SAKITNYA TUH DISINI

Oleh : Abu Faqih Al-Topani

Kalimat di atas merupakan judul sebuah lagu dangdut yg dipopulerkan oleh salah seorang penyanyi asal Bandung, Cita Citata. Seorang pendatang baru yg langsung melejit namanya krn membawakan lagu tersebut.

Lagu tersebut sempat menjadi top hits di belantika musik dangdut Indonesia dan melambungkan nama penyanyi nya. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, banyak yg hapal lirik lagu ini, dari pada hapalan surat an-naba.

Kajian kali ini bukan untuk membahas siapakah sosok Cita Citata, atau berapa royalti yg dia dapatkan dari lagu tersebut.

Saya hanya teringat dengan salah satu surat di dalam Al-Quran yang membicarakan tentang karakter Muhsinin(orang yg berbuat kebaikan) yaitu dalam surat Ali-imran ayat 134, “Alladziina yunfiquuna fissarooi wadhdhorooi wal kaadhimiinal ghoidho wal ‘aafiina ‘aninnaas, walloohu yuhibbul muhsiniina”. Artinya (yaitu)orang-orang yg berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yg menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan )orang lain. Dan Alloh mencintai Muhsinin (orang yg berbuat kebaikan).

Ikhwan fillah…
Muhsinin adalah sebuah karakter manusia yg bukan hanya baik tetapi sangat sangat baik.
Pernahkah kita tiba2 dimaki orang ?
Pernahkah kita tiba2 dipukul orang?
Pernahkah kita tiba2 diludahi orang?

Di dlm ajaran Islam, kita diperkenankan utk membalas orang yg pernah memukul kita dengan pukulan yg sama. Itulah yg disebut dg Qishos yaitu hukuman sebanding perbuatan.

Lalu apa yg akan kita lakukan jika hal itu pernah terjadi ?
Kita punya dua haq :
– bersikap adil dg melakukan qishos
– memaafkan orang yg pernah mendholimi kita.
Silahkan lihat QS.2:178 dan QS.5:45 ayat tentang qishos.
Di dalam ayat tsb. Kita punya haq utk membalas nyawa dg nyawa,mata dg mata,hidung dg hidung,dls.
Akan tetapi ketika kita memilih utk memaafkan, maka sesungguhnya kita telah menunjukkan pribadi yg lebih berkualitas dibanding dg orang yg telah mendholimi kita.
Itulah yang disebut ‘Muhsinin’.

Kembali kpd QS.3 : 134 tentang ciri-ciri Muhsinin yaitu :
– org2 yg berinfaq baik di waktu lapang maupun sempit.
– org2 yg mampu menahan amarahnya.
– org2 yg memaafkan kesalahan org lain.
Ciri yg pertama :
Berinfaq di jalan Alloh ketika kita memiliki kelapangan rezeki pasti jauh lebih mudah ketimbang rezeki kita lagi seret. Ketika Alloh sedang memberikan keterbatasan rezeki kpd kita, biasanya kita lebih mendahulukan kebutuhan pribadi dahulu ketimbang utk membayar infaq, padahal jika kita lihat QS.28 : 77 , kita hrs mendahulukan pahala negeri akhirat, baru kemudian kebutuhan kita.
Seorang Muhsinin mampu mendahulukan kepentingan akhirat nya baik lapang maupun sempit.
Ciri yg kedua :
Rasanya tdk ada manusia yg tdk memiliki rasa marah. Sikap marah ini timbul biasanya krn ada sesuatu yg tdk sesuai dg keinginannya. Di dlm hadits, Rosululloh mengatakan bahwa ketika seseorang marah, maka setan akan masuk mengikuti aliran darahnya. Maka kita dianjurkan utk membaca istighfar dan berwudlu, agar rasa marah itu bisa hilang. Seorang Muhsinin adalah org yg mampu mengendalikan nafsu amarahnya.
Ciri yg ketiga :
Kita tdk cukup hanya mampu menahan amarah saja tp tdk diikuti dg memaafkan kesalahan orang, karena hal itu akan menjadikan kita seorang pendendam. Rosululloh adalah sosok manusia pemaaf, padahal malaikat jibril saja sudah geram dg tindakan org kafir Mekah pd saat itu. Beliau hanya berkata “Biarkanlah wahai Jibril. Mereka melakukan itu karena blm memahami agama ini dg benar”.

Ikhwan fillah…
Menjadi Muhsinin itu membutuhkan kedewasaan diri dan kematangan jiwa, mengapa kita selalu ingin membalas padahal memaafkan jauh lebih baik. Maka bagi seorang mukmin yg Muhsinin , kata-kata ” SAKITNYA TUH DISINI “,(sambil menunjuk dadanya), tdk akan pernah ada, krn ia selalu berlapang dada dan memohon kebaikan pd Alloh.
Semoga kita menjadi pribadi2 yg Muhsinin…

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: