Perjalanan Hidup Manusia

Kehidupan manusia pada dasarnya adalah suatu perjalanan.
Ketika kita melakukan perjalanan jauh apa yg harus kita siapkan ?
Kita perlu peta perjalanan agar tidak tersesat dan bekal yang cukup agar bisa sampai ke tujuan dengan selamat.

Mereka yang tidak punya peta akan tersesat. Karenanya Ketika menurunkan kita ke dunia, Allah telah memberikan Al-Qur’an. Itulah peta  kehidupan yang Allah titipkan sebagai pedoman perjalanan. Jangan sampai salah arah dan berbelok ke rumahnya iblis Laknatullah yaitu neraka…..

Mereka yang bekalnya kurang maka dia tidak akan sampai ke tujuan. Allah swt berfirman : “Dan persiapkanlah bekal kalian, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah ketakwaan”. (Al-Baqarah 197)

Lalu….Dari mana kita sebenarnya memulai perjalanan ini dan mau kemana  tujuan kita ?
Sebagian besar manusia beranggapan bahwa perjalanan manusia itu adalah dari dunia menuju akhirat.
Benarkah ?

Islam mengajarkan bahwa manusia itu memulai perjalanan dari Rumah kita yaitu Syurga tempat Allah berada dan akan kembali menuju Rumah kita tempat Allah berada.
Rumah Kita bukan di DUNIA ini tapi di Rumah Allah.
Dunia ini hakikatnya bukan tempat awal dan akhir kita tapi ia adalah tempat persinggahan sementara yang menjadi ladang tempat mengumpulkan bekal untuk menempuh perjalanan menuju negeri akhirat.

Ketika ada yang meninggal dunia maka orang berkata “Inna Lillaahi wainna ilaihi roojiun”.
Sesungguhnya kita berasal dari Allah dan akan kembali ke Allah.
Seorang yang meninggal dunia ini pada dasarnya akan kembali ke rumah sebenarnya yaitu Rumah Allah. Karena DUNIA ini hakekatnya adalah tempat merantau yang sifatnya sementara.

Rasulullah saw mengajarkan kepada kita sikap yang benar dalam kehidupan di dunia dalam sabda beliau saw : “Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau orang yang sedang melakukan perjalanan”. (HR. Al Bukhari no. 6053)

Hadits ini mengingatkan orang yang beriman tentang bagaimana seharusnya dia menempatkan dirinya dalam kehidupan di dunia. Sebagai orang asing (perantau) atau orang yang sedang melakukan perjalanan maka tempat yang disinggahi adalah hanya tinggal sementara.
Tidak boleh dia terikat hatinya kepada tempat persinggahannya, karena dia pasti harus meninggalkannya suka tidak suka cepat atau lambat.

Sebagai perantau maka ia akan  terus merindukan untuk kembali ke rumah dan kampung halamannya. Demikianlah keadaan seorang mukmin di dunia yang hatinya selalu terikat dan rindu untuk kembali ke kampung halamannya yang sebenarnya, yaitu surga tempat tinggal pertama kedua orang tua kita, Adam ‘as dan istrinya Hawa, sebelum mereka berdua diturunkan ke dunia.

Dalam sebuah nasehat yang disampaikan Imam Hasan Al Bashri kepada Imam Umar bin Abdul Azizi, beliau berkata: “…Sesungguhnya dunia adalah negeri perantauan dan bukan tempat tinggal (yang sebenarnya), dan hanyalah Adam ‘as diturunkan ke dunia ini untuk menerima hukuman (akibat perbuatan dosanya)…”.

Jadi,
Dunia ini bukanlah rumah kita,
Kita bukan penduduk bumi, kita adalah penduduk syurga.
Kita tidak berasal dari bumi, tapi kita berasal dari syurga……….

Maka carilah bekal untuk kembali ke rumah dan kampung halaman.
Kita hanya perantau dalam perjalanan kembali kerumahnya……
Karenanya, Janganlah cari kesenangan dunia….

Mereka yang sedang dalam perjalanan pulang selalu mengingat rumahnya dan mereka mencari buah tangan untuk kekasih hatinya yang menunggu di rumah.

Mereka yang menanti di rumah pun merasa rindu menantikan kembalinya kita dan mengharapkan buah tangan kita.
Lantas, apa yang akan kita bawa untuk mereka yang ada di Rumah Kita ?  Allah dan para penghuni syurga hanya meminta amal sholeh dan keimanan, Kita tidak berasal dari bumi,

Kita adalah penduduk syurga. Rumah kita adalah di Syurga.
Kenikmatannya tiada terlukiskan, dihuni oleh orang-orang yang mencintai kita.
Ada istri sholeha serta tetangga dan kerabat yang menyejukkan hati.

Mereka rindu kehadiran kita, setiap saat menatap menanti kedatangan kita.
Mereka menanti kabar baik dari Malaikat Izrail. Kapan Keluarga mereka akan pulang.

Kita bukan penduduk bumi, kita penduduk syurga.
Bumi hanyalah perjalanan.
Kembalilah ke rumah Allah di Syurga.
Jangan kembali ke rumah Syetan di Neraka. Naudzubillah.

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: