MEMULAI Dari AKHIR

Oleh : Abdullah Muqarrabin

Mana yg lebih penting awal atau akhir ?
Al Qur’an, memberikan jawaban yg jelas:
“Walal aakhirotu khairul laka minal uula” ad dhuha:4
“Walal aakhirootu khoiruw wa abqo” qs: al a’laa:17

Akhir itu lebih baik dari awal. Akhirat itu lebih baik dan kekal.

Tidak peduli darimana engkau memulai, hidupmu yg lebih penting adalah bagaimana engkau mengakhirinya.

Tidak peduli sejauh mana engkau telah melangkah, salah langkah dan tersesat jauh…namun Tetaplah fokus pada tujuan akhirmu.

Kesuksesan hidup selalu berawal ketika kita mampu membayangkan gambaran akhir dari tujuan kita, seolah-olah begitu jelas tergambar di dalam pikiran kita.

Bayangkanlah kesuksesan dalam hidup menjadi sesuatu yang sudah jelas di depan mata dan syukuri seolah-olah telah terjadi dan anda berbahagia karenanya.

Dalam bisnis, kitaa harus bisa membayangkan sebesar apa skala bisnis dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan. Berpikirlah seperti kita akan membangun sebuah perusahaan besar.

Bisnis yang besar diawali dari mimpi besar, yang di tindaklanjuti dengan tindakan yang besar pula, terus-menerus dan pantang menyerah. “Begin with the end in mind”, Mulailah de­ngan memikirkan tujuan akhir,” begitulah salah satu dari 7 kebiasaan orang yang efektif menurut Stephen R. Covey, dalam bukunya yang
sangat terkenal, The Seven Habits.

Kita bisa saja berasal bukan dr siapa2 tapi kita bisa berakhir dengan menjadi seseorang yg dikenal krn karya dan perjuangan.

Betapa banyak diantara kita yang berasal dari tempat antah berantah, orang tua miskin papa Namun kemudian berhasil menjadi seorang yg sukses.

Seseorang bisa saja memiliki kedidupan masa lalu yg kelam…Jauh dari sunnah…Jauh dari hidayah…Tenggelam dalam kemaksiatan, namun kemudian berhasil mendapatkan hidayah di ujung hidupnya dan wafat dalam keadaan husnul khatimah.

Beberapa sahabat rasulpun sebelum taslim adalah pelaku maksiat, Peminum khomr dan pelaku kesyirikan. Namun tatkala cahaya hidayah menyapa hati mereka, jadilah mereka generasi terbaik yang pernah ada di atas muka bumi ini.

Yang terpenting bagi seseorang adalah kesudahannya, Kondisinya tatkala akan wafat menghadap Illahi yaitu husnul khatimah.

Rasulullah saw bersabda “Amalan-amalan itu tergantung akhirnya”. (HR.Bukhari Muslim & Al-Baqarah 132, An-Nisa 18)

Allah mengajarkan ttg alam kubur, hari akhir, syurga dan neraka kepada manusia agar manusia berorientasi dan memiliki visi ke depan, kemana manusia akan melangkah.

Tujuan akhir kemana hidup ini menuju sudah dijelaskan dari awal agar manusia tdk salah melangkah dan tidak merasa dizhalimi oleh sang Khalik….
Wallahu ‘alam..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: