Syetan

Syetan adalah sosok yang diidentifikasikan oleh Allah sebagai musuh yang nyata bagi manusia sejak awal penciptaan manusia. Posisi syetan sebagai  musuh yang nyata ini perlu mendapat penekanan karena dengan kelihaiannya maka syetan bisa masuk ke dalam berbagai posisi sehingga sering tidak jelas apakah sesuatu itu dari syetan atau bukan dan dengan kelihaiannya pula Syetan bisa bertindak seolah-olah sebagai teman dan sahabat yang memberikan nasihat-nasihat baik. Akibat kelihaian syetanlah maka Adam menjadi terlempar dari Syurga.

Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman. (7:27) 

 

 

Cara syetan untuk menggelincirkan manusia menuju lembah kehinaan sangatlah dahsyat dan luar biasa. Tidak jemu-jemunya sytean membujuk rayu dan atau memaksa manusia untuk mengikuti jejaknya.

Yang perlu dilihat dari historis adalah bahwa yang memproklamasikan permusuhan antara manusia dan syetan adalah syetan sendiri karena perasaan ujub dan takaburnya saat Allah akan menciptakan manusia dari tanah dan sekalian makhluk diperintahkan untuk sujud kepada Adam.

Ada dua jenis syetan yang diinformasikan Qur’an yaitu :

1.      Jin

2.      Manusia

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia) [499]. Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.(6:112) 

 

 

Dan (juga) agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat cenderung kepada bisikan itu, mereka merasa senang kepadanya dan supaya mereka mengerjakan apa yang mereka (syaitan) kerjakan.(6:113) 
 

 

Karater kedua jenis syetan tersebut adalah :

1.      Membisikkan perkataan yang indah (Zukhrufal qauli) yang selaras dengan keinginan manusia seperti kesejahteraan, kemakmuran, keadilan dsb.  Perkataan yang indah itu tak lain merupakan (gururhon) tipuan yang tanpa disadari oleh para pengikutnya hanyalah menjanjikan harapan kosong dan kebohongan semata. Allah menyebut mereka sebagai Akabiro mujrimiha (Pembesar yang jahat) Yang termasuk dalam kategori ini adalah Para pembesar, raja, pimpinan yang melakukan tipu daya di seluruh negeri.

 

Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya. (6:123) 

2.      Syetan dan para pemimpin kaum kafirin yang menjadi kaki tangannya akan berlepas tangan bila dimintai pertanggung jawaban, terutama pada saat kelak di akhirat.

 

Dan (ingatlah), ketika mereka berbantah-bantah dalam neraka, maka orang-orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri:  “Sesungguhnya kami adalah  pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan dari kami sebahagian azab api neraka?”(40:47) 
 

 

Orang-orang yang menyombongkan diri menjawab: “Sesungguhnya kita semua sama-sama dalam neraka karena sesungguhnya Allah telah menetapkan keputusan antara hamba-hamba-(Nya)”.(40:48) 
 

 

Dan  mereka semuanya (di padang Mahsyar) akan berkumpul menghadap ke hadirat Allah, lalu berkatalah orang-orang  yang  lemah  kepada orang-orang yang sombong: “Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan daripada kami azab Allah (walaupun) sedikit saja?  Mereka menjawab: “Seandainya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu. Sama saja bagi kita, apakah kita  mengeluh ataukah bersabar. Sekali-kali  kita   tidak  mempunyai tempat untuk melarikan diri”.(14:21) 
 

 

Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun  telah  menjanjikan  kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak  dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.(14:22)

 

Dan mereka berkata:”Aduhai celakalah kita!” Inilah hari pembalasan. Inilah hari keputusan [1275] yang kamu selalu mendustakannya [1276]. (kepada malaikat diperintahkan): “Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah, selain Allah; maka tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka.Dan tahanlah mereka (di tempat perhentian) karena sesungguhnya mereka akan ditanya:“Kenapa kamu tidak tolong menolong ?”Bahkan mereka pada hari itu menyerah diri.Sebahagian dan mereka menghadap kepada sebahagian yang lain berbantah-bantahan. Pengikut-pengikut  mereka  berkata (kepada pemimpin-pemimpin mereka): “Sesungguhnya kamulah yang datang kepada  kami  dan kanan [1277].

Pemimpin-pemimpin mereka menjawab: “Sebenarnya kamulah yang tidak beriman”.

 

Dan sekali-kali kami tidak berkuasa terhadapmu, bahkan kamulah kaum yang melampaui batas.

Maka pastilah putusan (azab) Tuhan kita menimpa atas kita; sesungguhnya kita akan merasakan (azab itu).

Maka kami telah menyesatkan kamu, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang sesat.

Maka sesungguhnya mereka pada hari itu bersama-sama dalam azab.

Sesungguhnya demikianlah Kami berbuat terhadap orang-orang yang berbuat jahat.

 

Seseorang dapat terpedaya oleh bisikan syaiton melalui tahapan-tahapan sebagai berikut:

1.      Pandangannya cenderung mulai diarahkan dan memberi kesempatan kepada bisikan itu supaya masuk ke dalam hatinya sehingga toleransinya semakin kedua.

2.      Merasa senang pada bisikan tersebut sehingga sesuai dn cocok dengan keinginannya

3.      Mengerjakan apa yang diinginkan oleh syaiton sehingga tingkah laku, sikap dan gaya serta orientasi hidup menjadi tidak berbeda dengan apa yang dipertontonkan oleh masyrakat syaithon dan merasa tentram di dalamnya.

 

Kewajiban seorang mukmin terhadap bisikan syetain tersebut adalah dengan memohon perlindungan kepada Allah dari segala pengaruh, godaan dan bisikan syaithon. Selain itu harus ditanamkan kebencian ketidak sukaan atas ajakan syetan tersebut dengan melaknat syetan beserta pengikutnya, persis seperti apa yang dilakukan oleh Ibrahim dan Ismail.  Perintah Allah untuk menjauhi syetan adalah dengan :

1.      meninggalkan apa yang mereka ada-adakan

2.      Jangan terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir

3.      Jangan menujukan kedua mata pada apa yang telah Allah berikan kepada mereka karena itu hanya merupakan bunga kehidupan semata.

4.      Berlindung kepada Allah dari  bisikan-bisikan  yang menggoda dari golongan Jin man Manusia

 

Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak [260] di dalam negeri.

Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya. (3:196-197) 
 

 

Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan  kepada  golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.(20:131) 
 

 

Hal ini dimaksudkan agar mukminin tidak terpikat oleh pengaruh dan ajakan kesengan hidup syaithon yang pada gilirannya akan melemahkan iman kepada Allah, lemah dalam berjuang di jalan Allah dan akirnya keluar dari sabilillah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: