالْبَرَدِ.   “Ya Allah, jauhkan antara aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana baju putih dibersihkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forumn.wordpress.com&amp;blog=6333701&amp;post=130&amp;subd=forumn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoEndnoteText" style="line-height:12pt;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;">DOA ISTIFTAH</span></span></p>
<p class="MsoEndnoteText" style="line-height:12pt;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p class="MsoEndnoteText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">اَللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِيْ وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اَللَّهُمَّ نَقِّنِيْ مِنْ خَطَايَايَ، كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اَللَّهُمَّ اغْسِلْنِيْ مِنْ خَطَايَايَ بِالثَّلْجِ وَالْمَاءِ وَالْبَرَدِ.</span></strong></span></p>
<p class="MsoEndnoteText" style="line-height:12pt;text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoEndnoteText" style="line-height:12pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:x-small;"><em><span style="font-family:&quot;">“Ya Allah, jauhkan antara aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesa-lahanku dengan salju, air dan air es”</span></em><span style="font-family:&quot;">.</span></span><a name="_ftnref1" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[1]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoEndnoteText" style="line-height:12pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p class="MsoEndnoteText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، وَتَبَارَكَ اسْمُكَ، وَتَعَالَى جَدُّكَ، وَلاَ إِلَـهَ غَيْرُكَ.</span></strong></span></p>
<p class="MsoEndnoteText" style="line-height:12pt;text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoEndnoteText" style="line-height:12pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:x-small;"><em><span style="font-family:&quot;">Maha Suci Engkau ya Allah, aku memujiMu, Maha Berkah akan nama-Mu, Maha Tinggi kekayaan dan kebe-saranMu, tiada Ilah yang berhak disem-bah selain Engkau</span></em><span style="font-family:&quot;">.</span></span><a name="_ftnref2" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[2]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoEndnoteText" style="line-height:12pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p class="MsoEndnoteText" style="line-height:12pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p class="MsoEndnoteText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span><span lang="AR-SA">وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ، إِنَّ صَلاَتِيْ، وَنُسُكِيْ، وَمَحْيَايَ، وَمَمَاتِيْ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكَ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ. أَنْتَ رَبِّيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، ظَلَمْتُ نَفْسِيْ وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْلِيْ ذُنُوْبِيْ جَمِيْعًا إِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ. وَاهْدِنِيْ لأَحْسَنِ اْلأَخْلاَقِ لاَ يَهْدِيْ لأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ، وَاصْرِفْ عَنِّيْ سَيِّئَهَا، لاَ يَصْرِفُ عَنِّيْ سَيِّئَهَا إِلاَّ أَنْتَ، لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ، وَالْخَيْرُ كُلُّهُ بِيَدَيْكَ، وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ، أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ، تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ.</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoEndnoteText" style="line-height:12pt;text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoEndnoteText" style="line-height:12pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:x-small;"><em><span style="font-family:&quot;">Aku menghadap kepada Tuhan Pencipta langit dan bumi, dengan me-megang agama yang lurus dan aku tidak tergolong orang-orang yang mus-yrik. Sesungguhnya shalat, ibadah dan hidup serta matiku adalah untuk Allah. Tuhan seru sekalian alam, tiada sekutu bagiNya, dan karena itu, aku diperintah dan aku termasuk orang-orang muslim. Ya Allah, Engkau adalah Raja, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau, engkau Tuhanku dan aku ada-lah hambaMu. Aku menganiaya diriku, aku mengakui dosaku (yang telah kula-kukan). Oleh karena itu ampunilah selu-ruh dosaku, sesungguhnya tidak akan ada yang mengampuni dosa-dosa, ke-<span style="letter-spacing:-.2pt;">cuali Engkau. Tunjukkan aku pada akhlak </span>yang terbaik, tidak akan menunjukkan kepadanya kecuali Engkau. Hindarkan aku dari akhlak yang jahat, tidak akan <span style="letter-spacing:-.2pt;">ada yang bisa menjauhkan aku daripada-</span>nya, kecuali Engkau. Aku penuhi pang-gilanMu dengan kegembiraan, seluruh kebaikan di kedua tanganMu, kejelekan tidak dinisbahkan kepadaMu. Aku hidup dengan pertolongan dan rahmatMu, dan kepadaMu (aku kembali). Maha Suci Engkau dan Maha Tinggi. Aku minta ampun dan bertaubat kepadaMu”</span></em><span style="font-family:&quot;">.</span></span><a name="_ftnref3" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[3]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoEndnoteText" style="line-height:12pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p class="MsoEndnoteText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">اَللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرَائِيْلَ، وَمِيْكَائِيْلَ، وَإِسْرَافِيْلَ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيْمَا كَانُوْا فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ. اِهْدِنِيْ لِمَا اخْتُلِفَ فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ تَهْدِيْ مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ.</span></strong></span></p>
<p class="MsoEndnoteText" style="line-height:12pt;text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;">“Ya Allah, Tuhan Jibrail, Mikail dan Israfil. Wahai Pencipta langit dan bumi. Wahai Tuhan yang mengetahui yang <span style="letter-spacing:-.1pt;">ghaib dan nyata. Engkau yang menjatuh-</span>kan hukum (untuk memutuskan) apa yang mereka (orang-orang kristen dan yahudi) pertentangkan. Tunjukkanlah aku pada kebenaran apa yang diper-tentangkan dengan seizin dariMu. Se-sungguhnya Engkau menunjukkan pada jalan yang lurus bagi orang yang Eng-kau kehendaki”</span></span></em><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;">.</span></span><a name="_ftnref4" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn4"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[4]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoEndnoteText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:6pt 0 0;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;"><span><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></span></strong><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;position:relative;top:-3pt;" lang="AR-SA">((</span></strong><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً</span></strong><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;position:relative;top:-3pt;" lang="AR-SA">))</span></strong><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span> </span>ثلاثا </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;position:relative;top:-3pt;" lang="AR-SA">((</span></strong><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ، مِنْ نَفْخِهِ وَنَفْثِهِ وَهَمْزِهِ</span></strong><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;position:relative;top:-3pt;" lang="AR-SA">))</span></strong><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">.</span></strong></span></p>
<p class="MsoEndnoteText" style="line-height:12pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;">31. <em>“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore”</em>. (Diucap-kan tiga kali). <em>“Aku berlindung kepada Allah dari tiupan, bisikan dan godaan setan”</em>.</span></span><a name="_ftnref5" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn5"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[5]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoEndnoteText" style="line-height:12pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p class="MsoEndnoteText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span><span lang="AR-SA">اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، [وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ][وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ][وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ][ وَلَكَ الْحَمْدُ][أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّهُ حَقُّ، وَالنَّارُ حَقُّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقُّ، وَمُحَمَّدٌ </span></span></span></strong><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;font-family:Islamic_;" dir="ltr">n</span><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;"> <span lang="AR-SA">حَقُّ، وَالسَّاعَةُ حَقُّ][اَللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ][أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ][أَنْتَ إِلَـهِيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ].</span></span></strong></span></p>
<p class="MsoEndnoteText" style="line-height:12pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p class="MsoEndnoteText" style="line-height:12pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p class="MsoEndnoteText" style="line-height:12pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:&quot;">Apabila Nabi </span><span style="font-family:Islamic_;"><span style="font-family:Times New Roman;">n</span></span><span style="font-family:&quot;"> shalat Tahajud di waktu malam, beliau membaca: <em>“Ya, Allah! BagiMu segala puji, Engkau ca-haya langit dan bumi serta seisinya. Ba-giMu segala puji, Engkau yang meng-urusi langit dan bumi serta seisinya. BagiMu segala puji, Engkau Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya. BagiMu segala puji dan bagi-Mu kerajaan langit dan bumi serta seisi-nya. BagiMu segala puji, Engkau benar, janjiMu benar, firmanMu benar, bertemu denganMu benar, Surga adalah benar (ada), Neraka adalah benar (ada), (ter-utusnya) para nabi adalah benar, (terutusnya) Muhammad adalah benar (dariMu), kejadian hari Kiamat adalah benar. Ya Allah, kepadaMu aku menye-rah, kepadaMu aku bertawakal, kepada-Mu aku beriman, kepadaMu aku kemba-li (bertaubat), dengan pertolonganMu aku berdebat (kepada orang-orang kafir), kepadaMu (dan dengan ajaran-Mu) aku menjatuhkan hukum. Oleh karena itu, ampunilah dosaku yang telah lewat dan yang akan datang. Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan, tiada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau”</em>.</span></span><a name="_ftnref6" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn6"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[6]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;text-align:center;margin:6pt 0 0;" align="center"><span style="font-family:&quot;" lang="EN-GB"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;text-align:center;margin:6pt 0 0;" align="center"><span style="font-family:&quot;" lang="EN-GB"><span style="font-size:small;">DOA RUKU’</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">33- ((سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ)) 3×.</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Maha Suci Tuhanku yang Maha Agung”</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">.(Dibaca tiga kali).</span><a name="_ftnref7" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn7"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[7]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">34- سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ.</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Maha Suci Engkau, ya Allah! Tuhanku, dan dengan pujiMu. Ya Allah! Ampunilah dosaku.”</span></em><a name="_ftnref8" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn8"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[8]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:3pt 0 0;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">35- سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ، رَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوْحِ.</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Engkau, Tuhan Yang Maha Suci (dari kekurangan dan hal yang tidak layak bagi kebesaranMu), Maha Agung, Tuhan malaikat dan Jibril.”</span></em><a name="_ftnref9" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn9"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[9]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;line-height:95%;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:3pt 0 0;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:95%;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">36- اَللَّهُمَّ لَكَ رَكَعْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَلَكَ أَسْلَمْتُ، خَشَعَ لَكَ سَمْعِيْ وَبَصَرِيْ وَمُخِّيْ وَعَظْمِيْ وَعَصَبِيْ وَمَا اسْتَقَلَّ بِهِ قَدَمِيْ.</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">36. <em>“Ya Allah, untukMu aku ruku’. KepadaMu aku beriman, kepadaMu aku menyerah. Pendengaranku, penglihat-anku, otakku, tulangku, sarafku dan apa yang berdiri di atas dua tapak kakiku, telah merunduk dengan khusyuk ke-padaMu.”</em></span><a name="_ftnref10" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn10"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[10]</span></span></span></span></span></a><em></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;line-height:95%;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:95%;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">37- سُبْحَانَ ذِي الْجَبَرُوْتِ وَاْلمَلَكُوْتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ.</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Maha Suci (Allah) Yang memiliki Keperkasaan, Kerajaan, Kebesaran dan Keagungan</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">.</span><a name="_ftnref11" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn11"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[11]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:&quot;" lang="EN-GB"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:&quot;" lang="EN-GB"><span style="font-size:small;">DOA BANGUN DARI RUKU’</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:&quot;" lang="EN-GB"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">38- سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ.</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Semoga Allah mendengar pujian orang yang memujiNya.”</span></em><a name="_ftnref12" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn12"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[12]</span></span></span></span></span></a><em></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong>39- رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ، حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ.</strong></span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;" dir="rtl"><span style="font-size:13pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><strong> </strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Wahai Tuhan kami, bagiMu segala puji, aku memujiMu dengan pujian yang banyak, yang baik dan penuh dengan berkah.”</span></em><a name="_ftnref13" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn13"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[13]</span></span></span></span></span></a><em></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">40- مِلْءَ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءَ اْلأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا، وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ. أَهْلَ الثَّنَاءِ وَالْمَجْدِ، أَحَقُّ مَا قَالَ الْعَبْدُ، وَكُلُّنَا لَكَ عَبْدٌ. اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ.</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">(Aku memujiMu dengan) pujian sepenuh langit dan sepenuh bumi, sepenuh apa yang di antara keduanya, sepenuh apa yang Engkau kehendaki setelah itu. Wahai Tuhan yang layak dipuji dan diagungkan, Yang paling berhak dikatakan oleh seorang hamba dan kami seluruhnya adalah hambaMu. Ya Allah tidak ada yang dapat meng-halangi apa yang Engkau berikan dan tidak ada pula yang dapat memberi apa yang Engkau halangi, tidak bermanfaat kekayaan bagi orang yang memilikinya (kecuali iman dan amal shalihnya), hanya dariMu kekayaan itu</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">.</span><a name="_ftnref14" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn14"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[14]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;text-align:center;margin:0 0 6pt;" align="center"><span style="font-family:&quot;" lang="EN-GB"><span style="font-size:small;">DOA SUJUD</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">41- سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى. (3×)</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Maha Suci Tuhanku, Yang Maha Tinggi (dari segala kekurangan dan hal yang tidak layak).</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> Dibaca tiga kali<em>”</em></span><a name="_ftnref15" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn15"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[15]</span></span></span></span></span></a><em></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><strong><span style="font-family:Times New Roman;">42- سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ.</span></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Maha Suci Engkau. Ya Allah, Tuhan kami, aku memujiMu. Ya Allah, ampunilah dosaku.”</span></em><a name="_ftnref16" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn16"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[16]</span></span></span></span></span></a><em></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><strong><span style="font-family:Times New Roman;">43- سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوْحِ.</span></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Engkau Tuhan Yang Maha Suci, Maha Agung, Tuhan para malaikat dan Jibril.”</span></em><a name="_ftnref17" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn17"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[17]</span></span></span></span></span></a><em></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">اَللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ وَبِكَ آمَنْتُ،</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA"><span> </span>وَلَكَ أَسْلَمْتُ، سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ، تَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ.</span></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 6pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 6pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Ya Allah, untukMulah aku bersujud, kepadaMulah aku beriman, kepadaMu aku menyerahkan diri, wajahku bersujud kepada Tuhan yang menciptakannya, yang membentuk rupanya, yang mem-belah (memberikan) pendengarannya, penglihatannya, Maha Suci Allah sebaik baik Pencipta.</span></em><a name="_ftnref18" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn18"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[18]</span></span></span></span></span></a><em></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">45- سُبْحَانَ ذِي الْجَبَرُوْتِ وَاْلمَلَكُوْتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ.</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Maha suci Tuhan yang memiliki Keperkasaan, Kerajaan, Kebesaran dan Keagungan</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">.</span><a name="_ftnref19" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn19"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[19]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">46- اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ كُلَّهُ، دِقَّهُ وَجِلَّهُ، وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ وَعَلاَنِيَّتَهُ وَسِرَّهُ.</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Ya Allah, ampunilah seluruh dosa-ku yang kecil dan besar, yang telah lewat dan yang akan datang, yang kulakukan dengan terang-terangan dan yang tersembunyi.”</span></em><a name="_ftnref20" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn20"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[20]</span></span></span></span></span></a><em></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA">اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوْبَتِكَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْكَ، لاَ أُحْصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ.</span></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Ya Allah, sesungguhnya aku ber-lindung kepadaMu dengan keridhaanMu (agar selamat) dari kebencianMu, dan dengan keselamatanMu (agar terhindar) dari siksaanMu. Aku tidak membatasi pujian kepadaMu. Engkau (dengan ke-besaran dan keagunganMu) adalah se-bagaimana pujianMu kepada diriMu.”</span></em><a name="_ftnref21" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn21"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[21]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin:6pt 0 0;"><span lang="EN-GB"><span style="font-size:small;font-family:Arial;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin:6pt 0 0;"><span lang="EN-GB"><span style="font-size:small;font-family:Arial;">DOA DUDUK ANTARA DUA SUJUD</span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin:6pt 0 0;"><span lang="EN-GB"><span style="font-size:small;font-family:Arial;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">48- رَبِّ اغْفِرْ لِيْ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ.</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Wahai Tuhanku, ampunilah dosa-ku, wahai Tuhanku, ampunilah dosa-ku.”</span></em><a name="_ftnref22" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn22"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[22]</span></span></span></span></span></a><em></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">49- اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَعَافِنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَارْفَعْنِي.</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">49. <em>“Ya Allah, ampunilah dosaku, beri-lah rahmat kepadaku, tunjukkanlah aku (ke jalan yang benar), cukupkanlah aku, selamatkan aku (tubuh sehat dan kelu-arga terhindar dari musibah), berilah aku rezeki (yang halal) dan angkatlah derajatku.”</em></span><a name="_ftnref23" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn23"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[23]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:&quot;" lang="EN-GB"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:&quot;" lang="EN-GB"><span style="font-size:small;">DOA SUJUD TILAWAH</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:&quot;" lang="EN-GB"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">50- سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ، فَتَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ.</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Bersujud wajahku kepada Tuhan yang menciptakannya, yang membelah <span style="letter-spacing:-.2pt;">pendengaran dan penglihatannya dengan</span> Daya dan KekuatanNya, Maha Suci Allah sebaik-baik Pencipta</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">.</span><a name="_ftnref24" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn24"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[24]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height:95%;margin:0;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;line-height:95%;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><strong><span style="font-family:Times New Roman;">51- اَللَّهُمَّ اكْتُبْ لِيْ بِهَا عِنْدَكَ أَجْرًا، وَضَعْ عَنِّيْ بِهَا وِزْرًا، وَاجْعَلْهَا لِيْ عِنْدَكَ ذُخْرًا، وَتَقَبَّلْهَا مِنِّيْ كَمَا تَقَبَّلْتَهَا مِنْ عَبْدِكَ دَاوُدَ.</span></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Ya Allah, tulislah untukku dengan sujudku pahala di sisiMu dan ampunilah dengannya akan dosaku, serta jadikan-lah simpanan untukku di sisiMu dan terimalah sujudku sebagaimana Engkau telah menerimanya dari hambaMu Da-wud</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">.</span><a name="_ftnref25" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn25"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[25]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:&quot;" lang="EN-GB"><span style="font-size:small;">TASYAHUD</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:&quot;" lang="EN-GB"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">52- التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ، وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">52. <em>“Segala penghormatan hanya milik Allah, juga segala pengagungan dan kebaikan. Semoga kesejahteraan terlim-pahkan kepadamu, wahai Nabi, begitu juga rahmat dan berkahNya. Kesejah-teraan semoga terlimpahkan kepada kita dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang hak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya.”</em></span><a name="_ftnref26" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn26"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[26]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoBodyText3" style="margin:6pt 0;"><span style="font-size:x-small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText3" style="margin:6pt 0;"><span style="font-size:x-small;font-family:Times New Roman;">MEMBACA SALAWAT NABI <span style="font-family:Islamic_;">n</span> SETELAH TASYAHUD</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">53- اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ، اَللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ.</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:6pt 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">53. <em>“Ya Allah, berilah rahmat kepada Muhammad dan keluarganya, sebagai-mana Engkau telah memberikan rahmat kepada Ibrahim dan keluarganya. Se-sungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung. Berilah berkah kepada Muhammad dan keluarganya (termasuk anak dan istri atau umatnya), sebagai-mana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan keluarganya. Se-sungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.”</em></span><a name="_ftnref27" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn27"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[27]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">54- اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;" lang="EN-GB"><span style="font-size:small;">54. <em>“Ya Allah, berilah rahmat kepada Muhammad, istri-istri dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada keluarga Ibrahim. Beri-lah berkah kepada Muhammad, istri-istri dan keturunannya, sebagaimana Eng-kau telah memberkahi kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya</em></span></span><span style="font-size:small;"><em><span style="font-family:&quot;" lang="EN-GB"> </span></em><em><span style="font-family:&quot;" lang="EN-GB">Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.”</span></em></span><a name="_ftnref28" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn28"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;" lang="EN-GB"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;" lang="EN-GB">[28]</span></span></span></span></span></a><em></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-family:&quot;" lang="EN-GB"><span style="font-size:small;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoBodyText3" style="margin:6pt 0;"><span style="font-size:x-small;font-family:Times New Roman;">DOA SETELAH TASYAHUD AKHIR SEBELUM SALAM</span></p>
<p class="MsoBodyText3" style="margin:6pt 0;"><span style="font-size:x-small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">55- اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ.</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 6pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Ya Allah, Sesungguhnya aku ber-lindung kepadaMu dari siksaan kubur, siksa neraka Jahanam, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal.”</span></em><a name="_ftnref29" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn29"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[29]</span></span></span></span></span></a><em></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">56- اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ.</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 6pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 6pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span> </span>“Ya Allah! Sesungguhnya aku ber-lindung kepadaMu dari siksa kubur. Aku berlindung kepadaMu dari fitnah Alma-sih Dajjal. Aku berlindung kepadaMu dari fitnah kehidupan dan sesudah mati. Ya Allah, Sesungguhnya aku berlin-dung kepadaMu dari perbuatan dosa dan kerugian.”</span></em><a name="_ftnref30" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn30"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[30]</span></span></span></span></span></a><em></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">57- اَللَّهُمَّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ ظُلْمًا كَثِيْرًا، وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِيْ مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِيْ إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 6pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 6pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Ya Allah! Sesungguhnya aku ba-nyak menganiaya diriku, dan tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Oleh karena itu, ampunilah dosa-dosaku dan berilah rahmat kepa-daku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang.”</span></em><a name="_ftnref31" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn31"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[31]</span></span></span></span></span></a><em></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">58- اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَسْرَفْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ.</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 6pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 6pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Ya Allah! Ampunilah aku akan (dosaku) yang aku lewatkan dan yang aku akhirkan, apa yang aku rahasiakan dan yang kutampakkan, yang aku lakukan secara berlebihan, serta apa yang Engkau lebih mengetahui dari pada aku, Engkau yang mendahulukan dan mengakhirkan, tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Engkau.</span></em><a name="_ftnref32" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn32"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[32]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height:95%;margin:0;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;line-height:95%;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><strong><span style="font-family:Times New Roman;">59- اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ.</span></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Ya Allah! Berilah pertolongan kepadaku untuk menyebut namaMu, syukur kepadaMu dan ibadah yang baik untukMu.”</span></em><a name="_ftnref33" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn33"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[33]</span></span></span></span></span></a><em></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">60- اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْبُخْلِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ فِتْنَةِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْقَبْرِ.</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 6pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari bakhil, aku berlindung kepadaMu dari penakut, aku berlindung kepadaMu dari dikembalikan ke usia yang terhina, dan aku berlin-dung kepadaMu dari fitnah dunia dan siksa kubur.”</span></em><a name="_ftnref34" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn34"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[34]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">61- اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ.</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 6pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 6pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Ya Allah! Sesungguhnya aku mo-hon kepadaMu, agar dimasukkan ke Surga dan aku berlindung kepadaMu dari Neraka.”</span></em><a name="_ftnref35" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn35"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[35]</span></span></span></span></span></a><em></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><strong><span style="font-family:Times New Roman;">62- اَللَّهُمَّ بِعِلْمِكَ الْغَيْبَ وَقُدْرَتِكَ عَلَى الْخَلْقِ أَحْيِنِيْ مَا عَلِمْتَ الْحَيَاةَ خَيْرًا لِيْ، وَتَوَفَّنِيْ إِذَا عَلِمْتَ الْوَفَاةَ خَيْرًا لِيْ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَشْيَتَكَ فِي الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، وَأَسْأَلُكَ كَلِمَةَ الْحَقِّ فِي الرِّضَا وَالْغَضَبِ، وَأَسْأَلُكَ الْقَصْدَ فِي الْغِنَى وَالْفَقْرِ، وَأَسْأَلُكَ نَعِيْمًا لاَ يَنْفَدُ، وَأَسْأَلُكَ قُرَّةَ عَيْنٍ لاَ يَنْقَطِعُ، وَأَسْأَلُكَ الرِّضَا بَعْدَ الْقَضَاءِ، وَأَسْأَلُكَ بَرْدَ الْعَيْشِ بَعْدَ الْمَوْتِ، وَأَسْأَلُكَ لَذَّةَ النَّظَرِ إِلَى وَجْهِكَ وَالشَّوْقَ إِلَى لِقَائِكَ فِيْ غَيْرِ ضَرَّاءَ مُضِرَّةٍ وَلاَ فِتْنَةٍ مُضِلَّةٍ، اَللَّهُمَّ زَيِّنَّا بِزِيْنَةِ اْلإِيْمَانِ وَاجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِيْنَ.</span></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:11pt;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:11pt;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Ya Allah, dengan ilmuMu atas yang gaib dan dengan kemahakuasa-anMu atas seluruh makhluk, perpan-janglah hidupku, bila Engkau mengeta-hui bahwa kehidupan selanjutnya lebih baik bagiku. Dan matikan aku dengan segera, bila Engkau mengetahui bahwa kematian lebih baik bagiku. Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepadaMu agar aku takut kepadaMu dalam keada-an sembunyi (sepi) atau ramai. Aku mohon kepadaMu, agar dapat berpe-gang dengan kalimat hak di waktu rela atau marah. Aku minta kepadaMu, agar aku bisa melaksanakan kesederhanaan dalam keadaan kaya atau fakir, aku mohon kepadaMu agar diberi nikmat yang tidak habis dan aku minta kepadaMu, agar diberi penyejuk mata yang tak putus. Aku mohon kepadaMu agar aku dapat rela setelah qadhaMu (turun pada kehidupanku). Aku mohon kepadaMu kehidupan yang menyenang-kan setelah aku meninggal dunia. Aku mohon kepadaMu kenikmatan meman-dang wajahMu (di Surga), rindu bertemu <span style="letter-spacing:-.2pt;">denganMu tanpa penderitaan yang mem-</span>bahayakan dan fitnah yang menye-satkan. Ya Allah, hiasilah kami dengan keimanan dan jadikanlah kami sebagai penunjuk jalan (lurus) yang memperoleh bimbingan dariMu.”</span></em><a name="_ftnref36" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn36"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[36]</span></span></span></span></span></a><em></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:11pt;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">63- اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ يَا اَللهُ بِأَنَّكَ الْوَاحِدُ اْلأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِيْ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ، أَنْ تَغْفِرَ لِيْ ذُنُوْبِيْ إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 6pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Ya Allah! Sesungguhnya aku mohon kepadaMu, ya Allah! Dengan bersaksi bahwa Engkau adalah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Tunggal tidak membutuhkan sesuatu, tapi segala sesuatu butuh kepadaMu, tidak beranak dan tidak diperanakkan (tidak punya ibu dan bapak), tidak ada seorang pun yang menyamaiMu, aku mohon kepadaMu agar mengampuni dosa-dosaku. Se-sungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang.”</span></em><a name="_ftnref37" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn37"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[37]</span></span></span></span></span></a><em></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:6pt 0 0;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><strong><span style="font-family:Times New Roman;">64- اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدَ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ، الْمَنَّانُ، يَا بَدِيْعَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ، يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ.</span></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 6pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 6pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Ya Allah! Aku mohon kepadaMu. Sesungguhnya bagiMu segala pujian, <span style="letter-spacing:-.2pt;">tiada Tuhan (yang hak disembah) kecuali </span>Engkau Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiMu, Maha Pemberi nikmat, Pencip-ta langit dan bumi tanpa contoh sebe-<span style="letter-spacing:-.2pt;">lumnya. Wahai Tuhan Yang Maha Agung </span>dan Maha Pemurah, wahai Tuhan Yang Hidup, wahai Tuhan yang mengurusi segala sesuatu, sesungguhnya aku mohon kepadaMu agar dimasukkan ke Surga dan aku berlindung kepadaMu dari siksa Neraka.”</span></em><a name="_ftnref38" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn38"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[38]</span></span></span></span></span></a><em></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 6pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 6pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:12pt;margin:0 0 6pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA">اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِأَنِّيْ أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ اْلأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِيْ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ.</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;" lang="EN-GB"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-family:&quot;" lang="EN-GB"><span style="font-size:small;">“Ya Allah, aku mohon kepadaMu dengan bersaksi, bahwa Engkau adalah Allah, tiada Tuhan (yang berhak disem-bah) kecuali Engkau, Maha Esa, tidak membutuhkan sesuatu tapi segala sesuatu butuh kepadaMu, tidak beranak dan tidak diperanakkan, tidak seorang pun yang menyamaiNya, (sesungguh-nya aku mohon kepadaMu).”</span></span></em><a name="_ftnref39" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn39"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;" lang="EN-GB"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;" lang="EN-GB">[39]</span></span></span></span></span></a><em></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;" lang="EN-GB"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="EN-GB"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<div><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"></p>
<hr size="1" /></span></div>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn1" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[1]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">HR. Al-Bukhari 1/181 dan Muslim 1/419.</span></p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn2" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[2]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">HR. Empat penyusun kitab Sunan, dan lihat <em>Shahih At-Tirmidzi</em> 1/77 dan <em>Shahih Ibnu Majah </em>1/135.</span></p>
</div>
<div id="ftn3">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn3" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref3"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[3]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">HR. Muslim 1/534</span></p>
</div>
<div id="ftn4">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn4" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref4"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[4]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">HR. Muslim 1/534.</span></p>
</div>
<div id="ftn5">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn5" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref5"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[5]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">HR. Abu Dawud 1/203, Ibnu Majah 1/265 dan Ahmad 4/85. Muslim juga meriwayatkan hadits senada dari Ibnu Umar, dan di dalamnya terdapat kisah 1/420.</span></p>
</div>
<div id="ftn6">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn6" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref6"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[6]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">HR. Al-Bukhari dalam <em>Fathul Bari </em>3/3, 11/116, 13/371, 423, 465 dan Muslim meriwayatkannya dengan ringkas 1/532.</span></p>
</div>
<div id="ftn7">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn7" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref7"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[7]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">HR. Penyusun kitab Sunan dan Imam Ahmad, lihat <em>Shahih At-Tirmidzi</em> 1/83.</span></p>
</div>
<div id="ftn8">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn8" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref8"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[8]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">HR. Al-Bukhari 1/99 dan Muslim 1/350.</span></p>
</div>
<div id="ftn9">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn9" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref9"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[9]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">HR. Muslim 1/353 dan Abu Dawud 1/230.</span></p>
</div>
<div id="ftn10">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn10" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref10"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[10]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">HR. Muslim 1/534, begitu juga empat imam hadis, kecuali Ibnu Majah.</span></p>
</div>
<div id="ftn11">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn11" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref11"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[11]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">HR. Abu Dawud 1/230, An-Nasai dan Ahmad. Dan sanadnya <em>hasan</em>.</span></p>
</div>
<div id="ftn12">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn12" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref12"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[12]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">HR. Al-Bukhari dalam <em>Fathul Baari</em> 2/282.</span></p>
</div>
<div id="ftn13">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn13" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref13"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[13]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">HR. Al-Bukhari dalam <em>Fathul Baari</em> 2/284.</span></p>
</div>
<div id="ftn14">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn14" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref14"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[14]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">HR. Muslim 1/346.</span></p>
</div>
<div id="ftn15">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn15" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref15"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[15]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">HR. Para penyusun kitab Sunan dan Imam Ahmad. Lihat <em>Shahih At-Tirmidzi</em> 1/83.</span></p>
</div>
<div id="ftn16">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn16" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref16"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[16]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">HR. Al-Bukhari dan Muslim, lihat Bab Doa Ruku’.</span></p>
</div>
<div id="ftn17">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn17" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref17"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[17]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">HR. Muslim 1/533, lihat no. 35.</span></p>
</div>
<div id="ftn18">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn18" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref18"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[18]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">HR. Muslim 1/534, begitu juga imam hadits yang lain.</span></p>
</div>
<div id="ftn19">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn19" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref19"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[19]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> HR. Abu Dawud 1/230, An-Nasai dan Ahmad. Dinyatakan <em>shahih </em>oleh Al-Albani dalam <em>Shahih Abi Dawud </em>1/166.</span></p>
</div>
<div id="ftn20">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn20" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref20"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[20]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> HR. Muslim 1/350.</span></p>
</div>
<div id="ftn21">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn21" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref21"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[21]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> HR. Muslim 1/532.</span></p>
</div>
<div id="ftn22">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn22" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref22"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[22]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> HR. Abu Dawud 1/231, lihat <em>Shahih Ibnu Majah </em>1/148.</span></p>
</div>
<div id="ftn23">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn23" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref23"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[23]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> HR. <em>Ashhabus Sunan</em>, kecuali An-Nasai. Lihat <em>Shahih Tirmidzi </em>1/90 dan <em>Shahih Ibnu Majah </em>1/148.</span></p>
</div>
<div id="ftn24">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn24" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref24"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[24]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> HR. At-Tirmidzi 2/474. Ahmad 6/30 dan Al-Hakim. Menurut Al-Hakim, hadits tersebut shahih. Imam Adz-Dzahabi menyetujui pendapatnya 1/220. Sedang tambah-annya: <em>Fatabaarakallahu</em> menurut riwayat Adz-Dzahabi sendiri.</span></p>
</div>
<div id="ftn25">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn25" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref25"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[25]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> HR. At-Tirmidzi 2/473, dan Al-Hakim. Menurut Al-Hakim, hadits tersebut shahih. Dan Adz-Dzahabi sependapat dengannya 1/219.</span></p>
</div>
<div id="ftn26">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn26" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref26"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[26]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> HR. Al-Bukhari dalam <em>Fathul Baari</em> 1/13 dan Imam Muslim 1/301.</span></p>
</div>
<div id="ftn27">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn27" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref27"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[27]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> HR. Al-Bukhari dalam <em>Fathul Baari </em>6/408.</span></p>
</div>
<div id="ftn28">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn28" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref28"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[28]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> HR. Al-Bukhari dalam <em>Fathul Baari</em> 6/407 dan Imam Muslim meriwayatkannya dalam kitabnya 1/306. Lafazh hadits tersebut menurut riwayat Muslim.</span></p>
</div>
<div id="ftn29">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn29" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref29"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[29]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> HR. Al-Bukhari 2/102 dan Muslim 1/412. Lafazh hadits ini dalam riwayat Muslim.</span></p>
</div>
<div id="ftn30">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn30" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref30"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[30]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> HR. Al-Bukhari 1/202 dan Muslim 1/412.</span></p>
</div>
<div id="ftn31">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn31" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref31"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[31]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> HR. Al-Bukhari 8/168 dan Muslim 4/2078.</span></p>
</div>
<div id="ftn32">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn32" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref32"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[32]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> HR. Muslim 1/534.</span></p>
</div>
<div id="ftn33">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn33" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref33"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[33]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> HR. Abu Dawud 2/86 dan An-Nasai 3/53. Al-<span style="letter-spacing:-.2pt;">Albani menshahihkannya dalam <em>Shahih Abi Dawud</em>, </span>1/284.</span></p>
</div>
<div id="ftn34">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn34" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref34"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[34]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> HR. Al-Bukhari dalam <em>Fathul Baari</em> 6/35.</span></p>
</div>
<div id="ftn35">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn35" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref35"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[35]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> HR. Abu Dawud dan lihat di <em>Shahih Ibnu Majah </em>2/328.</span></p>
</div>
<div id="ftn36">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn36" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref36"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[36]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> HR. An-Nasai 3/54-55 dan Ahmad 4/364. Dinya-takan <span style="letter-spacing:-.1pt;">oleh Al-Albani shahih dalam <em>Shahih An-Nasai </em>1/281.</span></span></p>
</div>
<div id="ftn37">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn37" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref37"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[37]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> HR. An-Nasai, lafazh hadits menurut riwayatnya 3/52 dan Ahmad 4/338. Dinyatakan Al-Albani shahih dalam <em>Shahih An-Nasai </em>1/280.</span></p>
</div>
<div id="ftn38">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn38" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref38"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[38]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> HR. Seluruh penyusun <em>As-Sunan</em>. Lihat <em>Shahih Ibnu Majah</em> 2/329.</span></p>
</div>
<div id="ftn39">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:14.2pt;line-height:8pt;text-align:justify;margin:0;"><a name="_ftn39" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref39"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;">[39]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:7pt;font-family:&quot;"> HR. Abu Dawud 2/62. At-Tirmidzi 5/515, Ibnu Majah 2/1267, Ahmad 5/360, lihat <em>Shahih Ibnu Majah </em>2/329 dan <em>Shahih At-Tirmidzi </em>3/163.</span></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/forumn.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/forumn.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/forumn.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/forumn.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/forumn.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/forumn.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/forumn.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/forumn.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/forumn.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/forumn.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/forumn.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/forumn.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/forumn.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/forumn.wordpress.com/130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forumn.wordpress.com&amp;blog=6333701&amp;post=130&amp;subd=forumn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forumn.wordpress.com/2009/02/16/bacaan-shalat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b36ba6b992d797b0a0e9fa3f5a685178?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">forumn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Manusia</title>
		<link>http://forumn.wordpress.com/2009/02/15/mengenal-manusia/</link>
		<comments>http://forumn.wordpress.com/2009/02/15/mengenal-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Feb 2009 11:16:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forumn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makrifatunnaas]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forumn.wordpress.com/?p=163</guid>
		<description><![CDATA[Tujuan Materi : Memahami asal usul penciptaan manusia Memahami Unsur-unsur pembentuk manusia Memahami Tujuan Penciptaan Manusia Memahami Perbedaan Manusia dibanding Makhluk Lain Memahami Karakteristik dan Potensi Manusia Memahami Kelemahan Manusia Memahami Siapa Kawan Sejati Memahami Siapa Musuh Sebenarnya Asal Usul Penciptaan Manusia Penciptaan Manusia adalah kehendak Allah Yang Maha Kuasa di tengah keberadaan makhluk lain [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forumn.wordpress.com&amp;blog=6333701&amp;post=163&amp;subd=forumn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tujuan Materi :</strong></p>
<ul>
<li>Memahami asal usul penciptaan manusia</li>
<li>Memahami Unsur-unsur pembentuk manusia</li>
<li>Memahami Tujuan Penciptaan Manusia</li>
<li>Memahami Perbedaan Manusia dibanding Makhluk Lain</li>
<li>Memahami Karakteristik dan Potensi Manusia</li>
<li>Memahami Kelemahan Manusia Memahami Siapa Kawan Sejati</li>
<li>Memahami Siapa Musuh Sebenarnya</li>
</ul>
<p><strong>Asal Usul Penciptaan Manusia<br />
</strong><br />
Penciptaan Manusia adalah kehendak Allah Yang Maha Kuasa di tengah keberadaan makhluk lain yang Allah ciptakan sebelumnya. Jauh Sebelum penciptaan manusia, Allah terlebih dahulu telah menciptakan para Malaikat sebagai makhluknya yang senantiasa mematuhi perintah Allah dan menjalankan apa yang diperintahkan tersebut dengan tanpa membantah.</p>
<p>Pada saat Allah akan menciptakan manusia, Allah berdialog dengan para malaikat tentang maksudNya untuk menciptakan manusia yang akan ditempatkan di muka bumi sebagai wakilnya untuk mengurus bumi dan segala isinya.</p>
<p>Dialog tersebut tertuang dalam Qur’an sebagai berikut:</p>
<p>&#8220;Ingatlah ketika Tuhan-mu berfirman kepada para Malaikat:&#8221;Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi&#8221;. Mereka berkata:&#8221;Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan m e m b u a t kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau&#8221;. Tuhan berfirman:&#8221;Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui&#8221;. (QS. 2:30)&#8221;.</p>
<p>Dialog tersebut menunjukkan bahwa Allah Maha Berkehendak. Walaupun Beliau mencanangkan rencana penciptaan manusia kepada Malaikat, bukan dalam kapasitas minta ijin melainkan sebagai pemberitahuan semata.</p>
<p>Mengapa Malaikat mengatakan bahwa manusia akan membuat kerusakan dan menumpahkan dara, padahal manusia belum diciptakan ?</p>
<p>Ada beberapa argumentasi :</p>
<ul>
<li>Malaikat telah melihat bahwa ada makhluk Allah yang ditempatkan di muka bumi sebelum manusia yang mempunyai sifat menumpahkan darah. Sehingga mereka menduga bahwa manusiapun akan berbuat hal serupa</li>
<li>Malaikat melihat bagaimana Allah menciptakan manusia dari unsure-unsur pembentuknya yaitu tanah lempung yang kotor dan air mani yang hina.</li>
</ul>
<p><strong>TUJUAN PENCIPTAAN MANUSIA</strong></p>
<ol>
<li>Sebagai khalifah, untuk mewakili Allah mengurus Alam semesta sesuai ketentuannya.</li>
<li>Sebagai Hamba Allah, untuk mengabdi dan beribadah kepada Allah.</li>
</ol>
<p>Sebagai Khalifah di muka bumi, menjadi wakil Allah untuk mengatur bumi dan segala isinya dengan aturan dan ketentuan Allah.<br />
&#8216;Ingatlah ketika Tuhan-mu berfirman kepada para Malaikat:&#8221;Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. (2:30)</p>
<ul>
<li>Manusia Bukan pemilik sebenarnya, karena alam semesta ini hanya diamanahkan saja kepada manusia.</li>
<li>Penggunaannya harus sesuai aturan pemilik</li>
<li>Tidak menentang pemilik</li>
</ul>
<p>Sebagai Hamba Allah</p>
<p>&#8220;Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi-Ku.” (QS. 51:56)</p>
<p>33:72</p>
<p>Berbeda dengan hewan dan tumbuhan, manusia dan jin akan menerima balasan berupa pahala dan siksaan terhadap apa yang diperbuat selama di dunia</p>
<p>84:25<br />
16:97<br />
95:8</p>
<p><strong>Unsur Pembentuk Manusia<br />
</strong>Manusia diciptakan oleh Allah dari dua unsur yang berbeda:<br />
a.Tanah<br />
b.Ruh</p>
<p>Kemudian manusia terdiri dari 3 komponen :</p>
<ul>
<li>Jasad/jasmani yang berbentuk tubuh dan fisik beserta panca indera yang merupakan alat untuk menjalankan peranannya di muka bumi.</li>
<li>Akal yang memberinya pengetahuan<br />
17:36,<br />
67:10</li>
<li>Hati yang memberinya kemauan, keyakinan dan kebebasan untuk memilih.</li>
</ul>
<p>75:14</p>
<p>17:36</p>
<p>18:29</p>
<p>90:10</p>
<p>Manusia diciptakan dalam keadaan Fitrah :</p>
<p>30:30</p>
<p><strong>Perbedaan Manusia dibanding Makhluk Lain<br />
</strong></p>
<p>Manusia diberikan keistimewaan dan kemuliaan oleh Allah dibandingkan dengan makhluk lain :</p>
<p>1.Merupakan penciptaan Allah yang paling sempurna</p>
<p>Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang s e b a i k -b a i k n y a. (QS. 95:4)</p>
<p>Manusia merupakan makhluk yang sempurna dibandingkan makhluk lain karena mempunyai kelebihan dan kelengkapan bahkan terhadap malaikat sekalipun.</p>
<table class="MsoTableGrid" style="border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="width:88.7pt;background-color:transparent;border:black 1pt solid;padding:0 5.4pt;" width="118" valign="top">Kelengkapan</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:black 1pt solid;border-left:#d4d0c8;width:48.05pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="64" valign="top">Jasad</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:black 1pt solid;border-left:#d4d0c8;width:38.05pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="51" valign="top">Ruh</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:black 1pt solid;border-left:#d4d0c8;width:39.35pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="52" valign="top">Akal</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:black 1pt solid;border-left:#d4d0c8;width:47.35pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="63" valign="top">Nafsu</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:black 1pt solid;border-left:#d4d0c8;width:51.5pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="69" valign="top">Budaya</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:black 1pt solid;border-left:#d4d0c8;width:71.55pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="95" valign="top">Kebebasan</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:black 1pt solid;border-left:#d4d0c8;width:58.25pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="78" valign="top">Harta</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:black 1pt solid;width:88.7pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="118" valign="top"> </td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:48.05pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="64" valign="top"> </td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:38.05pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="51" valign="top"> </td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:39.35pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="52" valign="top"> </td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:47.35pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="63" valign="top"> </td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:51.5pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="69" valign="top"> </td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:71.55pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="95" valign="top"> </td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:58.25pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="78" valign="top"> </td>
</tr>
<tr>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:black 1pt solid;width:88.7pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="118" valign="top">Manusia</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:48.05pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="64" valign="top">√</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:38.05pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="51" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">√</span></em></p>
</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:39.35pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="52" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">√</span></em></p>
</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:47.35pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="63" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">√</span></em></p>
</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:51.5pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="69" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">√</span></em></p>
</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:71.55pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="95" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">√</span></em><em></em></p>
</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:58.25pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="78" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">√</span></em><em></em></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:black 1pt solid;width:88.7pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="118" valign="top">Malaikat</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:48.05pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="64" valign="top">X</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:38.05pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="51" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">√</span></em></p>
</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:39.35pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="52" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">√</span></em></p>
</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:47.35pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="63" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">X</span></em></p>
</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:51.5pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="69" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">√</span></em></p>
</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:71.55pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="95" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">X</span></em></p>
</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:58.25pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="78" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">X</span></em></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:black 1pt solid;width:88.7pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="118" valign="top">Syetan</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:48.05pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="64" valign="top">X</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:38.05pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="51" valign="top">√</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:39.35pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="52" valign="top">√</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:47.35pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="63" valign="top">√</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:51.5pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="69" valign="top">V</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:71.55pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="95" valign="top">X</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:58.25pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="78" valign="top">X</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:black 1pt solid;width:88.7pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="118" valign="top">Jin</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:48.05pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="64" valign="top">X</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:38.05pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="51" valign="top">√</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:39.35pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="52" valign="top">√</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:47.35pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="63" valign="top">√</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:51.5pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="69" valign="top">√</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:71.55pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="95" valign="top">√</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:58.25pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="78" valign="top">√</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:black 1pt solid;width:88.7pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="118" valign="top">Hewan</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:48.05pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="64" valign="top">√</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:38.05pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="51" valign="top">X</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:39.35pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="52" valign="top"> </td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:47.35pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="63" valign="top">√</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:51.5pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="69" valign="top">X</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:71.55pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="95" valign="top">X</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:58.25pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="78" valign="top">X</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:black 1pt solid;width:88.7pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="118" valign="top">Tumbuhan</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:48.05pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="64" valign="top">√</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:38.05pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="51" valign="top">X</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:39.35pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="52" valign="top"> </td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:47.35pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="63" valign="top">X</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:51.5pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="69" valign="top">X</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:71.55pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="95" valign="top">X</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#d4d0c8;border-left:#d4d0c8;width:58.25pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="78" valign="top">X</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>2. Ditiupkan ruh Allah pada dirinya</p>
<p>32:9</p>
<p>3.Memiliki  Berbagai keistimewaan</p>
<p>17:70</p>
<p>4. Semua makhluk diminta bersujud kepada manusia, termasuk malaikat</p>
<p>Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat:&#8221;Sujudlah kamu  kepada Adam&#8221;, maka sujudlah mereka kecuali i b l i s; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (QS. 2:34)</p>
<p>5. Seluruh Alam ditundukkan kepada manusia</p>
<p>6. Kebebasan Memilih untuk beriman atau Kufur</p>
<p>90:10</p>
<p>76:3</p>
<p>64:2</p>
<p>18:29</p>
<p>Diberi tanggung jawab dan akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat</p>
<p>17:36</p>
<p>53:38-41</p>
<p>102:8 </p>
<p><strong>Potensi MANUSIA<br />
</strong>Tujuan:<br />
1. Memahami kondisi manusia sebagai makhluk yang lemah<br />
2. Memahami bagaimana mensiasati kelemahan dengan potensi yang Allah berikan.<br />
3. Memahami bahwa Manusia diberi kebebasan untuk memilih<br />
4. Memahami konsekuensi terhadap pilihan yang diambil manusia<br />
5. Memahami potensi pendengaran, penglihatan dan akal yang akan dimintai pertanggung jawaban.</p>
<p>“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik -baiknya. “(QS. 95:4)</p>
<p>&#8220;Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah &#8211; rendahnya (neraka), (QS. 95:5)</p>
<p>Potensi yang diberikan Allah kepada Manusia :</p>
<p>a.Fitrah/ilham berupa Pemahaman terhadap jalan yang lurus</p>
<p>30:30<br />
7:172<br />
75:14</p>
<p>b. Jasad</p>
<p>80:20<br />
2:168</p>
<p>c. Pendengaran &amp; Penglihatan</p>
<p>67:32<br />
32:9<br />
16:78<br />
7:179<br />
22:46</p>
<p>e. Hati</p>
<p>f. Akal &amp; Ilmu</p>
<p>96:1<br />
55:1-4</p>
<p>g. Ruh</p>
<p>73:1-20<br />
13:28<br />
3:191<br />
31:20</p>
<p><strong>Sifat/Karakteristik MANUSIA</strong></p>
<p>Sifat Manusia yang baik <span style="font-size:12pt;font-family:Wingdings;">à</span></p>
<p>1. Amanah<br />
2. Syukur<br />
3. Sabar<br />
4. Taubat<br />
5. Jujur </p>
<p>Sifat Manusia yang jelek <span style="font-size:12pt;font-family:Wingdings;">à</span></p>
<p>1.Lemah (4:28)<br />
2.Bodoh 33:72<br />
3.Fakir 35:15<br />
4.Cepat putus asa<br />
5.Tergesa-gesa<br />
6.Berkeluh kesah<br />
7.Gelisah<br />
8.Bakhil/Pelit<br />
9.Kufur<br />
10.Pendebat<br />
11.Pembantah<br />
12.Zalim</p>
<p>Perumpamaan Manusia:<br />
a. Bagaikan Binatang Ternak<br />
b. Bagaikan anjing : 7:176<br />
&#8220;Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada d u n i a dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga).</p>
<p>c. Bagaikan monyet</p>
<p>d. Bagaikan Babi</p>
<p>e. Bagaikan Kayu</p>
<p>f.  Bagaikan Batu<br />
g. Bagaikan Laba-laba</p>
<p>h. Bagaikan keledai</p>
<p><strong>Kelemahan Manusia</strong></p>
<p>Manusia cenderung kepada duniawi</p>
<p>&#8216;Dijadikan indah pada (pandangan) manusia k e c i n t a a n kepada apa-apa yang diingini yaitu: w a n i t a &#8211; w a n i t a (PASANGAN), anak-anak (&amp;ANAK BUAH), harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan (KENDARAAN), binatang-binatang ternak dan sawah ladang (KEDUDUKAN). Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS. 3:14).</p>
<p>&#8220;Itulah orang-orang yang m e m b e l i k e h i d u p a n d u n i a dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong. (QS. 2:86)&#8221;</p>
<p>(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main atau senda gurau, dan k e h i d u p a n d u n i a t e l a h m e n i p u m e r e k a&#8221;. Maka pada hari itu (kiamat ini), Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami (lebih yakin pada<br />
keterangan manusia daripada keterangan Allah). (QS. 7:51)</p>
<p>Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasulpun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai s e s u a t u k e i n g i n a n, s y a i t a n p u n m e m a s u k k a n g o d a a n- g o d a a n terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimaksudoleh syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, (QS. 22:52)</p>
<p>Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung k e p a d a d u n i a dan menurutkan h a w a n a f s u n y a y a n g rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir. (QS. 7:176)</p>
<p>Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong. (QS. 2:86)&#8221;</p>
<p>(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main atau senda gurau, dan k e h i d u p a n d u n i a t e l a h m e n i p u m e r e k a&#8221;. Maka pada hari itu (kiamat ini), Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami (lebih yakin pada keterangan manusia daripada keterangan Allah). (QS. 7:51)</p>
<p><strong>TEMAN SEJATI MANUSIA</strong></p>
<p>Dan barangsiapa yang menta&#8217;ati Allah dan Rasul(-Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. 4:69)</p>
<p>&#8220;Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahan dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (QS. 8:29)&#8221;</p>
<p>Katakanlah:&#8221;Ta&#8217;atilah Allah dan Rasul-Nya; Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir&#8221;. (QS. 3:32)</p>
<p>Dan ta&#8217;atilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat. (QS. 3:132)</p>
<p>Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahan dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (QS. 8:29)&#8221;</p>
<p>Katakanlah:&#8221;Ta&#8217;atilah Allah dan Rasul-Nya; Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir&#8221;. (QS. 3:32)</p>
<p>Dan ta&#8217;atilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat. (QS. 3:132)</p>
<p>Dan barangsiapa yang menta&#8217;ati Allah dan Rasul(-Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh.<br />
Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. 4:69)</p>
<p><strong>MUSUH MANUSIA</strong></p>
<p>Syetan menjadi musuh abadi manisoa hingga akhir jaman. Syetan berserikat dengan harta dan anak untuk mengajak manusia.<br />
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat:&#8221;Sujudlah kamu kepada Adam&#8221;, maka sujudlah mereka kecuali iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (QS. 2:34)</p>
<p>&#8220;Dia (iblis) berkata:&#8221;Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil&#8221;. (QS. 17:62)</p>
<p>Tuhan berfirman:&#8221;Pergilah, barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup. (QS. 17:63)</p>
<p>Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka. (QS. 17:64)&#8221;</p>
<p>Dia (iblis) berkata:&#8221;Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil&#8221;. (QS. 17:62)</p>
<p>Tuhan berfirman:&#8221;Pergilah, barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup. (QS. 17:63)</p>
<p>Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan b e r s e r i k a t l a h d e n g a n m e r e k a p a d a harta da n a n a k &#8211; a n a k d a n b e r i j a n j i l a h mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka. (QS. 17:64)&#8221;</p>
<p>Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasulpun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai s e s u a t u k e i n g i n a n, s y a i t a n p u n m e m a s u k k a n g o d a a n- g o d a a n terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimaksud oleh syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, (QS. 22:52)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/forumn.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/forumn.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/forumn.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/forumn.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/forumn.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/forumn.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/forumn.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/forumn.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/forumn.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/forumn.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/forumn.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/forumn.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/forumn.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/forumn.wordpress.com/163/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forumn.wordpress.com&amp;blog=6333701&amp;post=163&amp;subd=forumn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forumn.wordpress.com/2009/02/15/mengenal-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b36ba6b992d797b0a0e9fa3f5a685178?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">forumn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BAHAYA SYIRIK</title>
		<link>http://forumn.wordpress.com/2009/02/09/bahaya-syirik-2/</link>
		<comments>http://forumn.wordpress.com/2009/02/09/bahaya-syirik-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 12:21:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forumn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kafir]]></category>
		<category><![CDATA[Musyrikin]]></category>
		<category><![CDATA[musyrik]]></category>
		<category><![CDATA[syirik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forumn.wordpress.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[“Asy-Syirku” berasal dari “Asyraka &#8211; Yusyriku” yang berarti membuat persekutuan.   Asy-syirku billah artinya  menyekutukan atau membuat tandingan terhadap Allah SWT. QS. Al-Ikhlas: 1-4 mengisyaratkan makna tauhid sebagai lawan dari syirik. Firman Allah: “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah tempat bergantung. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan (berbapak). Tidak ada satupun yang menyamainya.” [3]   Asbabunnuzul [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forumn.wordpress.com&amp;blog=6333701&amp;post=149&amp;subd=forumn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;"></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;">“Asy-Syirku” </span></em><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;">berasal dari “<em>Asyraka &#8211; Yusyriku” </em>yang berarti membuat persekutuan.   </span></span><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em>Asy-syirku billah artinya </em> menyekutukan atau membuat tandingan terhadap Allah SWT. QS. Al-Ikhlas: 1-4 mengisyaratkan makna tauhid sebagai lawan dari syirik. Firman Allah: </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em>“Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah tempat bergantung. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan (berbapak). Tidak ada satupun yang menyamainya.” </em></span><a name="_ftnref3" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;">[3]</span></span></span></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em>Asbabunnuzul turunnya </em>surat ini berkenaan dengan kaum musyrikin yang menentang ajaran Tauhid yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Kaum musyrik pernah mengutus Amir Ibnu Thufail menghadap Rasulullah SAW untuk menyampaikan ancaman mereka terhadap ajaran tauhid dan tawaran-tawaran halus agar meninggalkan da’wahnya. Namun dengan tegas Rasulullah SAW menjawab: <em>“Aku adalah utusan Allah untuk mengajak kalian meninggalkan penyembahan berhala dan supaya menyembah Allah saja!” Kemudian Amir mengatakan: “Jelaskanlah Tuhan yang kamu sembah ? apakah terbuat dari emas atau perak ?.” Maka turunlah surat Al-Ikhlas di atas.</em></span><a name="_ftnref4" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;">[4]</span></span></span></span></span></a></span></p>
<p><em></em></span></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;"></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kemusyrikan telah menjadi tantangan agama tauhid para nabi sebelum Muhammad SAW, sehingga semua Nabi menyerukan pemurnian aqidah dari syirik termasuk Bapak Para Nabi (Ibrahim a.s). Firman Allah SWT.:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;">“Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dia, ketika mereka berkata kepada kaumnya; “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran) mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah.”</span></span></em></p>
<p></span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em>Rasulullah SAW beserta para shahabatnya mewanti-wanti ummatnya dari masalah syirik sekecil apapun karena selalu mengintai kita setiap saat. Sabda Rasulullah SAW: </em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em>“Syirik menyebar di kalangan ummat lebih tersembunyi dari pada semut kecil yang melata di atas batu hitam, sedang penghapusnya ialah:“Allahumma Innii A’udzubika an Usyrika bika syai-an wa ana a’lamu, Astaghfiruka minad dzanbil ladzi laa a’lamu.”</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em> (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari terjerumusnya aku pada menyekutukan-Mu, sedangkan aku mengetahui, aku mohon ampunan-Mu dari dosa yang tidak aku ketahui.” </em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;">Allah memurkai syirik kepada-Nya dan tidak akan pernah mengampuni orang yang berlaku syirik selama ia tidak meninggalkan perbuatannya atau bertobat sebelum ajalnya datang, sehingga menghukuminya sebagai dosa yang paling besar.</span></span> </span></span></p>
<p></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;">“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selainnya, bagi orang yang ia <span> </span>kehendaki. Barangsiapa berbuat syirik pada Allah, maka sesungguhnya ia telah bebuat dosa besar.” </span></em><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;">(QS. An-Nisa: 48)</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:17pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;">Syirik dan Jenisnya</span></strong><span style="text-decoration:underline;"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:17pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;">Jamaludin Al-Qasimi dalam kitab tafsirnya mengutip pendapat Abdul Baqa’ tentang enam jenis syirik ketika menafsirkan QS. An-Nisa: 48 di atas antara lain:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:17pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><em><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;">Pertama</span></em></strong><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;">; <em>Syirik Istiqlal</em>, yaitu meyakini adanya tuhan yang berkedudukan sama sebagai tandingan Allah SWT. masing-masing memiliki kekuatan sendiri yang sebanding. <em>Syirik Istiqlal </em>ini dianut oleh orang Majusi dengan ajaran bahwa api mempunyai maha kekuatan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><em><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;">Kedua</span></em></strong><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;">; <em>Syirik Tab’idl</em>, yaitu berkeyakinan bahwa tuhan terdiri dari beberapa unsur yang tidak bisa dipisahkan dalam sifat maupun dzatnya. Misalnya ajaran trinitas, trimurti dan sebagainya. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><em><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;">Ketiga</span></em></strong><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;">; <em>Syirik Taqrib</em>, ialah menjadikan sesuatu sebagai sembahan dengan maksud mendekatkan diri kepada Allah SWT atau sebagai perantara-Nya, seperti keyakinan kaum musyrikin jahiliah penyembah berhala. Firman Allah: <em>“Ingatlah hanya kepunyaan Allah lah agama yang bersih dari (syirik) dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah berkata kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya</em>.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><em><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;">Keempat</span></em></strong><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;">; <em>Syirik Taqlid</em>, yaitu melakukan upacara atau penyembahan tertentu karena mengikuti atau melestarikan nenek moyang walaupun bertentangan dengan akal dan syara’. Seperti upacara yang dilakukan oleh kaum <em>watsaniah</em>. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><em><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;">Kelima</span></em></strong><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;">; <em>Syirik Asbab</em>, ialah meyakini adanya penyebab selain Allah dan menyandarkan segala kejadian kepada selain Allah. Misalnya masih ada keyakinan bahwa sapi merupakan binatang suci pembawa berkah. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><em><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;">Keenam</span></em></strong><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;">; <em>Syirik Aghrad</em>, yaitu apabila melakukan suatu perbuatan mengharap maksud selain dari Allah SWT atau disebut syirik niat. Seperti melaksanakan puasa tertentu dengan niat untuk mendapat jodoh dan lain-lain. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kemudian secara garis besar, Al-Qasimi mengklasifikasikan bentuk syirik menjadi: </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;">1. Syirik Fil af’al;</span></em><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"> ialah bentuk syirik yang merupakan perbuatan anggota badan seperti membungkukkan badan ketika menyembah berhala dan sebagainya. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;">2. Syirik Fil Aqwa</span></em><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;">l; ialah menyekutukan Allah dengan perkataan atau ucapan baik secara langsung maupun tidak langsung. Misalnya bersumpah dengan selain nama Allah dan sebagainya. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;">3. Syirik Fil Iradah wan Niah</span></em><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;">; berupa syirik dalam hati yang seringkali tidak terasa kita melakukannya, misalnya <em>riya </em>(ingin diperhatikan manusia), <em>sum’ah </em>(ingin didengar orang) atau berbentuk keyakinan terhadap kekuatan selain Allah.<a name="_ftnref6" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn6"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;">[6]</span></span></span></span></a></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;">Demikianlah bahaya dan ancaman syirik yang bertebaran pada masyarakat kita dan meracuni aqidah ummat Islam yang masih awam dalam ketauhidannya. Padahal kemurnian tauhid serta keimanan merupakan jaminan utama sebuah negara aman sentosa, sebagaimana firman Allah SWT: <em>“Jika sekiranya penduduk negeri beriman dan bertaqwa pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Tetapi bila mereka mendustakan (ayat-ayat) Kami, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya</em>.”</span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/forumn.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/forumn.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/forumn.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/forumn.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/forumn.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/forumn.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/forumn.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/forumn.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/forumn.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/forumn.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/forumn.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/forumn.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/forumn.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/forumn.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forumn.wordpress.com&amp;blog=6333701&amp;post=149&amp;subd=forumn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forumn.wordpress.com/2009/02/09/bahaya-syirik-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b36ba6b992d797b0a0e9fa3f5a685178?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">forumn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memaknai perjalanan hidup Muhammad SAW</title>
		<link>http://forumn.wordpress.com/2009/02/08/peristiwa-rabi%e2%80%99ul-awal/</link>
		<comments>http://forumn.wordpress.com/2009/02/08/peristiwa-rabi%e2%80%99ul-awal/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 14:49:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forumn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[Tarikh]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forumn.wordpress.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[  “Sesungguhnya telah ada bagimu pada diri Rasulullah teladan yang baik bagi orang yang berharap berjumpa de-ngan Allah dan Hari Akhir dan banyak mengingat Allah.” (QS. 33:21)       Sejak kelahirannya ke dunia ini, Muhammad SAW elalu menjadi bahan pujian setiap orang yang mengenalnya. Terutama kakeknya Abdul Muthalib yang menanti kelahiran seorang anak lelaki yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forumn.wordpress.com&amp;blog=6333701&amp;post=146&amp;subd=forumn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><em><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;">“Sesungguhnya telah ada bagimu pada diri Rasulullah teladan yang baik bagi orang yang berharap berjumpa de-ngan Allah dan Hari Akhir dan banyak mengingat Allah.” </span></span></em><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Arial;">(QS. 33:21)</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"> </p>
<div><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Sejak kelahirannya ke dunia ini, Muhammad SAW elalu menjadi bahan pujian setiap orang yang mengenalnya. Terutama kakeknya Abdul Muthalib yang menanti kelahiran seorang anak lelaki yang akan menjadi penerusnya kelak sebagai pemelihara Ka’bah yang disucikan. </span></div>
<div><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Pada hari ketujuh kelahirannya itu, Abdul Muthalib minta disembelihkan seekor unta, lalu<span>  </span>mengundang<span>  </span>masyarakat<span>  </span>Quraisy<span>  </span>dan </span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">mengumumkan pemberian nama cucunya dengan nama Muhammad kemudian berkata: <em>“Kuingatkan, dia akan menjadi orang yang terpuji bagi Tuhan di langit dan bagi makhluknya di bumi.” </em></span></div>
<div><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Keluhuran sifatnya sempat diabadikan dalam beberapa sya’ir pujian seperti “Barjanzi,” “Qashidah Burdah” serta berbagai bacaan Shalawat yang mengangkat namanya.</span></div>
<p class="ASI" style="margin:0;"> </p>
<p class="ASI" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Rasulullah SAW dan para Rasul lainnya memiliki tugas mulia, diantaranya; </span></p>
<ul>
<li>
<div class="MsoNormal" style="text-indent:-7.1pt;text-align:justify;margin:0 7.1pt 0 0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;">Menyeru manusia menyembah hanya kepada Allah SWT semata.</span></span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="text-indent:-7.1pt;text-align:justify;margin:0 7.1pt 0 0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;">Menyampaikan perintah dan larangan Allah kepada manusia.</span></span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="text-indent:-7.1pt;text-align:justify;margin:0 7.1pt 0 0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;">Menunjukan dan membimbing manusia kepada jalan yang benar dan lurus .</span></span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="text-indent:-7.1pt;text-align:justify;margin:0 7.1pt 0 0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;">Sebagai teladan dan contoh yang baik bagi manusia.</span></span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="text-indent:-7.1pt;text-align:justify;margin:0 7.1pt 0 0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;">Memperingatkan manusia tentang kehidupan sesudah mati dan masalah ghaib yang akan dihadapi setelah mati.</span></span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="text-indent:-7.1pt;text-align:justify;margin:0 7.1pt 0 0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;">Menyeru manusia mengutamakan kehidupan akhirat yang abadi daripada kehidupan dunia yang sementara.</span></span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="text-indent:-7.1pt;text-align:justify;margin:0 7.1pt 0 0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;">Agar manusia tidak membuat alasan mengapa Allah menghisab mereka. <a name="_ftnref8" href="http://forumn.wordpress.com/wp-admin/#_ftn8"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;">[8]</span></span></span></span></a> </span></span></div>
</li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pada bulan Rabi’ul Awal tercatat beberapa peristiwa bersejarah yang berkaitan dengan kelangsungan hidup dan berkembangnya agama Islam di muka bumi ini. Tiga peristiwa penting yang menentukan eksistensi Islam sebagai agama langit untuk seluruh manusia, yaitu:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;">Pertama</span></em><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;">: peristiwa lahirnya Muhammad sebagai calon Nabi dan Rasul, tepatnya tanggal 12 Rabi’ul Awal tahun Gajah (20 April 571 M). </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em></em></span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em>Kedua</em>, adalah hijrahnya Rasulullah SAW dari Makah ke Madinah yang pada waktu itu dikenal de-ngan nama Yatsrib. </span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em></em></span></span></span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em>Ketiga</em>, wafatnya Rasulullah SAW tepatnya pada tanggal 12 Rabi’ul Awal 11 Hij-riah (8 Juni 632 M). </span></span></span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;">Peristiwa kelahiran Muhammad SAW terjadi di tengah bergolaknya masyarakat Jazirah Arab terkait penyerbuan pasukan gajah dibawah komando Abrahah untuk menghancurkan Ka’bah yang saat itu menjadi pusat perhatian dunia. </span></span><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;">Karena keistimewaan inilah Abrahah ingin menghancurkan dan mengambil alih kekuasaan dengan membuat gereja <em>Ayya Shafiya</em> sebagai pengganti Ka’bah. Namun Allah SWT tidak menghendaki dan kemudian kisah ini diabadikan dalam QS. Al-Fiil: 1-5. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kelahiran inilah yang melatarbelakangi adanya Mauludan, yang semula</span></span><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;"> diselenggarakan untuk meningkatkan semangat jihad pasukan yang sudah mulai menurun yaitu dengan mengkaji ulang perjuangan Rasulullah SAW semasa hidupnya yang penuh dengan cobaan. Namun kenyataan sekarang maulidan bermakna lain sehingga Syekh Abdul Aziz Ibn Abdillah Bin Baaz, ketua Organisasi Riset Ilmiah dan Majlis Fatwa Makah Al-Mukarramah memandang bid’ah yang haram dilaksanakan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;">Terlepas dari Khilafiah di atas, yang penting bagi kita ialah memetik hikmah dibalik kelahiran seorang Nabi yang amat kita junjung, yang memiliki sifat mulia lagi terpuji, agar kita merenungi setiap perilaku serta akhlaqnya untuk dijadikan teladan hidup dan anutan bagi kita yang mencintainya. Sungguh banyak perilaku Rasulullah SAW yang belum kita contoh. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;">Peristiwa kedua adalah Hijrah Rasulullah SAW dari Mekah ke Medinah. Jika kita menghayati kisah perjalanan hijrah ini, maka hal ini sungguh menggugah hati kita, betapa Rasulullah SAW dan para shahabat memiliki ketabahan dan semangat jihad yang tangguh. Hijrah merupakan momentum yang menentukan kelangsungan Islam di jazirah Arab. Karena, setelah tiga belas tahun beliau menda’wahkan Islam di Makah, para pembesar kaum Quraisy semakin menekan kaum muslimin yang lemah dengan penyiksaan fisik yang tidak berperikemanusiaan, seperti terjadi pada keluarga Ammar Ibn Yassir. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kisah penyiksaannya diungkapkan Sabir Abduh Ibrahim; “Pada pagi hari berikutnya datang kepada kami Abu Hudzaifah (majikan Ammar). Ia mengikat kaki dan tangan kami hingga datang waktu Dzuhur. Dengan tanpa belas, dia seret kami ke tengah padang pasir yang panas sampai kulit kami hangus terbakar&#8230; Kemudian datang Abu Jahal membawa tombak. Dengan tombak terangkat ia mengancam agar kami meninggalkan Islam. Namun setelah lama ia menunggu, diarahkannya tombak itu pada ibuku (Sumayyah), lalu ditusukkannya ke arah auratnya dengan sekuat tenaga akhirnya iapun syahid&#8230;” </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;">Inilah salah satu alasan mengapa hijrah mesti dilaksanakan disamping sebagai perintah Allah SWT. Sulit dibayangkan, ketabahan para shahabat melaksanakan hijrah ini. Walaupun jarak antara Makah dan Madinah begitu jauh (lk. empat belas hari dengan berjalan kaki) dan keadaan cuaca teramat gersang. Namun dengan dorongan iman dan kesetiaan pada Rasulullah SAW mereka rela meninggalkan harta dan segala kenangan di Makah Al-Mukarramah. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;">Demikianlah sikap generasi shahabat yang telah mencapai kenikmatan iman sebagaimana sabda Rasulullah SAW: <em>“Tiga Perkara yang merupakan puncak nikmatnya iman yaitu; Pertama, orang yang mencintai kepada Allah dan Rasul-Nya melebihi cintanya kepada orang lain. Kedua, orang yang mencintai sesamanya karena Allah semata. Dan Ketiga, orang yang benci kembali kepada kekafiran seperti merasa takut dilemparkan ke dalam neraka.”</em>. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:17pt;text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:17pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;">Setelah Rasulullah SAW dan para shahabatnya me-ngalami perjalanan yang cukup panjang, mereka tiba di Madinah de-ngan sambutan hangat dari penduduk setempat. Maka dikenallah golongan ummat Islam saat itu Muhajirin (mereka yang hijrah) dan golongan Anshar (mereka yang menolong). </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:17pt;text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:17pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;">Tepat pada hari Jum’at tanggal 12 Rabiul Awwal tahun Pertama Hijriah (24 September 622 M), Rasulullah SAW sampai di Madinah dan mulai saat itulah Rasulullah SAW membangun kekuatan Islam bersama para shahabatnya selama sepuluh tahun di Madinah. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:17pt;text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:17pt;text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:17pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;">Peristiwa ketiga adalah wafatnya Muhammad SAW. Peristiwa kewafatannya sungguh amat mengharukan setelah beliau sakit selama 18 hari pada akhir Bulan Shafar. Kepergiannya memberikan kenangan tersendiri bagi para shahabat, seperti yang diki-sahkan oleh Ibnu Mas’ud RA: “Ketika telah dekat hari kewafatannya, kami (para shahabat) berkumpul di rumah Aisyah RA, Rasulullah SAW menoleh dan memandang wajah kami satu persatu, Kedua matanya berbinar menahan tangis, kemudian beliau bersabda; <em>“Selamat datang, semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya bagi kalian semua, aku berwashiat kepadamu, bertawakkallah kepada-Nya, sungguh telah dekat perpisahan ini. Hendaklah Ali RA memandikanku, Al-Fadlal Ibnu Abbas RA dan Utsman Bin Zaid RA yang menuangkan airnya, dan kafanilah aku dengan kainku atau kain putih buatan Yaman, jika telah selesai letakkanlah di rumahku di atas pinggir lubang kuburku, kemudian bawalah keluar sebentar karena Allah SWT sendiri yang pertama kali memberi shalawat atasku kemudian Jibril, Mikail, Israfil, Izrail dan para malaikat, barulah kamu shalatkan aku.”</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:17pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em></em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:17pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;">Setelah kami mendengar washiatnya, tak kuasa kami menahan tangis. Seorang shahabat berkata: <em>“Ya Rasulallah, engkau Rasul kami, pembina dan pemimpin kami, apabila engkau mati, kepada siapa lagi kami mengadu ?” </em>Maka Rasul-pun menjawab; <em>“Aku tinggalkan kamu di atas jalan terang dan aku tinggalkan kamu penasehat yang berbicara dan yang diam. Penasehat yang berbicara adalah Al-Quran dan yang diam adalah maut. Apabila kamu menghadapi persoalan berat, maka kembalilah kepada Al-Quran dan Sunnah Nabawiah, dan apabila hatimu gelisah, maka tuntunlah dia dengan mengambil i’tibar dari peristiwa kematian !” </em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:17pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em></em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:17pt;text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:17pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;">Demikianlah tiga peristiwa besar bulan Rabiul Awal sebagai kenangan dan pelajaran bagi ummat Islam dewasa ini dengan mamahami makna dan hikmah di balik peristiwa-peristiwa tadi. Sudah saatnya kita memperingati ketiga peristiwa itu dalam arti yang sesungguhnya, yaitu menjalankan nasehatnya yang agung dan selalu berpegang teguh kepada Al-Quran dan Sunnah Nabawiah serta menjadikan teladan hidup baik dalam ibadah maupun dalam perilaku sehari-hari. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:17pt;text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:17pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;">ALLAHUMMA SHALLI ‘ALA MUHAMMAD WA ‘ALA ALI MUHAMMAD KAMA SHALLAITA ‘ALA AALI IBRAHIM WA BAARIK ‘ALA MUHAMMAD WA ‘ALA ALI MUHAMMAD KAMAA BARAKTA ‘ALA AALI IBRAHIM, AMIEN.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:17pt;text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:17pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Souvenir;"><span style="font-family:Times New Roman;">(<em>Ya Allah, curahkanlah rahmat atas Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau curahkan rahmat kepada keluarga Ibrahim, dan berikanlah berkah keselamatan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau berikan berkah keselamatan kepada keluarga Ibrahim, Amien</em>). </span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/forumn.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/forumn.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/forumn.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/forumn.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/forumn.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/forumn.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/forumn.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/forumn.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/forumn.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/forumn.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/forumn.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/forumn.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/forumn.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/forumn.wordpress.com/146/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forumn.wordpress.com&amp;blog=6333701&amp;post=146&amp;subd=forumn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forumn.wordpress.com/2009/02/08/peristiwa-rabi%e2%80%99ul-awal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b36ba6b992d797b0a0e9fa3f5a685178?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">forumn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KONSEP TAQDIR</title>
		<link>http://forumn.wordpress.com/2009/02/08/konsep-taqdir/</link>
		<comments>http://forumn.wordpress.com/2009/02/08/konsep-taqdir/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 14:46:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forumn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Takdir]]></category>
		<category><![CDATA[taqdir]]></category>
		<category><![CDATA[tauhi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forumn.wordpress.com/2009/02/08/konsep-taqdir/</guid>
		<description><![CDATA[Suraqah datang kepada Nabi SAW, lalu berkata: Ya Rasulallah, apakah kita akan beramal hari ini dengan apa yang telah ditulis qalam dan telah kering tintanya serta berdasar taqdir dari Allah ataukah terhadap apa yang akan terjadi? Nabi Menjawab: “Kita beramal sekalipun telah tertulis dengan qalam dan telah ditaqdirkan.” Suraqah berkata: Kalau begitu untuk apa kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forumn.wordpress.com&amp;blog=6333701&amp;post=145&amp;subd=forumn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suraqah datang kepada Nabi SAW, lalu berkata: Ya Rasulallah, apakah kita akan beramal hari ini dengan apa yang telah ditulis qalam dan telah kering tintanya serta berdasar taqdir dari Allah ataukah terhadap apa yang akan terjadi?</p>
<p>Nabi Menjawab: “Kita beramal sekalipun telah tertulis dengan qalam dan telah ditaqdirkan.” Suraqah berkata: Kalau begitu untuk apa kita beramal? Nabi menjawab: “Beramallah, setiap orang dimudahkan dengan apa yang telah diciptakan untuknya.” (HR. Muslim dari Jabir) .</p>
<p>S udah lama perbedaan pendapat masalah taqdir dibahas dan dicari penyelesaiannya oleh para ulama, namun selalu saja mendapat jalan buntu dan belum dapat terselesaikan. Masalah taqdir merupakan sesuatu yang esensil dalam Islam, karena salah satu dalam rukun iman itu adalah meyakini taqdir Allah yang baik dan jelek. Dengan demikian para ulama tidak pernah berhenti me-ngungkap rahasia-rahasia taqdir ini sesuai dengan kemampuan mereka.</p>
<p>Dr. Abdullah Nashih Ulwan, seorang ulama terpandang di Universitas King Abdul Aziz Jeddah menulis sebuah buku khusus tentang taqdir ini &#8220;Af&#8217;al Al-Insan bain Al-Jabr wa Al-Ikhtiar&#8221; yang diterjemahkan oleh GIP menjadi &#8220;Jawaban Tuntas Masalah Taqdir.” Benarkah dengan membaca buku ini masalah taqdir jadi selesai? Jawabnya, belum, namun setidaknya keberadaan buku ini menambah khazanah pemikiran teologi Islam sekaligus membuka satu jalan keluar bagi penyelesaiannya.</p>
<p>Ketika membicarakan masalah taqdir ini, kita harus lebih berhati-hati, karena sedikit saja kita le-ngah, tidak mustahil kelalaian itu membawa kepada kemusyrikan. Pernah suatu malam Rasulullah SAW datang ke rumah Ali, lalu beliau bertanya: &#8220;Apakah kamu sudah shalat?&#8221; Ali menjawab: &#8220;Wahai Rasulullah, jiwa kami ada dalam genggaman Allah, apabila Allah menghendaki, tentulah kami dibangunkan-Nya untuk shalat.” Mendengar jawaban Ali, Rasulullah SAW meninggalkannya tanpa berkata-kata. Sambil keluar Nabi memukul pahanya sambil membacakan ayat: &#8220;Dan adalah manusia lebih banyak berdebatnya.” Demikianlah sikap Rasulullah SAW ketika mempermasalahkan taqdir, beliau lebih baik meng-hentikan pembicaraan, karena bila diteruskan akan terjadi perdebatan yang tidak ada ujung pangkalnya.</p>
<p>Bagaimana sesungguhnya mengimani taqdir Allah tersebut? Apakah dengan tidak membicarakannya dianggap telah beriman? “Ikhtiar adalah taqdir.” Kalimat ini merupakan kesimpulan sementara dari pemahaman terhadap beberapa pendapat tentang taqdir ini. Mudah-mudahan dengan penjelasan alakadarnya, maksud ungkapan ini dapat dipahami dan membuka pikiran sementara orang yang memandang taqdir hanya berlaku dalam masalah bencana dan kejelekan saja.</p>
<p>Syekh Muhammad Bin Shalih Al-Utsamain dalam risalahnya &#8220;Nubdzah fi Al-Aqidah Al-Islamiah&#8221; mengemukakan empat pokok iman terhadap qadar/taqdir Allah SWT.</p>
<p>Pertama, meyakini bahwa Allah SWT mengetahui segala sesuatu sekecil apapun, mengetahui peristiwa lampau dan yang akan terjadi, apapun yang kita perbuat Dia Maha Melihat.</p>
<p>Kedua, mengimani bahwa Allah SWT telah menentukan segala sesuatu yang terjadi di “Lauh Al-mahfuzh.” Firman Allah SWT: &#8220;Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi? Bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam kitab (lauh Al-mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.” Dalam sebuah Hadits dijelaskan: &#8220;Allah telah menuliskan qadar setiap makhluk sebelum Dia menciptakan langit dan bumi selama lima puluh ribu tahun.”</p>
<p>Ketiga, mengimani bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah atas kehendak Allah SWT, baik perbuatan-Nya sendiri atau perbuatan makhluk-Nya. Firman Allah: &#8220;Dan tuhanmu menciptakan apa saja yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha suci Allah dan Maha tinggi dari apa saja yang mereka sekutukan dengan Dia.”</p>
<p>Keempat, mengimani bahwa Allah SWT menguasai seluruh kejadian dengan dzat-Nya, sifat-Nya dan gerakan-Nya. Firman Allah: ”&#8230; Dia telah menciptakan segala sesuatu dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.” , Setelah mengetahui pokok-pokok iman pada taqdir ini yang pada dasarnya menyimpulkan bahwa amal perbuatan manusia, baik dan buruk, telah tertulis (bukan ditentukan) dalam kitab “Lauh Al-Mahfuzh” di sisi Allah SWT.</p>
<p>Masalahnya sekarang ialah apa gunanya amal manusia bila semuanya telah dialas? sebagaimana pertanyaan Umar bin Khathab, serta bagaimana kaitannya dengan kebebasan memilih (ikhtiar) di antara dua perbuatan. Sebagai contoh, seorang berada di antara dua jalan, jalan pertama sangat berbahaya dan jalan kedua tidak berbahaya. Jika Allah telah menentukan dia memilih jalan pertama, apakah ikhtiar masih berlaku? Sebelum menerapkan makna taqdir dan ikhtiar pada contoh di atas, harus dipahami dulu beberapa faktor yang memperjelas masalah ini.</p>
<p>Pertama, Allah memang telah menulis qadar dan pilihan seseorang, tetapi manusia tidak mengetahui putusan yang telah Allah tulis berdasar kemaha tahuan-Nya itu.</p>
<p>Kedua, Allah SWT memberikan penjelasan tentang perbuatan dan akibat-akibatnya melalui para Rasul. Firman Allah: &#8220;Mereka Kami utus sebagai Rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah setelah diutusnya rasul-rasul itu.”</p>
<p>Ketiga, Secara syara&#8217;, Allah SWT menyuruh manusia beramal baik dan memilih jalan yang selamat sesuai de-ngan kemampuannya. Ia mendapat pahala dari kebaikan yang diperbuatnya dan ia mendapat siksa dari kejahatan yang dilakukannya.</p>
<p>Keempat, berdasarkan kenyataan yang terjadi, sesungguhnya manusia tidak menyadari bahwa dirinya telah ditentukan untuk melakukan perbuatannya, karena mere-ka diberi akal untuk menimbang dan memutuskan.</p>
<p>Keempat faktor ini mempermudah dalam memahami taqdir dan ikhtiar. Maka pada contoh di atas bisa dijelaskan sebagai berikut: keputusan yang ia ambil sebagai ikh-tiar, sekaligus taqdirnya. Dia memilih (ikhtiar) jalan pertama, itulah taqdirnya. Sehingga kalau kedua-duanya adalah taqdir, maka tentu seharusnya memilih jalan yang selamat.</p>
<p>Dikisahkan dalam Al-Bukhari, suatu ketika Umar bin Khathab dan shahabat lainnya hendak ke Syam. Di te-ngah perjalanan mereka bertemu dengan pasukan yang baru pulang dari Syam dan mengabarkan bahwa di Syam sedang dilanda wabah penyakit tha’un. Maka Umar memutuskan untuk kembali ke Madinah. Tapi Abu Ubaidah menolak dengan mengatakan: &#8220;Tidakkah kita lari dari taqdir Allah?&#8221; Umar menjawab: &#8220;Kita lari dari taqdir Allah ke taqdir Allah yang lain. Bukankah jika kamu menggembalakan untamu dan melihat dua lembah yang satu subur dan satu lagi kering, kamu memilih yang subur. Karena masing-masing keputusan adalah taqdir.”</p>
<p>Kisah lainnya, Umar akan menghukum seorang pencuri dengan potong tangan. Lalu pencuri itu membela: &#8220;Aku mencuri karena taqdir Allah&#8221; kemudian Umar meng-hukumnya dengan cambukan tiga puluh kali dan baru dipotong tangannya. Umar berkata: &#8220;Sesungguhnya kami mencambukmu dan memotong tanganmu adalah taqdir Allah.” Demikianlah hakikat ikhtiar dan taqdir yang menjadi pendorong seseorang berbuat dan memilih keputusannya.</p>
<p>Dengan memahami dan mengimani qadha dan qadar Allah, akan timbul beberapa sikap sebagai buah dari ke-imananan, di antaranya, Pertama, selalu optimis dalam beramal shalih dan berusaha memilih keputusan yang terbaik. Kedua, ketika terjadi cobaan menimpa dirinya seperti musibah atau kesakitan, ia akan mencari jalan keluar dan berlapang dada pada keputusan akhir, karena ia telah berusaha sebaik-baiknya, firman Allah: &#8220;Tiada suatu bencana pun yang menimpa di muka bumi dan pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Al-mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya.</p>
<p>Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. Kami jelaskan supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang diberikan kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap o-rang yang sombong dan membanggakan diri.” Ketiga, menumbuhkan sikap shabar dan syukur dalam hati setiap mu’min yang mengimani taqdir ini.</p>
<p> Sabda Rasulullah SAW: &#8220;Sungguh beruntung menjadi seorang mu’min, karena setiap yang menimpanya adalah kebaikan. Jika menimpanya sesuatu yang menggembirakan ia akan bersyukur dan jika menimpanya suatu yang menye-dihkan ia akan bershabar. Inilah kebaikannya.”</p>
<p>Renungkanlah do’a Istikharah ini; “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon Engkau pilihkan yang baik dengan pengetahuan-Mu, dan aku mohon Engkau memberi kekuatan dengan kekuasaan-Mu, dan aku mohon kemurahan-Mu yang Maha luas, karena sesungguhnya Engkau berkuasa, sedang aku tidak berkuasa, dan Engkau Maha mengetahui, sedang aku tidak mengetahui, dan Engkau Maha mengetahui perkara ghaib. Ya Allah, kalau sudah memang Engkau ketahui, perkara ini baik bagiku, bagi agamaku dan kehidupanku serta baik bagi hari penghabisanku, maka berikanlah dia kepadaku dan mudahkanlah urusannya buatku dan curahkanlah berkah bagiku. Dan kalau sudah memang Engkau ketahui, perkara ini tidak baik bagiku, bagi agamaku dan kehidupanku serta bagi hari penghabisanku, maka jauhkanlah dia dariku dan jauhkan aku darinya, dan berikanlah kebaikan kepadaku, dimanapun adanya serta jadikanlah aku orang yang ridla.” Wallahu a&#8217;lam bishshawab.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/forumn.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/forumn.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/forumn.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/forumn.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/forumn.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/forumn.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/forumn.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/forumn.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/forumn.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/forumn.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/forumn.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/forumn.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/forumn.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/forumn.wordpress.com/145/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forumn.wordpress.com&amp;blog=6333701&amp;post=145&amp;subd=forumn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forumn.wordpress.com/2009/02/08/konsep-taqdir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b36ba6b992d797b0a0e9fa3f5a685178?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">forumn</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
