Konspirasi Hati: Catatan Kecil Selepas Touring

“Total +/- 584 km,” tulis Pak E. “Setara jarak Jakarta-Surabaya,” tambah Pak D. “The real touring,” ungkap Pak De saat memeluk saya. Itu data statistik di lapangan. Tapi bukan itu yang paling penting. Yang jadi inti pelajaran buat saya itu yang di bawah ini: “Yang penting adalah bagaimana kita memaknai sebuah peristiwa,” demikian kurang lebih ajakan Pak D kepada peserta touring. “Ini bukan perjalanan fisik. Ini adalah perjalanan ruhani. Kalau cuma perjalanan fisik, maka yang terasa hanyalah cape dan pegal,” tegas kang A dalam uraian kuliah shubuhnya mengajak peserta memaknai lebih perjalanan ini.

“Maka dibutuhkan kesabaran untuk taat pada aturan perjalanan yang sudah ditetapkan,” tegas ketua rombongan mengawali perjalanan touring. Maka jadilah jarak 584 km ini  menjadi sebuah perjalanan ruhani. Dan, inilah catatan seputar hikmah perjalanan yang bisa saya tangkap.

 

The Power of Togetherness

Buat biker amatiran seperti saya, bisa melahap jarak 584 km adalah sesuatu yang luar biasa. Kalau saya disuruh sendirian bermotor sejauh itu, maka jawaban saya pastilah, “Sararangeuk teuing!” Tapi apa yang membuat saya bisa bertahan melewati jarak sejauh itu? KEBERSAMAAN, itulah kuncinya.

Rasa kebersamaan seperti kang Ucu yang dengan suara klaksonnya setia membangunkan Pak Deden yang ‘tertidur’ di atas motor. Atau kang Ridwan, Om Zae, kang Omo beserta staffnya yang sigap menangani semua kerusakan motor. Atau kang Rohman yang tidak tidur semalaman jagain motor saat kita semua lelap tertidur di teras mesjid.

Inilah kekuatan buah dari kebersamaan. Bukan sekadar kebersamaan fisik, tapi juga kebersamaan hati yang sama-sama mengharap ridla Allah. Hati yang berkonspirasi untuk mempersembahkan amalan terbaik kepada Allah, seperti yang ditaushiyahkan Pak Deni.

Maka manfaatkan kebersamaan ini untuk membangun kebaikan di antara kita. Gunakan kebersamaan ini untuk membangun budaya keshalehan di antara kita karena bumi Allah ini hanya akan Ia wariskan kepada hamba-Nya yang shaleh (QS Al Anbiya 105).

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: