ISLAM : Agama Hanif yang Universal

Seluruh Alam Semesta ISLAM

Sebagai Pencipta, Pengelola, dan Penguasa alam semesta, Allah menciptakan dan mengelola alam semesta melalui  Sunnatullah yang berlaku universal untuk seluruh isi alam semesta.  Sebaliknya seluruh alam serta mengakui dan menyerahkan diri atau tunduk patuh (“Aslama”) kepada aturan Allah tersebut baik sukarela maupun terpaksa.

(QS 3:83):

Bumi tunduk dengan gaya gravitasinya, matahari tunduk dengan pancaran sinarnya, laut tunduk dengan deru ombaknya, api tunduk dengan panasnya, es tunduk dengan dinginnya,dsb.  Seluruh isi alam semesta “berislam” dan “bertasbih” kepada Allah-Akbar yang berkuasa atas segalanya  

QS 57:1-2;

QS 61:1 ;

QS : 62:1.

Manusia pada fitrahnya ISLAM

Pada hakekatnya manusia sebagai makhluk Allah juga telah “berislam”.  Proses kejadian manusia di perut ibu menunjukkan proses “keislaman” ovum, spermatozoa, plasenta, rahim, dan sejenisnya kepada Allah Ta’ala

(QS 22:5).

Embrio dalam rahim itupun telah mengaku sebagai saksi bahwa Allah sebagai Tuhannya

(QS 7:172).

Bayi yang lahir itu dalam keadaan fitrah (suci), yaitu membawa ketauhidan/keislaman, lalu orang tuanyalah yang  mengubah “pembawaan” itu.

(QS 30:30 ; 3:19,85).

Para Nabi dan Rasul mengajarkan ISLAM.

Para Nabi dan Rasul adalah contoh (model) bagi manusia bagaimana “berislam” kepada Allah SWT.  Mereka, sejak Nabi Adam AS sampai Nabi terakhir Muhammad SAW, menyebarkan misi yang sama yaitu kalimah tauhid  “Laa ilaaha illallaah” (tiada tuhan selain Allah)

(QS 2:130-140).

Kalimah tauhid menjadikan seorang Muslim hidup merdeka, damai, dan tenang, tanpa kekhawatiran. Terbebaskan dari segala penjajahan, perbudakan dari sesama mahluk; dia hanya dikuasai oleh Allah SWT dan hidupnya digantungkan sepenuhnya kepada Allah SWT sehingga selamat dan menyelamatkan, damai dan mendamaikan.

“Sesungguhnya agama (yang diridloi) di sisi Allah hanyalah Islam……” (QS al-‘Imran 3:19).

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.(QS 3:85).

Orang yang memahami ‘syahadat-tauhid’ ini berarti memahami bahwa pengabdian kepada Allah adalah dengan mengikuti seluruh petunjuk Allah yang terkandung dalam agama Islam. Sikap yang segera tampak dari seorang yang memahami syahadatain adalah munculnya kegairahan untuk mempelajari dan memahami al-Quran dan as-Sunnah sebagai sumber aturan mengabdi kepada Allah, lalu mengikuti petunjuk keduanya.  Allah SWT mengingatkan : “Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan Allah (“Laa ilaaha illa-Allah”) dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi dosa orang-orang mu’min, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu” (QS Muhammad 47:19)

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: