Meraih Kemulian

By abu miftah al fauzan

Ketika kita  menyadari bahwa ternyata kebahagian akherat lebih kekal daripada kehidupan dunia ini, Maka seorang muslim dia akan berusaha dengan sungguh sungguh untuk menggapainya tentu saja dengan perjuangan yg terus menerus tanpa henti tanpa mengenal  lelah dan tanpa mengenal cape dlm rangka mengejar ketakwaan dan keyakinan yg hakiki

Qs al a’lla 17 ” Sedang kehidupan akherat adalah lebih baik dan lebih kekal “.
Bahkan Alloh secara tegas akan menganugerahkan cahaya Nya kepada mereka yg mampu meneguhkan keyakinannya dan pemeliharaan diri.
Dengan cahaya tersebut, perjalanan mereka “tertuntun”

Hai orang orang yang beriman bertakwalah kepada Alloh dan beriman lah kepada rosulnya niscaya Allah memberikan rahmat Nya kepada mu dua bagian, dan menjadikan untukmu cahaya yg dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni kamu. Dan Allah maha pengampun lagi maha penyayang.
Q.s  57:28
Dengan  dituntun oleh cahaya Nya, kita telah terbebas dari rasa takut dan rasa cemas dalam melangkah ke” tempat tujuan” , tetapi juga terhindari dr ganggguan dan hambatan yg merintangi perjalanan hidup kita . Ammiin.

Tentu saja, untuk mengarah kesitu maka harus di tanamkan dan dibudayakan kebiasaan kebiasaan yg yg biasa dilakukan rosul dan para sahabatnya yaitu:
1 Teguhkan tahajud, karena kemuliaan mewujud dari sujud
2 Tartilkan Quran, karena kearifan mengalir dari lisan yg tak lepas dari dzikrur rahman
3 Tanamkan taubat, karena syafaat menetes pada mereka yg terus munajat

Hanya orang yg hatinya dipenuhi keraguanlah yg membiarkan semua kemuliaan itu terlewat. mereka membiarkan diri mereka dipenuhi kemalasan. Mereka menikmati tidur melewati semua ibadah malam, membiarkan kebosanaan merayap dalam diri. Bila menjalankannya pun mereka tergesa gesa.

Padahal dalam tahajud ada janji kemuliaan
Q.s 17:79 ” Dan pada sebagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibaddah tambahan bagimu ; mudah mudahan Tuhan mu mengangkat kamu ketempat yg terpuji.

Dalam bacaan Al Quran tersingkap beribu pesan dan kesan yg mendalam ,
” Bangunllah( untuk sholat) dimalam hari kecuali sedikit. Yaitu seperduanya atau kuurangilah dari seperdua itu sedikit. Atau lebih seperduanya dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan lahan. Sesungguhnya kami akan menurunkan kepadamu perkataan yg berat.
Sesunggguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.
Q.s 73 :2-6
Dalan tobat , terhampar berlaksa nikmat
” Dan hendak lah kamu meminta ampun kkepada Tuhanmu dan bertaubatlah kepada Nya. ( jika kamu mengerjakan yg demikian) niscaya Dia akan memberikan kenikmatan yg baik terus menerus kepadamu sampai kepada waktu yg telah ditentukan dan dia akan memberikan kepada tiap tiap orang yg mempunyai keutamaan balasan keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat. Q.s 11:3

Ya Alloh ya rob tanamkanlah ketakwaan dan keyakinan kepada kami, dengan bisa melaksanakan perintah Mu dan rosulmu.
Sesungggguhnya tanpa bantuan mu kami lemah ya Alloh , semoga keutamaan keutaman itu engkau berikan kepada kami sehingga kami mampu menjadi  insan yg bertakwa dunia dan akherat aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: