Berlomba dalam kebaikan

Manusia pada dasarnya senang berkompetisi. Paham atas sifat manusia, Allah menantang manusia untuk berkompetisi. Bukan berkompetisi untuk saling mengalahkan tapi berlomba untuk berbuat kebaikan. Perhatikan ayat berikut :
“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya yang ia menghadap kepadanya. Maka BERLOMBA -LOMBALAH didalam kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian . Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.(Qs.2:148)

…maka BERLOMBA-LOMBAlah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,(Qs.5:48)

BERLOMBA -LOMBALAH kamu kepada  ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.(Qs.57:21)

Para sahabat sering berlomba untuk melakukan amal shaleh. Umar bin Khattab ra sering berusaha menyaingi Abu Bakar ra untuk berbuat kebaikan. Sampai kemudian Umar mengakui bahwa Abu Bakar selalu bisa berbuat kebaikan lebih banyak dan lebih cepat.

Di ayat lain Allah bahkan mengiming-iming untuk berlomba mendapatkan kenikmatan syurgawi:

…dan untuk yang demikian itu hendaknya orang BERLOMBA-LOMBA.(Qs.83:26)
Namun demikian Allah mengingatkan bahwa berlomba dalam kebaikan itu hrs dalam koridor aturan Allah. Bukan kebaikan menurut penilaian diri sendiri. Allah mengingatkan :

Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat. Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok.  (Al Kahfi 103-106)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: