BAHAYA SYIRIK

“Asy-Syirku” berasal dari “Asyraka – Yusyriku” yang berarti membuat persekutuan.   Asy-syirku billah artinya  menyekutukan atau membuat tandingan terhadap Allah SWT. QS. Al-Ikhlas: 1-4 mengisyaratkan makna tauhid sebagai lawan dari syirik. Firman Allah:

“Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah tempat bergantung. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan (berbapak). Tidak ada satupun yang menyamainya.” [3]

 

Asbabunnuzul turunnya surat ini berkenaan dengan kaum musyrikin yang menentang ajaran Tauhid yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Kaum musyrik pernah mengutus Amir Ibnu Thufail menghadap Rasulullah SAW untuk menyampaikan ancaman mereka terhadap ajaran tauhid dan tawaran-tawaran halus agar meninggalkan da’wahnya. Namun dengan tegas Rasulullah SAW menjawab: “Aku adalah utusan Allah untuk mengajak kalian meninggalkan penyembahan berhala dan supaya menyembah Allah saja!” Kemudian Amir mengatakan: “Jelaskanlah Tuhan yang kamu sembah ? apakah terbuat dari emas atau perak ?.” Maka turunlah surat Al-Ikhlas di atas.[4]

Kemusyrikan telah menjadi tantangan agama tauhid para nabi sebelum Muhammad SAW, sehingga semua Nabi menyerukan pemurnian aqidah dari syirik termasuk Bapak Para Nabi (Ibrahim a.s). Firman Allah SWT.:

 

“Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dia, ketika mereka berkata kepada kaumnya; “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran) mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah.”

Rasulullah SAW beserta para shahabatnya mewanti-wanti ummatnya dari masalah syirik sekecil apapun karena selalu mengintai kita setiap saat. Sabda Rasulullah SAW:

“Syirik menyebar di kalangan ummat lebih tersembunyi dari pada semut kecil yang melata di atas batu hitam, sedang penghapusnya ialah:“Allahumma Innii A’udzubika an Usyrika bika syai-an wa ana a’lamu, Astaghfiruka minad dzanbil ladzi laa a’lamu.”

 (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari terjerumusnya aku pada menyekutukan-Mu, sedangkan aku mengetahui, aku mohon ampunan-Mu dari dosa yang tidak aku ketahui.”

Allah memurkai syirik kepada-Nya dan tidak akan pernah mengampuni orang yang berlaku syirik selama ia tidak meninggalkan perbuatannya atau bertobat sebelum ajalnya datang, sehingga menghukuminya sebagai dosa yang paling besar. 

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selainnya, bagi orang yang ia  kehendaki. Barangsiapa berbuat syirik pada Allah, maka sesungguhnya ia telah bebuat dosa besar.” (QS. An-Nisa: 48)

 

 Syirik dan Jenisnya

 

 Jamaludin Al-Qasimi dalam kitab tafsirnya mengutip pendapat Abdul Baqa’ tentang enam jenis syirik ketika menafsirkan QS. An-Nisa: 48 di atas antara lain:

 

Pertama; Syirik Istiqlal, yaitu meyakini adanya tuhan yang berkedudukan sama sebagai tandingan Allah SWT. masing-masing memiliki kekuatan sendiri yang sebanding. Syirik Istiqlal ini dianut oleh orang Majusi dengan ajaran bahwa api mempunyai maha kekuatan.

 

Kedua; Syirik Tab’idl, yaitu berkeyakinan bahwa tuhan terdiri dari beberapa unsur yang tidak bisa dipisahkan dalam sifat maupun dzatnya. Misalnya ajaran trinitas, trimurti dan sebagainya.

 

Ketiga; Syirik Taqrib, ialah menjadikan sesuatu sebagai sembahan dengan maksud mendekatkan diri kepada Allah SWT atau sebagai perantara-Nya, seperti keyakinan kaum musyrikin jahiliah penyembah berhala. Firman Allah: “Ingatlah hanya kepunyaan Allah lah agama yang bersih dari (syirik) dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah berkata kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.”

 

Keempat; Syirik Taqlid, yaitu melakukan upacara atau penyembahan tertentu karena mengikuti atau melestarikan nenek moyang walaupun bertentangan dengan akal dan syara’. Seperti upacara yang dilakukan oleh kaum watsaniah.

 

Kelima; Syirik Asbab, ialah meyakini adanya penyebab selain Allah dan menyandarkan segala kejadian kepada selain Allah. Misalnya masih ada keyakinan bahwa sapi merupakan binatang suci pembawa berkah.

 

Keenam; Syirik Aghrad, yaitu apabila melakukan suatu perbuatan mengharap maksud selain dari Allah SWT atau disebut syirik niat. Seperti melaksanakan puasa tertentu dengan niat untuk mendapat jodoh dan lain-lain.

 

Kemudian secara garis besar, Al-Qasimi mengklasifikasikan bentuk syirik menjadi:

 

1. Syirik Fil af’al; ialah bentuk syirik yang merupakan perbuatan anggota badan seperti membungkukkan badan ketika menyembah berhala dan sebagainya.

 

2. Syirik Fil Aqwal; ialah menyekutukan Allah dengan perkataan atau ucapan baik secara langsung maupun tidak langsung. Misalnya bersumpah dengan selain nama Allah dan sebagainya.

 

3. Syirik Fil Iradah wan Niah; berupa syirik dalam hati yang seringkali tidak terasa kita melakukannya, misalnya riya (ingin diperhatikan manusia), sum’ah (ingin didengar orang) atau berbentuk keyakinan terhadap kekuatan selain Allah.[6]

 

Demikianlah bahaya dan ancaman syirik yang bertebaran pada masyarakat kita dan meracuni aqidah ummat Islam yang masih awam dalam ketauhidannya. Padahal kemurnian tauhid serta keimanan merupakan jaminan utama sebuah negara aman sentosa, sebagaimana firman Allah SWT: “Jika sekiranya penduduk negeri beriman dan bertaqwa pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Tetapi bila mereka mendustakan (ayat-ayat) Kami, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”

Tag: ,

Satu Tanggapan to “BAHAYA SYIRIK”

  1. Mesias Says:

    Wah setuju banget tuh Pak Ustad, Syirik itu dosa besar, Syirik kan nama perbuatannya, kalo orangnya berarti Musryik. Nah sudahkah anda tahu ciri ciri perbuatan Musryik menurut Al Quran?
    nih saya kasih tau…
    yg pertama surat Al Mukminun ayat 52-53-54
    52. Sesungguhnya (agama Tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu[1006], dan aku adalah Tuhanmu, Maka bertakwalah kepada-Ku.
    53. kemudian mereka (pengikut-pengikut Rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing).
    54. Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu.

    nah, kalo pengikut2 rosul sekarang udah berpecah belah, bagaimana nilainya menurut Alloh dalam Al Quran… silahkan baca sendiri…
    surat Ar Rum Ayat 31-32

    31. dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu Termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,
    32. Yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka[1169] dan mereka menjadi beberapa golongan. tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.
    .
    Berarti bagaimana kondisi kehidupan manusia hari ini? Kalo menurut AL Quran, HAri ini Adalah mUSRIK!!!!! kalo menurut al Qur an lho ya… itu juga kalo anda iman sama Al Quran… tapi kalo lebih percaya sama kata orang, kata ustad, or hadist hadist….ya kembali kepada anda semua. Saya kan hanya menyampaikan. Tinggal bagaimana solusinya, mau tahu jawabannya? tunggu info berikutnya…….. wassalam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: