Mengenal Manusia

Tujuan Materi :

  • Memahami asal usul penciptaan manusia
  • Memahami Unsur-unsur pembentuk manusia
  • Memahami Tujuan Penciptaan Manusia
  • Memahami Perbedaan Manusia dibanding Makhluk Lain
  • Memahami Karakteristik dan Potensi Manusia
  • Memahami Kelemahan Manusia Memahami Siapa Kawan Sejati
  • Memahami Siapa Musuh Sebenarnya

Asal Usul Penciptaan Manusia

Penciptaan Manusia adalah kehendak Allah Yang Maha Kuasa di tengah keberadaan makhluk lain yang Allah ciptakan sebelumnya. Jauh Sebelum penciptaan manusia, Allah terlebih dahulu telah menciptakan para Malaikat sebagai makhluknya yang senantiasa mematuhi perintah Allah dan menjalankan apa yang diperintahkan tersebut dengan tanpa membantah.

Pada saat Allah akan menciptakan manusia, Allah berdialog dengan para malaikat tentang maksudNya untuk menciptakan manusia yang akan ditempatkan di muka bumi sebagai wakilnya untuk mengurus bumi dan segala isinya.

Dialog tersebut tertuang dalam Qur’an sebagai berikut:

“Ingatlah ketika Tuhan-mu berfirman kepada para Malaikat:”Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata:”Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan m e m b u a t kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau”. Tuhan berfirman:”Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (QS. 2:30)”.

Dialog tersebut menunjukkan bahwa Allah Maha Berkehendak. Walaupun Beliau mencanangkan rencana penciptaan manusia kepada Malaikat, bukan dalam kapasitas minta ijin melainkan sebagai pemberitahuan semata.

Mengapa Malaikat mengatakan bahwa manusia akan membuat kerusakan dan menumpahkan dara, padahal manusia belum diciptakan ?

Ada beberapa argumentasi :

  • Malaikat telah melihat bahwa ada makhluk Allah yang ditempatkan di muka bumi sebelum manusia yang mempunyai sifat menumpahkan darah. Sehingga mereka menduga bahwa manusiapun akan berbuat hal serupa
  • Malaikat melihat bagaimana Allah menciptakan manusia dari unsure-unsur pembentuknya yaitu tanah lempung yang kotor dan air mani yang hina.

TUJUAN PENCIPTAAN MANUSIA

  1. Sebagai khalifah, untuk mewakili Allah mengurus Alam semesta sesuai ketentuannya.
  2. Sebagai Hamba Allah, untuk mengabdi dan beribadah kepada Allah.

Sebagai Khalifah di muka bumi, menjadi wakil Allah untuk mengatur bumi dan segala isinya dengan aturan dan ketentuan Allah.
‘Ingatlah ketika Tuhan-mu berfirman kepada para Malaikat:”Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. (2:30)

  • Manusia Bukan pemilik sebenarnya, karena alam semesta ini hanya diamanahkan saja kepada manusia.
  • Penggunaannya harus sesuai aturan pemilik
  • Tidak menentang pemilik

Sebagai Hamba Allah

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi-Ku.” (QS. 51:56)

33:72

Berbeda dengan hewan dan tumbuhan, manusia dan jin akan menerima balasan berupa pahala dan siksaan terhadap apa yang diperbuat selama di dunia

84:25
16:97
95:8

Unsur Pembentuk Manusia
Manusia diciptakan oleh Allah dari dua unsur yang berbeda:
a.Tanah
b.Ruh

Kemudian manusia terdiri dari 3 komponen :

  • Jasad/jasmani yang berbentuk tubuh dan fisik beserta panca indera yang merupakan alat untuk menjalankan peranannya di muka bumi.
  • Akal yang memberinya pengetahuan
    17:36,
    67:10
  • Hati yang memberinya kemauan, keyakinan dan kebebasan untuk memilih.

75:14

17:36

18:29

90:10

Manusia diciptakan dalam keadaan Fitrah :

30:30

Perbedaan Manusia dibanding Makhluk Lain

Manusia diberikan keistimewaan dan kemuliaan oleh Allah dibandingkan dengan makhluk lain :

1.Merupakan penciptaan Allah yang paling sempurna

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang s e b a i k -b a i k n y a. (QS. 95:4)

Manusia merupakan makhluk yang sempurna dibandingkan makhluk lain karena mempunyai kelebihan dan kelengkapan bahkan terhadap malaikat sekalipun.

Kelengkapan Jasad Ruh Akal Nafsu Budaya Kebebasan Harta
               
Manusia

Malaikat X

X

X

X

Syetan X V X X
Jin X
Hewan X   X X X
Tumbuhan X   X X X X

2. Ditiupkan ruh Allah pada dirinya

32:9

3.Memiliki  Berbagai keistimewaan

17:70

4. Semua makhluk diminta bersujud kepada manusia, termasuk malaikat

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat:”Sujudlah kamu  kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali i b l i s; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (QS. 2:34)

5. Seluruh Alam ditundukkan kepada manusia

6. Kebebasan Memilih untuk beriman atau Kufur

90:10

76:3

64:2

18:29

Diberi tanggung jawab dan akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat

17:36

53:38-41

102:8 

Potensi MANUSIA
Tujuan:
1. Memahami kondisi manusia sebagai makhluk yang lemah
2. Memahami bagaimana mensiasati kelemahan dengan potensi yang Allah berikan.
3. Memahami bahwa Manusia diberi kebebasan untuk memilih
4. Memahami konsekuensi terhadap pilihan yang diambil manusia
5. Memahami potensi pendengaran, penglihatan dan akal yang akan dimintai pertanggung jawaban.

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik -baiknya. “(QS. 95:4)

“Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah – rendahnya (neraka), (QS. 95:5)

Potensi yang diberikan Allah kepada Manusia :

a.Fitrah/ilham berupa Pemahaman terhadap jalan yang lurus

30:30
7:172
75:14

b. Jasad

80:20
2:168

c. Pendengaran & Penglihatan

67:32
32:9
16:78
7:179
22:46

e. Hati

f. Akal & Ilmu

96:1
55:1-4

g. Ruh

73:1-20
13:28
3:191
31:20

Sifat/Karakteristik MANUSIA

Sifat Manusia yang baik à

1. Amanah
2. Syukur
3. Sabar
4. Taubat
5. Jujur 

Sifat Manusia yang jelek à

1.Lemah (4:28)
2.Bodoh 33:72
3.Fakir 35:15
4.Cepat putus asa
5.Tergesa-gesa
6.Berkeluh kesah
7.Gelisah
8.Bakhil/Pelit
9.Kufur
10.Pendebat
11.Pembantah
12.Zalim

Perumpamaan Manusia:
a. Bagaikan Binatang Ternak
b. Bagaikan anjing : 7:176
“Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada d u n i a dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga).

c. Bagaikan monyet

d. Bagaikan Babi

e. Bagaikan Kayu

f.  Bagaikan Batu
g. Bagaikan Laba-laba

h. Bagaikan keledai

Kelemahan Manusia

Manusia cenderung kepada duniawi

‘Dijadikan indah pada (pandangan) manusia k e c i n t a a n kepada apa-apa yang diingini yaitu: w a n i t a – w a n i t a (PASANGAN), anak-anak (&ANAK BUAH), harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan (KENDARAAN), binatang-binatang ternak dan sawah ladang (KEDUDUKAN). Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS. 3:14).

“Itulah orang-orang yang m e m b e l i k e h i d u p a n d u n i a dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong. (QS. 2:86)”

(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main atau senda gurau, dan k e h i d u p a n d u n i a t e l a h m e n i p u m e r e k a”. Maka pada hari itu (kiamat ini), Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami (lebih yakin pada
keterangan manusia daripada keterangan Allah). (QS. 7:51)

Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasulpun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai s e s u a t u k e i n g i n a n, s y a i t a n p u n m e m a s u k k a n g o d a a n- g o d a a n terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimaksudoleh syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, (QS. 22:52)

Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung k e p a d a d u n i a dan menurutkan h a w a n a f s u n y a y a n g rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir. (QS. 7:176)

Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong. (QS. 2:86)”

(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main atau senda gurau, dan k e h i d u p a n d u n i a t e l a h m e n i p u m e r e k a”. Maka pada hari itu (kiamat ini), Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami (lebih yakin pada keterangan manusia daripada keterangan Allah). (QS. 7:51)

TEMAN SEJATI MANUSIA

Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul(-Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. 4:69)

“Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahan dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (QS. 8:29)”

Katakanlah:”Ta’atilah Allah dan Rasul-Nya; Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”. (QS. 3:32)

Dan ta’atilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat. (QS. 3:132)

Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahan dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (QS. 8:29)”

Katakanlah:”Ta’atilah Allah dan Rasul-Nya; Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”. (QS. 3:32)

Dan ta’atilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat. (QS. 3:132)

Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul(-Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh.
Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. 4:69)

MUSUH MANUSIA

Syetan menjadi musuh abadi manisoa hingga akhir jaman. Syetan berserikat dengan harta dan anak untuk mengajak manusia.
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat:”Sujudlah kamu kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (QS. 2:34)

“Dia (iblis) berkata:”Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil”. (QS. 17:62)

Tuhan berfirman:”Pergilah, barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup. (QS. 17:63)

Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka. (QS. 17:64)”

Dia (iblis) berkata:”Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil”. (QS. 17:62)

Tuhan berfirman:”Pergilah, barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup. (QS. 17:63)

Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan b e r s e r i k a t l a h d e n g a n m e r e k a p a d a harta da n a n a k – a n a k d a n b e r i j a n j i l a h mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka. (QS. 17:64)”

Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasulpun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai s e s u a t u k e i n g i n a n, s y a i t a n p u n m e m a s u k k a n g o d a a n- g o d a a n terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimaksud oleh syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, (QS. 22:52)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: